Veda Ega Pratama Dihukum Penalti 6 Grid di Moto3™ Qatar

Lantaran tidak memperlambat kecepatan saat bendera kuning dikibarkan pada sesi FP1, pembalap Honda Team Asia ini dihukum turun tiga posisi start

Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) datang ke Moto3 Qatar Airways Grand Prix Qatar berbekal podium kedua yang diraihnya di Sepang. Namun, akhir pekannya di Lusail dibuka dengan penalti enam grid.

Dalam pernyataan yang dirilis FIM MotoGP™ Stewards Panel, Veda terpantau tidak mematuhi sinyal di marshalling sektor 11 dan justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadi.

Para pembalap wajib mematuhi sinyal bendera, sinyal lampu, dan papan yang menyampaikan instruksi, termasuk pesan pada dasbor (dashboard messages) dari Race Direction. Setiap pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1.22 atau pasal yang relevan terkait pesan dari Race Direction.

Dikarenakan alasan tersebut dan merupakan pelanggaran kedua musim ini, maka FIM MotoGP™ Stewards Panel menjatuhkan penalti enam grid (turun enam posisi start) untuk Race Moto3 Grand Prix Qatar. Sebelumnya pelanggaran pertama karena tidak mematuhi sinyal bendera kuning dilakukan Veda saat sesi Practice di Motegi.

Dua pembalap lain juga terpantau tidak mematuhi sinyal bendera kuning di Tikungan 11, yakni Ruche Moodley (CODE Motorsports) dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Akan tetapi, mereka berdua hanya menerima Peringatan Resmi karena merupakan pelanggaran pertama musim ini.

Menghadapi balapan di Lusail, Veda mengantongi raihan podium ketiga serta dua kemenangan semasa berkompetisi di Moto4 Asia Cup (dulu bernama Asia Talent Cup) pada 2022 dan 2023. Kendati demikian, rookie asal Gunungkidul, Yogyakarta ini merasa tetap perlu untuk kembali mempelajari karateristik sirkuit.

Tiga balapan tersisa hanya Rp400 ribuan

Final Musim sudah bisa ditonton secara streaming, jangan lewatkan apa pun dengan MotoGP™ VideoPass.

Langganan Sekarang!

"Saya sangat menantikan balapan di Qatar setelah meraih podium di Malaysia. Finis kedua di Sepang merupakan perasaan yang luar biasa, apalagi dengan kehadiran keluarga dan begitu banyak penggemar asal Indonesia yang mendukung saya di sana. Hasil tersebut memberikan motivasi dan kepercayaan diri yang besar bagi saya untuk akhir pekan ini," ucapnya.

"Saya sadar kami harus terus bekerja keras karena setiap sirkuit memiliki karakteristik yang berbeda, dan Qatar akan menghadirkan tantangannya tersendiri. Saya memang punya sedikit pengalaman di sini, tetapi kami tetap perlu memahami kondisi lintasan, menemukan pengaturan motor yang tepat, dan membangun kecepatan secara bertahap. Balapan malam juga merupakan sesuatu yang istimewa, jadi saya sangat antusias untuk merasakannya kembali.

"Setelah pencapaian di Malaysia, saya ingin terus berkembang dan kembali bersaing di kelompok barisan depan. Saya akan memberikan yang terbaik sejak sesi pertama dan berusaha menikmati akhir pekan yang kompetitif bersama tim," pungkas Veda.

Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.