Davide Tardozzi Menakar Peta Menuju Tangga Juara MotoGP™ 2026

Faktor tak terduga, mentalitas, dan kerja sama tim. Simak opini Manajer Tim Ducati Lenovo mengenai peta persaingan gelar jelang GP Malaysia!

Satu akhir pekan telah berlalu, dan bagi Davide Tardozzi, Marc Marquez, serta seluruh Ducati Lenovo Team, balapan di Sepang akhir pekan ini menjadi momen yang sangat penting.

Sang Juara Dunia bertahan kembali memimpin klasemen Kejuaraan Dunia dengan keunggulan 10 poin usai rival terdekatnya, Jorge Martin (Aprilia Racing), gagal mendulang poin akibat kecelakaan dalam Sprint Phillip Island.

Pembatalan Grand Prix Australia mungkin membuat pabrikan Borgo Panigale kehilangan peluang untuk memperlebar keunggulan. Namun, apa harapan Tardozzi menjelang GP Malaysia?

BAGAIMANA SITUASI SAAT INI?

Tiba di Phillip Island—selisih antara duo penantang gelar juara hanya terpaut dua poin—menjadikan kunjungan ke GP Australia sangat krusial. Marc Marquez dan Jorge Martin terlibat duel sengit pada lap-lap awal Sprint, sebelum situasi berubah drastis pada Lap 8. Martin terjatuh di Tikungan 8 dan menderita fraktur tanpa pergeseran (non-displaced fracture) pada tulang radius bagian distal. Ia pun harus absen di balapan Grand Prix.

Namun, kejadian tak terduga lainnya muncul pada Minggu (25/10) akhir pekan lalu. GP Australia dibatalkan lantaran jarak pandang yang terbatas, yang menghalangi helikopter medis untuk terbang. Selisih poin pun tetap berada di angka 10, dengan segala kemungkinan masih terbuka lebar menjelang GP Malaysia—meskipun partisipasi Martin belum dapat dipastikan.

"Bagi Ducati, jelas bahwa kami melewatkan sebuah peluang. Tetapi, hal utama yang selalu kami prioritaskan di Ducati adalah keselamatan pembalap. Itu adalah prioritas di atas segalanya: olahraga, bisnis, maupun hal lainnya," tandas Tardozzi.

"Martin melakukan kesalahan, tetapi ia tampil sangat, sangat kompetitif. Saya tidak tahu apakah Marc akan mampu mengalahkannya di akhir balapan. Menurut saya, persaingan akan berlangsung sengit hingga akhir, tetapi sayangnya, dia melakukan kesalahan."

YANG TERBAIK MASIH AKAN DATANG

Menakjubkan. Itulah salah satu kata yang kini sering digunakan untuk menggambarkan kiprah Marc Marquez sejauh musim ini. Dari tertinggal 102 poin hingga kini unggul 10 poin. 

Comeback-nya telah diwarnai oleh penampilan yang konsisten, memukau, dan yang terpenting, penuh kedewasaan. Enam kemenangan Grand Prix dan empat pole position hanyalah sebagian dari statistik #93 musim ini, yang semakin menegaskan perubahan mentalitasnya. Apakah kita sudah melihat performa terbaik Marc Marquez? Tardozzi rupanya tidak berpikir demikian.

"Menurut saya, balapan-balapan terbaik dari Marc justru akan kita lihat di masa depan. Karena dia selalu memberikan kejutan bagi kita. Namun, yang saya lihat kemarin (di Sprint GP Australia) adalah Marc sedang mengatur strategi. Dia berpikir," tutur Tardozzi.

"Saya yakin dia akan melancarkan serangan. Sejujurnya, menurut saya dari empat balapan tersisa, ada tiga balapan yang lebih menguntungkan Aprilia, dan satu balapan di mana kita bisa lebih cepat dari mereka. Namun pada akhirnya, kita memiliki Marc Marquez. Dan itulah hal yang membuat kami merasa tenang."

KONTENDER TERDEKAT?

Siapa pesaing utama Ducati? Tentu saja Aprilia. Namun, pembalap mana yang menjadi ancaman? Tardozzi belum bisa memastikan. Ia mengarahkan perhatian pada GP Malaysia dan partisipasi Martin di sana untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Tardozzi  juga tidak mencoret nama Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), yang saat ini tertinggal 50 poin dari Marc Marquez. Lantas, apakah ada penantang gelar serius lainnya?

"Itu bergantung pada situasi Jorge, karena saya sangat menghormati Marco. Sekali lagi, menurut saya selisih 50 poin bukanlah apa-apa. Saya rasa Marco punya potensi untuk memenangkan setiap balapan dari sekarang hingga akhir musim," ucap Tardozzi.

"Mengenai Jorge, cederanya jelas akan menjadi faktor penentu, entah itu berdampak positif atau negatif. Jika ia bisa tampil sangat kompetitif—yang tidak berarti harus menang, karena menurut saya ia mungkin belum bisa menang di Sepang—itu akan terlihat. Yang pasti, Sepang dan Qatar akan menunjukkan seberapa kompetitif dirinya."

Hanya tersisa empat putaran musim ini. Empat putaran yang akan menentukan Juara Dunia MotoGP 2026. Ikuti terus perebutan gelar juara di motogp.com!

Lima Ronde, Pertarungan Utama

Nikmati semua aksinya mulai dari hanya Rp600 ribuan dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.