Kemenangan yang sudah lama dinantikan. Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) kini dapat menyebut dirinya sebagai pemenang MotoGP setelah kemenangannya yang menakjubkan di GP Belanda. Jepang memiliki pahlawan MotoGP baru untuk didukung, serta #79 berada pada jajaran pembalap hebat lainnya dari negaranya dan luar negeri dalam beberapa daftar eksklusif.
MASUK KLUB ELITE
125 – Ogura menjadi pembalap ke-125 yang memenangI Grand Prix di MotoGP.
96 – Ini adalah podium ke-96 Jepang di MotoGP, hanya empat podium lagi menuju angka 100 yang sebelumnya hanya dicapai oleh enam negara: Italia, Spanyol, AS, Inggris Raya, Australia, dan Prancis.
22/24 – Jepang harus menunggu 22 tahun untuk kembali meraih kesuksesan di kelas utama – terakhir kali adalah Makoto Tamada yang meraih kemenangan dalam balapan kandang di Motegi pada 2004, kemenangan kedua dan terakhirnya.
Saat Tamada meraih kemenangan itu, Ogura baru berusia 3 tahun. Selain itu, penampilan kualifikasi Ogura juga mencetak sejarah: pole position di Brno dan posisi kedua di Assen berarti ia kembali menempati start baris depan beruntun bagi pembalap Jepang untuk pertama kalinya sejak Tohru Ukawa pada 2002.
18 – Ogura menambahkan namanya ke daftar pemenang saat ini di MotoGP, menjadikannya pemenang ke-18. Hanya empat pembalap yang belum pernah menang di kelas utama, yakni Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing), Luca Marini (Honda HRC Castrol), Diogo Moreira (Pro Honda LCR) dan Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha MotoGP).
13 – Kemenangan Ogura adalah kemenangan ke-13 bagi Jepang, tetapi Assen pernah menjadi tuan rumah salah satu kemenangan sebelumnya, yaitu kemenangan Okada pada 1999 setelah start dari pole position. Dan 480 Grand Prix kemudian, sejarah terulang kembali.
9 – Ini adalah back-to-back yang luar biasa bagi Ogura. Karena di Brno, ia menjadi pembalap kesembilan sejak 2012 (tahun diperkenalkannya Moto3) yang meraih pole position di Moto3, Moto2, dan MotoGP.
9 – Ia juga merupakan pembalap kesembilan yang meraih kemenangan pertamanya di Sirkuit TT Assen, bergabung dengan Nello Pagani, Remo Venturi, Barry Sheene, Will Hartog, Jack Middelburg, Alex Criville, Ben Spies, dan Jack Miller.
7 – Bintang Jepang ini adalah pemenang ke-7 yang berbeda dari negaranya, bergabung dengan nama-nama seperti Hideo Kanaya, Takazumi Katayama, Norick Abe, Tadayuki Okada, Tohru Ukawa, dan Makoto Tamada.
1-2 – Bagi SuperFile Trackhouse MotoGP Team, finis 1-2 di Sprint dan GP – hanya Ducati Lenovo Team yang pernah melakukannya sebelumnya di Motegi pada 2025.
YANG PERTAMA
1 – Salah satu hal yang paling mengesankan adalah bahwa sepanjang sejarah MotoGP selama 77 tahun, belum pernah ada pemenang Jepang dengan motor selain motor Jepang. Kemenangan Ogura bersama Aprilia adalah kemenangan pembalap Jepang pertama di luar merek Honda atau Yamaha.
1 – Pembalap pertama dari Moto4 Asia Cup yang meraih kemenangan di MotoGP.
1 – Aprilia kini menjadi satu-satunya pabrikan yang semua pembalapnya telah memenangi Grand Prix atau Sprint pada 2026, sejak Phillip Island musim lalu, semua pembalap mereka telah memenangi Grand Prix.
Jadi, apa selanjutnya bagi pembalap yang bertengger pada peringkat keempat dalam klasemen Kejuaraan? Belum pernah ada kemenangan beruntun untuk pembalap Jepang di MotoGP, dan mereka juga belum pernah menang di Sachsenring... sampai sekarang.
Hanya 25 poin yang memisahkan Ogura dari puncak klasemen. Pembalap Jepang terakhir yang memimpin klasemen? Hideo Kanaya setelah GP Jerman 1975 di Hockenheim. Akankah sejarah terulang kembali lebih dari setengah abad kemudian?