Kemenangan di Brno Sangat Penting bagi Marc Marquez

Pembalap Ducati itu berhasil meraup 32 poin sepanjang akhir pekan GP Ceko, membawanya naik ke peringkat keempat klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP.

Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) start dari posisi keempat dan masuk tiga besar pada lap pertama. Ia menyalip Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) untuk posisi kedua pada lap kedua, dan kemudian melewati rekan setimnya, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) untuk merebut posisi pertama.

Juara Dunia MotoGP tujuh kali ini lalu membendung tekanan Ogura dengan selisih 0,421 detik. Marquez pun berhasil mengamankan kemenangan Grand Prix keduanya musim ini secara beruntun. Ia juga mencatatkan kemenangan kelimanya di Creditas Autodrom Brno (2013, 2017, 2019, dan 2025) serta mencetak kemenangan ke-75 di kelas premier.

"Ini benar-benar tidak terduga. Melihat perkembangan akhir pekan dan balapan kemarin, saya pikir finis di podium mungkin saja terjadi, seperti dalam Sprint, tetapi itu hanyalah skenario yang optimis. Mengetahui bahwa menyalip akan sulit, saya menyerang pada beberapa lap pertama. Berkat itu, saya mampu memposisikan diri di belakang Pecco. Saya belajar beberapa hal sepanjang akhir pekan, salah satunya adalah Anda harus selalu tetap rendah hati dan terus berkendara dengan gigih," ucapnya.

"Bagian akhir (balapan) terasa panjang, tetapi saya berhasil bertahan. Itu benar-benar sulit. Motor dalam kondisi baik, tetapi saya benar-benar kelelahan. Kemenangan ini sangat penting, terutama di lintasan berbelok ke kanan. Inilah yang saya targetkan."

Berbicara tentang manajemen balapan, Marquez mengungkapkan bagaimana dirinya tidak tahu cara menyalip Bagnaia, atau bagaimana menghentikan serangan Ogura. Rider #93 menyadari penuh kekuatan Ogura yang sangat kencang menjelang akhir lomba. Belum lagi, Marquez cukup banyak menggunakan ban belakangnya.

"Ketika Anda berada di belakang seseorang, Anda tidak bisa mengerem sesuka hati, dan akselerasi serta selip menjadi lebih cepat, jadi saya menggunakan ban belakang saya dengan cara yang biasanya tidak saya lakukan menjelang akhir," tuturnya.

"Saya khawatir dengan mereka berdua, tetapi saya melancarkan tiga serangan terhadap Pecco. Yang pertama pada awal balapan, yang kedua di tengah, dan yang ketiga menjelang akhir. Saya harus mendapatkan angin pada ban depan saya sambil secara bersamaan mencegah serangan Ogura, jadi situasinya seperti berjalan di atas tali."

Berkat kemenangan di GP Ceko, Marquez memangkas selisih poin dengan pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing). Dari yang sebelumnya berjarak 102 poin, kini ia terpaut 40 poin. Sang Juara Dunia bertahan pun masuk dalam perburuan titel MotoGP 2026.

"Satu setengah bulan lalu, saya benar-benar tersingkir dari perebutan gelar juara. Tertinggal 102 poin. Saya dirawat di rumah sakit dan melewatkan dua balapan. Sekarang selisihnya menyempit menjadi 40 poin. Saya tidak tahu bagaimana bisa terjadi, namun kami masih ikut bersaing," ujarnya.

“Saya seorang realis. Di Belanda, saya harus bersabar. Assen adalah sirkuit yang sulit bahkan ketika saya dalam kondisi prima. Menurut ramalan cuaca, sepertinya tidak akan turun hujan, jadi saya akan mengertakkan gigi, bertahan, dan melihat apakah kondisi fisik saya sudah pulih setelah libur musim panas."

Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.