Ada banyak pertanda selama 12 bulan terakhir, bahwa salah satu raksasa MotoGP yang tertidur mulai bangun. Tak ada lagi menunda alarm dan tidur lebih lama. Honda sudah bangun dan menikmati espresso pagi mereka, dengan kafein yang akan segera terasa saat MotoGP makin mendekati peluncuran pada musim ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, HRC kehilangan daya saing untuk memperebutkan podium dan kemenangan secara konsisten. Sebagai salah satu pabrikan paling sukses di MotoGP – bersama dengan Yamaha – HRC kesulitan untuk mengimbangi peningkatan pesat para pesaing elit Eropa, seperti Ducati, Aprilia, dan KTM.
Sempat ada secercah harapan. Kemenangan yang dicatatkan Alex Rins di GP Amerika 2023 dan kemenangan balapan kandang legendaris Johann Zarco di GP Prancis 2025 telah memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi Honda. Namun, bagi tim yang memiliki sejarah panjang dalam merengkuh trofi gelar juara, dua kemenangan dalam tiga musim tidaklah cukup memuaskan.
Tetapi ketika Zarco melanjutkannya dengan finis posisi kedua pada balapan berikutnya di Silverstone, banyak publik yang antusias. Tanda-tanda menunjukkan bahwa HRC mulai kembali meningkatkan performanya. Dan dua podium yang diraih Joan Mir (Honda HRC Castrol) di Motegi dan Sepang membuktikan bahwa kemajuan yang dicapai sangat signifikan.
Hal itu juga terbukti selama Tes Sepang. Pembalap penguji HRC, Aleix Espargaro, menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kegembiraannya atas kinerja RC213V 2026. Ia bahkan menyebutnya sebagai motor MotoGP terbaik yang pernah ia kendarai. Pujian besar dari mantan pembalap yang pernah menang balapan bersama Aprilia.
Pujian juga dilontarkan Mir atas paket RC213V 2026. "Saya merasa nyaman di atas motor ini. Saya merasa percaya diri. Kami masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, tapi hari ini berjalan positif," kata Juara Dunia MotoGP 2020 itu pada hari kedua Tes Sepang.
"Daya cengkeram (grip) masih menjadi masalah. Kami lebih banyak tergelincir daripada yang kami inginkan dan besok kami akan mengerjakannya. Saya akan mencoba memahami apa yang perlu kami tingkatkan di area tersebut. Kami akan mencoba menyatukan semuanya… Ini adalah paket terbaik yang pernah saya kendarai sejak bergabung dengan Honda, jadi saya senang."
Mir memimpin catatan waktu pada hari kedua dan menempati posisi kelima secara keseluruhan, setelah menembus 1 menit 56 detik. Catatan waktu 1 menit 56,874 yang ditorehkannya membuatnya terpaut 0,472 detik dari pembalap tercepat, Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Namun, yang terpenting, waktu lap Mir di Tes Sepang lebih cepat 0,405 detik dari waktu lap terbaiknya saat Tes Sepang 2025.
Kemajuan HRC juga ditekankan oleh Manajer Tim, Alberto Puig. "Kami sangat senang karena kami telah membuat kemajuan besar. Ini bukan revolusi, tetapi peningkatan di area yang perlu kami tingkatkan. Bukan hal yang besar, tetapi hal-hal kecil yang membuat hasil akhirnya cukup besar. Motor bekerja dengan baik, kami lebih puas dengan performa mesinnya, motor lebih baik dan lebih ringan. Kami senang. Targetnya adalah untuk menang sesegera mungkin," tandasnya.
Meskipun Mir dan rekan setimnya, Luca Marini, mengatakan bahwa hari terakhir Tes Sepang mengungkap beberapa masalah yang masih ada bagi HRC, terutama cengkeraman ban belakang, tetapi tidak diragukan lagi bahwa pabrikan Jepang menikmati pramusim terbaik mereka setelah sekian lama. Dan meskipun Ducati dan Aprilia tampaknya masih memiliki keunggulan dalam hal performa keseluruhan, tidak banyak orang yang meragukan bahwa HRC tidak akan bersaing untuk meraih kemenangan tahun ini.
Puig selalu jujur. Tidak ada basa-basi dalam menjawab pertanyaan dari pria Spanyol yang berpengalaman ini, dan jika seseorang seperti dirinya mengatakan targetnya adalah menang secepat mungkin, maka Anda tahu Honda berada di posisi yang baik untuk dapat bersaing dan memiliki peluang dalam mencetak kemenangan pada 2026.