Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) start dari posisi ketiga saat menghadapi Sprint Sepang. Ia naik ke posisi kedua pada Lap 3. Meski sempat turun ke posisi kedelapan, Acosta akhirnya berhasil mengamankan kemenangan Sprint, yang pertama sejak balapan Tissot Sprint di Buriram pada awal musim.
"Di antara grup saya, hanya saya dan Ai Ogura yang tidak sedang memperebutkan apa pun. Marc Marquez dan Marco Bezzecchi fokus pada perebutan gelar juara, sementara Alex Marquez mengalami kecelakaan," ucapnya.
"Saya sebenarnya kurang piawai dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah, tetapi ini adalah momen yang tepat untuk menghadapi tantangan tersebut. Saya tidak akan rugi apa pun, dan saya tahu Marc ada di belakang saya, mungkin berhati-hati agar tidak terjatuh. Senang sekali bisa tampil tanpa melakukan kesalahan—berbeda dengan apa yang terjadi di Australia."
Sprint Sepang sempat dibayangi ancaman hujan, di mana para pembalap MotoGP diperbolehkan untuk mengganti motor dengan ban basah. Sejumlah rider melakukan pertaruhan, tetapi hasilnya tak sesuai harapan. Situasi ini pun sempat membuat Acosta dalam kegamangan untuk melakukan pergantian motor atau tidak.
"Saat balapan menyisakan tujuh lap, hujan mulai turun di sekitar Tikungan 4, 5, dan 6, meski belum sampai membasahi seluruh lintasan seperti yang terjadi setelah balapan usai. Saya sangat bersyukur balapan berakhir tepat pada waktunya, Jika ada satu lap lagi, saya mungkin harus mulai mempertimbangkan untuk masuk ke pit," tuturnya.
"Saat balapan tersisa tiga lap, kami termasuk segelintir pembalap yang tidak sedang memperebutkan apa pun. Berkendara dengan ban slick di tengah hujan adalah pengalaman yang benar-benar baru bagi saya—pengalaman yang sangat berharga, menurut saya."
Lebih jauh menjelaskan tentang manajemen balapan yang dilakukan saat Sprint, Acosta mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak pernah berpikir untuk masuk pit dan mengganti motor. Sepang adalah sirkuit yang sangat panjang, sehingga meskipun waktu masuk pit dilakukan dengan sempurna, waktu yang terbuang akan terlalu banyak.
"Saat itu saya membuntuti Ai Ogura, dan ketika ia sedikit melambatkan lajunya, saya sadar, 'Ini kesempatan saya—kalau tidak, dengan daya cengkeram yang terbatas, mustahil untuk menyalip. Menurut saya, saya berhasil melakukan manuver menyalip di saat yang tepat," terangnya.
"Karena Marc Marquez sedang terlibat dalam perebutan gelar juara yang sengit dan jelas tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu, kami memiliki sedikit keunggulan di dalam grup kami."
Lantas, bagaimana dengan peluang dan ekspektasi pada balapan GP Malaysia? Acosta menjawab, "Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya. Saya sempat kesulitan dalam kondisi lintasan kering—terutama saat membuntuti Ai Ogura, di mana saya mengalami masalah dengan ban depan.
"Saya memang bisa mengimbangi, tetapi tetap tertinggal sedikit di belakang. Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk bisa lebih dekat ke podium dan melihat apakah saya bisa mengulangi performa hari ini," pungkasnya.