Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) mencetak rekor lap tercepat sepanjang masa dalam kualifikasi, sekaligus mencatatkan pole position keduanya musim ini. Menghadapi balapan Tissot Sprint, ia finis di posisi keempat – tertinggal 4,481 detik dari pemenang, Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team).
Beraksi dalam balapan kandang yang berlangsung Minggu (31/5), Bezzecchi sempat turun ke posisi kedua pada lap kedua. Namun, ia mampu merebut kembali posisi terdepan setelah menyalip Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) di Tikungan 1 pada Lap 14.
Di hadapan para penggemar tuan rumah yang berkumpul di Autodromo Internazionale del Mugello, Bez meraih kemenangan keempatnya musim ini – juga merupakan kemenangan kesepuluhnya di kelas utama, kemenangan ke-16 dalam kariernya, serta kemenangan pertamanya di GP Italia.
"Saya tak percaya. Ini adalah impian saya sejak kecil. Rasanya luar biasa bisa mewujudkan impian ini. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Mugello. Ini adalah momen terbaik saat sebuah mimpi menjadi kenyataan," tuturnya.
"Saya tak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan saya. Sebuah mimpi yang telah lama saya ingat telah menjadi kenyataan. Saya datang ke sini bersama ibu, kakek, dan adik saya untuk menonton Valentino Rossi dan pembalap Italia lainnya. Saat melihat para penggemar hari ini, kenangan datang ke sini kembali terlintas. Sungguh indah."
Bezzecchi mengaku merasakan adanya tekanan sebelum balapan dimulai. Tampil sebagai salah satu bintang tuan rumah diungkapkannya turut menjadi andil bahwa ia harus memberikan penampilan dan hasil yang terbaik di hadapan para fans Mugello.
"Sejujurnya, dua lap terakhir itu... Itu sulit. Saya mulai melihat dari sudut mata saya kerumunan besar di tribune dan di lapangan rumput yang melambaikan tangan dan menyemangati saya. Sulit untuk mempertahankan konsentrasi saya, tetapi saat saya melewati garis finis sungguh luar biasa," ungkapnya.
"Tekanan telah mencapai puncaknya sejak Kamis. Dukungan para penggemar luar biasa, tetapi pada saat yang sama, saya merasakan tekanan yang sangat besar untuk menang. Ini adalah pertama kalinya saya benar-benar merasakan tekanan, tetapi melihat begitu banyak orang mendukung saya memberi saya kekuatan yang luar biasa. Itulah mengapa saya bekerja sangat keras untuk meraih kemenangan ini.
"Ya. Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan," tandas Bezzecchi.
Berkat kemenangan di Mugello, pembalap Aprilia itu memperlebar keunggulannya menjadi 17 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin, dan unggul 39 poin dari Fabio di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) yang menempati peringkat ketiga klasemen.
"Saya sempat bertarung sengit dengan Jorge Martin di awal balapan. Ban depan lebih awet jika tidak ada yang di depan saya, jadi... Saya ingin mempertahankan keunggulan saya, tetapi Pecco Bagnaia menyalip saya dengan akselerasi secepat roket. Saya terkejut dengan kecepatannya, namun saya tidak panik. Saya mencoba untuk tetap sedekat mungkin, berhati-hati agar tidak terlalu dekat, tetapi juga memastikan ban depan saya tidak terlalu panas," kata Bezzecchi membahas tentang jalannya GP Italia.
"Saya melihat Jorge tertinggal, jadi saya memutuskan untuk menunggu dengan sabar. Ketika Jorge kembali, saya memutuskan, 'Sekaranglah kesempatan saya untuk memimpin,' dan begitu saya menyalip Pecco, saya mulai berkendara dengan kecepatan saya sendiri. Saya merasa sangat menyatu dengan motor," imbuhnya.
Marco Bezzecchi akan menghadapi Ronde 8 di Grand Prix Hungaria akhir pekan ini. Musim lalu, ia finis ketujuh dalam Sprint dan mengemas podium ketiga saat balapan Grand Prix.