Francesco Bagnaia Evaluasi Diri secara Menyeluruh

Pembalap Ducati ini memanfaatkan jeda Kejuaraan untuk melakukan evaluasi terhadap diri sendiri – terutama usai dihadapkan tantangan berat sepanjang MotoGP 2025.

Musim lalu benar-benar jadi menguras Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team). Tak hanya secara fisik, tetapi juga mental. Rentetan kegagalan finis membuatnya tergelincir turun ke peringkat klasemen akhir, di belakang Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing).

Begitu kontrasnya hasil balapan Bagnaia terlihat jelas jika dibandingkan dengan dominasi total rekan setimnya, Marc Marquez. Rider #93 bahkan sukses mengunci gelar juara MotoGP 2025 saat Kejuaraan masih menyisakan lima Grand Prix.

Dalam acara peluncuran Ducati Lenovo Team 2026 di Madonna di Campiglio pada awal pekan ini, Bagnaia mengungkapkan bagaimana dirinya melakukan evaluasi menyeluruh dan mendalam atas situasi sulit yang dialaminya musim lalu.

"Saya hanya mencoba mengevaluasi kembali semuanya. Musim dingin ini, saya mengambil liburan singkat bersama istri saya dan benar-benar mengatur ulang diri. Kemudian saya mulai berlatih di gym lagi cukup awal dan menganalisis berbagai hal. Saya pikir itu sangat membantu," tuturnya.

"Saya mampu melepaskan diri dari kehidupan sehari-hari, menghadapi masa lalu, dan lebih memikirkan diri sendiri. Saya sangat kesulitan, jadi saya harus mengevaluasi kembali semuanya dan memahami apa yang menjadi tolok ukur seorang pembalap. Tolok ukur itu adalah Marc Marquez."

Bagnaia menambahkan, bahwa penting baginya untuk merefleksikan semuanya dan memahami kriteria untuk mencapai hasil yang lebih baik. Ia menyebut, dalam beberapa situasi, Marquez balapan dengan baik, sementara dirinya kesulitan.

"Jadi saya menganalisis berbagai hal secara lebih detail dan mencoba memahami apakah ada sesuatu yang dapat saya lakukan. Saya percaya selalu ada ruang untuk perbaikan, apa pun situasinya. Tahun lalu adalah musim yang sulit bukan hanya bagi saya tetapi juga bagi tim karena kami berjuang untuk memahami dan menangkap situasi dengan jelas," papar pembalap yang akrab disapa Pecco itu.

"Ada banyak momen ketika kami memiliki potensi besar, tetapi tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Kami juga mengalami beberapa nasib buruk, seperti ban bocor di Malaysia. Ada saat-saat ketika saya kesulitan menemukan feeling dan performa saya, tetapi bagaimanapun juga, saya percaya bahwa dengan tetap tenang dan bekerja keras selama musim dingin ini, saya dapat beradaptasi dengan situasi apa pun dan meningkatkan kemampuan saya."

Berbicara tentang targetnya pada MotoGP 2026, pembalap kelahiran Turin, Italia itu mengungkapkan keinginannya untuk memperjuangkan gelar juara.

"Saya sangat beruntung, dan saya ingin terus menikmati musim ini. Tahun ini, saya ingin berjuang untuk kejuaraan, tidak seperti tahun lalu. Saya ingin mempersulit Marc Marquez, tetapi saat ini saya hanya ingin fokus pada balapan. Saya akan menjalani setiap balapan satu per satu dan kemudian membahas masa depan saya," tandasnya.

Nikmati Aksi Tes secara Gratis!

Ikuti aksi terbaik Tes dan konten libur musim secara eksklusif di VideoPass & TimingPass. Bersiaplah sambut 2026!

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.