Marc Marquez Memulai Perburuan Gelar Juara MotoGP 2026?

8 Dari 22 Grand Prix telah terlewati. 72 Poin memisahkan Juara Dunia bertahan dengan pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi. Angka, statistik, rival, dan manajemen Ducati menyatakan semuanya masih bisa terjadi.

Tak akan pernah ada keraguan bahwa Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kehilangan gairahnya, meski baru saja dibekap cedera. Hanya dalam putaran kedua setelah kembali dari operasi, ia telah mengingatkan semua orang akan statusnya sebagai Juara Dunia bertahan. Memenangi GP Hungaria – kemenangan Grand Prix pertamanya sejak Misano musim lalu – upaya #93 untuk merengkuh gelar kedelapan di MotoGP kembali berjalan lancar. Dan walau jumlah poin yang harus dikejarnya besar, itu bukanlah hal yang mustahil.

Marquez tiba di Balaton Park dengan selisih 102 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang memuncaki klasemen Kejuaraan Dunia. Posisi ketiga Bez pada Sprint dan kegagalan finisnya dalam balapan Minggu,  diiringi dengan keberhasilan Marquez yang memangkas 30 poin.

Selisih 72 poin masih merupakan tugas yang sangat berat. Namun, jangan lupa, Marquez mengunci gelar juara MotoGP 2025 dengan lima ronde tersisa. Ia tidak mencetak poin dalam lima Grand Prix terakhir musim lalu, tetapi masih memiliki selisih 78 poin atas Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Sebagai referensi, selisih poin untuk mengklaim titel setelah GP Jepang 2025 adalah sebesar 201 poin. Artinya, peluang masih terbuka lebar bagi #93 tahun ini.

"Kejuaraan ini sangat panjang, tapi kami belum berada pada momen yang tepat, kami belum dalam kondisi terbaik... Sejujurnya, saya merasa belum siap untuk bertarung," kata Marquez saat ditanya apakah dirinya termasuk salah satu penantang gelar juara.

"Akhir pekan ini mungkin saja, tapi di Mugello kami tertinggal 10 detik dari pemimpin balapan, jadi kita lihat saja nanti.

"Itu sangat bergantung pada Brno dan Assen, dan kemudian pada jeda musim panas. Saya masih perlu mencapai 100% kemampuan saya yang baru. Saya tidak akan mengatakan 100%, namun saya perlu mencapai 100% kemampuan saya yang baru dan dari titik itu saya akan mengerti. Tapi tentu saja, Anda tahu saya. Jika saya di sini, itu untuk bertarung. Setiap balapan, setiap latihan, dan hanya... Saya ingin menikmatinya."

Peluang Marquez dalam perebutan titel tampaknya sudah pasti jika Anda bertanya kepada para rivalnya. Bezzecchi dan rekan setimnya, Jorge Martin, yang sama-sama menyatakan kembalinya #93 di Mugello adalah untuk menang. Begitu pula Francesco Bagnaia, yang sangat memahami kegigihan rekan setimnya tersebut.

Marquez sendiri pasti sangat menyadari comeback Bagnaia dan pencapaian epiknya, yang merebut gelar juara MotoGP 2022 usai tertinggal sejauh 91 poin dari Fabio Quartararo. Dan ada juga comeback luar biasa lainnya. Putaran final Grand Prix Valencia 2006 yang menyambut Nicky Hayden sebagai Juara Dunia MotoGP.

Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, berbagi pemikirannya tentang kemenangan pertama Marquez dalam sembilan bulan dan apa artinya ke depannya. "Rasanya sangat menyenangkan. Kami menantikan hari ini sejak awal musim. Kami senang bisa meraihnya sekarang, ketika Marc semakin pulih dan kembali ke 100% kondisi kesehatan tubuhnya," ucapnya.

Disinggung tentang atmosfer di garasi pabrikan Borgo Panigale, Tardozzi merangkumnya dengan pernyataan, "Sempurna! Pecco tiga podium beruntun dan Marc kembali menang. Dia (Marquez) melakukan segalanya di sini. Pole position dan rekor lap pada Sabtu, rekor lap dan kemenangan pada Minggu. Bagi Marc, ini adalah mimpi karena kita tahu betul dan dia tahu bahwa dia tidak 100%, tetapi pada akhirnya, dia adalah Juara yang kita kenal dan terkadang, dia suka mengejutkan kita."

Tardozzi lalu melanjutkan, "Yang terpenting adalah menjalani setiap balapan satu demi satu dan memastikan Marc kembali 100% secara fisik, karena ini adalah masalah utama bagi kami. Jelas, kami tahu bahwa ketika dia dalam kondisi sempurna, dia adalah salah satu yang terbaik. Kami sangat menghormati rival-rival yang memimpin (klasemen) Kejuaraan dan mereka kurang beruntung akhir pekan ini. Memangkas (selisih) 30 poin seperti yang kami lakukan di Balaton Park bukanlah hal yang normal dan kami tahu betul bahwa mulai balapan berikutnya, mereka akan sulit dikalahkan."

Melihat gambaran yang lebih besar dan beberapa bulan penuh cedera yang dialaminya – dimulai hanya seminggu setelah salah satu comeback terbesar dalam olahraga – Marc menutup dengan mengatakan, "Saya telah memberi banyak tekanan pada diri saya sendiri selama karier saya dan sekarang saya menyadari bahwa setelah semua yang terjadi, saya perlu menikmati dan sedikit lebih santai pada diri saya sendiri. Saya ingin lebih rileks dengan intensitas yang sama namun mencoba untuk menikmatinya."

Jadi, apakah menurutmu, Marc Marquez, akan kembali membawa pulang Tower of Champions?

Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.