Sepekan usai mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix di Goiania, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), harus pulang dengan tangan hampa. Ia terjatuh saat tengah berjuang menembus lima besar pada Moto3 di Red Bull Grand Prix Amerika Serikat.
Veda membuka akhir pekan di COTA dengan sangat baik. Menghadapi trek yang belum pernah dijajalnya, ia mampu beradaptasi cepat. Setelah memastikan diri lolos otomatis ke Q2 untuk kali ketiga secara beruntun, rider bernomor #9 itu mengamankan posisi start keempat.
Saat hari balapan, Veda sempat kehilangan posisi dan melorot turun ke urutan kedelapan. Namun, ia dapat bangkit dengan segera menemukan ritme. Pada lap keempat, pembalap asal Gunungkidul ini menempati posisi keenam. Akan tetapi, kecelakaan highside ketika keluar dari Tikungan 11 memaksanya akhiri perlombaan lebih awal.
"Balapan hari ini sangat berat bagi saya karena sejak awal terjadi banyak pertarungan agresif di dalam grup, dan tidak mudah untuk mengendalikan semuanya," ucapnya.
"Namun setelah itu saya mulai merasa lebih baik, saya menemukan ritme saya dan saya mampu menyalip beberapa pembalap dan mulai mengejar grup depan. Pada saat itu saya memiliki perasaan yang sangat baik di atas motor dan saya merasa yakin bahwa saya bisa bertahan di sana dan bertarung.
WOAH
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) March 29, 2026
BIG highside for Pratama and he takes Esteban with him 💥#USGP 🇺🇸 pic.twitter.com/MXjk7OC4i4
"Sayangnya, saya membuat kesalahan dan itu mengakhiri balapan saya. Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih menikung, dan saya kehilangan kendali motor.
"Tentu saja saya kecewa, karena saya pikir hari ini kami memiliki kesempatan yang baik, tetapi ini juga bagian dari pembelajaran dan mendapatkan pengalaman. Saya akan mengambil ini sebagai pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez."
Meninggalkan COTA dengan nol poin, Veda Ega Pratama turun ke peringkat ketujuh klasemen Moto3 2026. Walau begitu, ia masih memimpin dalam perebutan titel Rookie of The Year musim ini, unggul atas rival sesama debutan: Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) dan Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3).
Menanggapi DNF (did not finish/tidak finis) pertama yang dicatatkan oleh Veda, Hiroshi Aoyama selaku Manajer Tim Honda Team Asia menyampaikan pendapatnya. "Veda bertarung dekat dengan grup depan dan memiliki kecepatan untuk tetap bersaing memperebutkan posisi teratas," ujar pria Jepang tersebut.
"Dia sedikit kehilangan posisi di awal, tetapi dia pulih dengan baik dan mengejar kembali sebelum melakukan kesalahan kecil yang menyebabkan kecelakaan. Sangat disayangkan karena dia memiliki kecepatan dan kepercayaan diri untuk melakukan balapan yang sangat baik sekali lagi."
Veda Ega Pratama akan kembali berlaga dalam Ronde 4 Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Estrella Galicia 0,0 Grand Prix Spanyol pada 24 – 26 April mendatang. Nantikan aksi sang rookie!