Itu adalah rentetan hasil yang tak diinginkan, yang tentunya ingin diakhiri oleh kekuatan dominan MotoGP saat ini, Ducati, sesegera mungkin. Skuad balap berbasis di Bologna itu pun diyakini bertekad mengemas kemenangan di Sirkuit Jerez-Angel Nieto akhir pekan depan.
Ducati Lenovo Team – diperkuat Marc Marquez dan Francesco Bagnaia – belum meraih podium pada balapan Minggu sejak Grand Prix Jepang 2025. Delapan balapan adalah penantian podium terpanjang sejak Aragon 2012 hingga Qatar 2014. Secara lebih luas, Ducati belum meraih kemenangan dalam lima Grand Prix berkat kehebatan Marco Bezzecchi dan Aprilia Racing.
Marc Marquez bahkan belum pernah melewati enam Grand Prix tanpa kemenangan dalam balapan Minggu sejak Aragon 2020 hingga Grand Prix Portugal 2021 – rangkaian delapan balapan antara kemenangan Danilo Petrucci di GP Prancis 2020, dan kemenangan Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) di GP Spanyol musim 2021.
Bagaimana mungkin itu rasanya sudah lima tahun berlalu? Ya, seperti kata pepatah, waktu berlalu begitu cepat saat kita bersenang-senang. Dan memang, Ducati telah menikmati banyak kesenangan sejak kemenangan perdana Jack Miller, meski kala itu tidak menghasilkan gelar juara lantaran titel direngkuh oleh Fabio Quartararo dan Monster Energy Yamaha MotoGP. Namun sejak saat 2021 itulah, Ducati tampak tak terkalahkan.
Francesco Bagnaia (dua kali), Jorge Martin (sekarang rival), dan Marc Marquez (Juara Dunia bertahan), ketiganya telah menambahkan plakat mereka ke Tower of Champions dari 2022 hingga 2025 saat mengendarai Ducati Desmosedici GP. Tetapi saat ini, pabrikan Italian lain yang sedang dalam tren kemenangan, Aprilia.
Kini kita kembali ke Benua Eropa, para bintang Ducati pastinya bakal bersemangat untuk kembali ke podium tertinggi, sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan pabrikan Borgo Panigale – terutama duo home hero kakak beradik, Marc Marquez, dan pemenang GP Spanyol musim lalu, Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP).
Rider #73 menjadi bintang yang memukau penonton pada 2025. Dan setelah awal musim 2026 yang kurang memuaskan 2026, sang Runner-Up tahun lalu itu pun mengusung tekad untuk mengulangi kejayaannya di Jerez akhir pekan lalu. Jika musim lalu menjadi patokan, Alex Marquez seharusnya bisa kembali bersaing ketat kali ini.
Di sisi lain, Marc Marquez akan berusaha memperbaiki hasil finis ke-12 di GP Spanyol 2025. Dengan tiga minggu tambahan untuk membangun kembali kekuatan bahunya, serta membiarkan dampak kecelakaan FP1 di COTA mereda, performa #93 di Jerez menjadi salah satu pertanyaan terbesar menjelang ronde 4.
Mengingat bagaimana akhir pekannya di Austin dimulai, dan kemudian bagaimana kualifikasi dan Tissot Sprint berlangsung, sebenarnya hanya ada sedikit masalah dengan kecepatan balap sang Juara Dunia bertahan pada balapan Minggu. Sejauh ini, Marc Marquez sendiri telah mengoleksi dua trofi Sprint tahun ini – di Buriram dan Goiania Brasil – namun #93 tentu haus akan kemenangan Grand Prix.
Adapun, sejumlah pihak menilai bahwa pembalap Italia yang memiliki peluang terbaik untuk mengembalikan Ducati ke podium teratas hari Minggu adalah Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team). Ini berdasarkan kinerja Diggia yang mencetak dua pole position beruntuan, serta memimpin pasukan Ducati di klasemen. Jika #49 mampu berada di barisan depan di Jerez, seperti yang dilakukannya di GP Brasil dan Amerika Serikat, itu adalah pertanda pasti Ducati memiliki senjata andalan yang konsisten dalam meraih kemenangan balapan dan podium musim ini.
Sementara itu, dapatkah Pecco, pemenang GP Spanyol 2022, 2023, dan 2024, menemukan kembali performa terbaiknya di sirkuit yang telah memberinya banyak kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir? Dan apa yang telah dilakukan oleh tiga minggu latihan tambahan untuk membantu Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) mendapatkan kebugaran yang sangat dibutuhkan setelah cedera patah tulang paha? Ia merupakan Spaniard lain dalam jajaran Ducati yang memiliki rekam jejak kemenangan balapan baru-baru ini.
MotoGP tiba di Jerez dengan banyak pertanyaan yang menunggu jawaban. Dan saat etape Eropa yang krusial dan seringkali menentukan musim 2026 dimulai, jutaan mata akan tertuju pada Ducati untuk melihat apakah mereka memiliki respons terhadap peluncuran luar biasa Aprilia awal musim ini. Untuk makin memperumit persaingan ketat di depan, Martin bakal berlomba di kandang sendiri – dan juga berupaya menggulingkan rekan setimnya, Bezzecchi.
Saksikan dan jangan lewatkan putaran Estrella Galicia 0,0 Grand Prix Spanyol pada 26-28 April. MotoGP kembali beraksi untuk melihat siapa yang akan melanjutkan rentetan kemenangan hingga Le Mans – dengan sejarah yang akan tercipta apa pun hasil pertarungannya.