Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) datang ke Moto3 Qatar Airways Grand Prix Qatar berbekal podium kedua yang diraihnya di Sepang. Namun, akhir pekannya di Lusail dibuka dengan penalti enam grid.
Dalam pernyataan yang dirilis FIM MotoGP™ Stewards Panel, Veda terpantau tidak mematuhi sinyal di marshalling sektor 11 dan justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadi.
Veda Pratama has been handed a 6-place grid penalty for Sunday's Grand Prix due to not respecting yellow signals #QatarGP 🇶🇦
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) November 6, 2026
Para pembalap wajib mematuhi sinyal bendera, sinyal lampu, dan papan yang menyampaikan instruksi, termasuk pesan pada dasbor (dashboard messages) dari Race Direction. Setiap pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1.22 atau pasal yang relevan terkait pesan dari Race Direction.
Dikarenakan alasan tersebut dan merupakan pelanggaran kedua musim ini, maka FIM MotoGP™ Stewards Panel menjatuhkan penalti enam grid (turun enam posisi start) untuk Race Moto3 Grand Prix Qatar. Sebelumnya pelanggaran pertama karena tidak mematuhi sinyal bendera kuning dilakukan Veda saat sesi Practice di Motegi.
Veda Pratama 🇮🇩 receives a 6-place grid penalty for Sunday’s race following a yellow flag infringement. We take the lesson, stay focused and come back stronger. Time to fight back! 💪 #QatarGP🇶🇦 #Moto3 https://t.co/gr3nOpw3yg
— Idemitsu Honda Team Asia (@honda_team_asia) November 6, 2026
Dua pembalap lain juga terpantau tidak mematuhi sinyal bendera kuning di Tikungan 11, yakni Ruche Moodley (CODE Motorsports) dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Akan tetapi, mereka berdua hanya menerima Peringatan Resmi karena merupakan pelanggaran pertama musim ini.
Menghadapi balapan di Lusail, Veda mengantongi raihan podium ketiga serta dua kemenangan semasa berkompetisi di Moto4 Asia Cup (dulu bernama Asia Talent Cup) pada 2022 dan 2023. Kendati demikian, rookie asal Gunungkidul, Yogyakarta ini merasa tetap perlu untuk kembali mempelajari karateristik sirkuit.
"Saya sangat menantikan balapan di Qatar setelah meraih podium di Malaysia. Finis kedua di Sepang merupakan perasaan yang luar biasa, apalagi dengan kehadiran keluarga dan begitu banyak penggemar asal Indonesia yang mendukung saya di sana. Hasil tersebut memberikan motivasi dan kepercayaan diri yang besar bagi saya untuk akhir pekan ini," ucapnya.
"Saya sadar kami harus terus bekerja keras karena setiap sirkuit memiliki karakteristik yang berbeda, dan Qatar akan menghadirkan tantangannya tersendiri. Saya memang punya sedikit pengalaman di sini, tetapi kami tetap perlu memahami kondisi lintasan, menemukan pengaturan motor yang tepat, dan membangun kecepatan secara bertahap. Balapan malam juga merupakan sesuatu yang istimewa, jadi saya sangat antusias untuk merasakannya kembali.
"Setelah pencapaian di Malaysia, saya ingin terus berkembang dan kembali bersaing di kelompok barisan depan. Saya akan memberikan yang terbaik sejak sesi pertama dan berusaha menikmati akhir pekan yang kompetitif bersama tim," pungkas Veda.