Bos KTM tentang Perekrutan Enea Bastianini-Maverick Vinales

Direktur KTM Motorsports, Pit Beirer, buka suara perihal line-up Tech3 yang diperkut duo bertalenta, Enea Bastianini dan Maverick Vinales, mulai musim depan.

Potongan teka-teki grid MotoGP™ 2025 kian terbentuk. Yang terbaru, Enea Bastianini dan Maverick Vinales bergabung dengan Red Bull KTM Tech3. Kedua pembalap diikat kontrak multi-tahunan oleh pabrikan Austria. Pit Beirer selaku Direktur KTM Motorsport membahas detail soal pengumuman mereka.

Tampilan Baru Musim 2025

Tahun depan, Red Bull GASGAS Tech3 akan memiliki tampilan dan nama baru. Skuad bakal berganti nama menjadi Red Bull KTM Tech3, kembali ke warna oranye dan melengkapi tim pabrikan Red Bull KTM Racing. Semua pembalap akan berlomba menggunakan motor RC16 spesifikasi penuh pabrikan.

“Dengan proyek kami, saya merasa sulit berbicara dengan pembalap papan atas, ‘Apakah ini GASGAS, apakah ini KTM, apa perbedaan antara kedua motor itu?’. Jadi pada akhirnya, kami memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan berbagai merek, tetapi kami merasa proyek ini akan lebih kuat jika melibatkan empat pembalap Red Bull KTM. Saya sangat bersyukur Red Bull tetap bersama kami untuk proyek ini dan melihatnya sebagai tim yang terdiri dari empat pembalap,” tutur Beirer.

Penandatanganan Vinales

Salah satu pembalap yang bakal pindah musim depan adalah Vinales. Pria asal Spanyol itu meninggalkan Aprilia Racing dan memutuskan berlabuh ke Red Bull KTM Tech3. Sehari setelah mengumumkan kontrak #12, Beirer menjelaskan bagaimana kesepakatan kedua belah pihak dapat tercapai.

“Ada saat ketika kami bertemu dan berbicara di mana ia memberi kami perasaan bahwa ia ingin bersama kami. Komitmennya sangat kuat sejak awal. Segalanya berjalan cepat. Saya juga merasa ia memiliki tim dan motor yang hebat saat ini, jadi bagi kami, merupakan kejutan positif bahwa ia benar-benar terbuka dan serius tentang hal itu, dan tidak hanya mencoba mendapatkan tawaran dari kami untuk berjudi dengan orang lain,” ucapnya.

Beirer kemudian mengungkapkan apa harapannya dari perekrutan Vinales musim depan, sembari menyatakan KTM akan berupaya menciptakan suasana garasi yang kondusif bagi Spaniard.

“Baginya, sisi manusiawi dan merasa betah dengan lingkungan yang baik sangatlah penting, dan kita semua tahu ia dapat melakukan keajaiban. Namun, kita juga tahu, bahwa jika ia tidak merasa nyaman, ia tidak akan mundur satu atau dua posisi, itu akan menjadi sangat buruk. Jadi, saya rasa kami punya ide-ide bagus dan orang-orang hebat di tim untuk bekerja sama dengannya. Jika dia bangun di pagi hari dan yakin akan memenangkan GP hari itu, dia hampir tak terkalahkan,” kata Beirer.

Ekspektasi untuk Bastianini

Bestia didapuk sebagai rekan setim Vinales di Red Bull KTM Tech3. Usai menghabiskan empat tahun mengendarai Ducati Desmosedici GP, pengguna nomor #23 itu bakal menggeber KTM RC16. Beirer pun melontarkan keinginan yang dicapai bersama sang pembalap Italia di lintasan.

“Jika dia senang dan percaya diri, dia akan berperforma. Kami perlu memanfaatkan waktu hingga para pembalap ini bergabung untuk menyiapkan paket sebaik mungkin agar dapat tampil. Kami merekrut pembalap terbaik di dunia untuk memperebutkan podium dan saya merasa tekanan ada pada kami untuk memberikan paket yang tepat agar mereka dapat tampil,” terangnya.

Kendati demikian, belum ada kejelasan tentang siapa pembalap yang ditunjuk menjadi pemimpin dalam skuad KTM. Beirer sendiri menegaskan hal tersebut bukanlah tim pabrikan dan tim satelit standar.

“Kapten tim akan menjadi nomor satu di klasemen dari grup kami, lalu nomor dua, nomor tiga. Ini bukan situasi klasik ketika satu garasi adalah tim pabrikan, yang lain adalah tim satelit dan tim pabrikan akan mendapatkannya terlebih dahulu,” ucapnya.

Keputusan yang Sulit

Di balik pengumuman Bastianini-Vinales, terselip kabar pahit bagi Jack Miller dan Augusto Fernandez. Kedua pembalap ini dipastikan tersingkir posisinya dari pabrikan oranye. Beirer mengatakan, betapa sulitnya keputusan yang harus diambil oleh KTM.

“Menyerah pada Jack dan Augusto sungguh menyedihkan. Saya sangat berharap Jack akan menunjukkan kepada kami bahwa kami dapat mengembalikannya ke level yang seharusnya. Di Mugello, tidak mendapatkan poin bukanlah posisi yang seharusnya bagi Jack Miller. Apa pun yang terjadi di masa depan, kami harus mengubahnya karena bukan seperti itu cara kami ingin mengakhiri hubungan kami,” ujarnya.

“Kami mencoba, namun pada akhirnya, saya pikir kami akan memiliki waktu lebih lama untuk memberi kedua pembalap kesempatan melakukannya. Tetapi pasar sedang berada di bawah tekanan. Jika kami tidak mengambil kesempatan dalam satu minggu itu untuk memulai percakapan dan menyelesaikannya di hari lain, kami tidak akan memiliki kesempatan ini lagi. Jadi, kami mengambil keputusan sulit untuk terus maju. Menyerah pada sesuatu bukanlah rencana, jelas tidak.”