Honda HRC Castrol telah mengumumkan bahwa Joan Mir akan melewatkan dua Grand Prix berdasarkan saran medis dari Direktur Medis MotoGP, dokter Angel Charte, beserta timnya di Rumah Sakit Universitas Dexeus.
Setelah terpaksa mundur dari GP San Marino dan absen di GP Austria, Mir terus menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Universitas Dexeus, Barcelona, di bawah penanganan dokter Angel Charte dan tim medisnya. Tujuannya adalah untuk menemukan akar penyebab berbagai gejala yang dialami pembalap Honda HRC Castrol tersebut selama beberapa bulan terakhir, di mana tingkat keparahan gejala yang meningkat belakangan ini membuatnya tidak dapat berkompetisi.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan belum memberikan kesimpulan pasti, dan dokter Charte menyarankan istirahat total serta terapi rehabilitasi selama 15 hari ke depan. Oleh karena itu, Mir disarankan untuk tidak berkompetisi dalam Grand Prix Jepang dan Indonesia mendatang. Kondisinya akan diperbarui setelah pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
Honda Racing Corporation akan mengumumkan penggantinya pada waktu yang tepat.
Angel Charte, Direktur Medis MotoGP: "Joan Mir telah mengalami berbagai gejala yang memengaruhi energi dan performanya selama beberapa bulan, dengan tingkat keparahan yang meningkat belakangan ini. Penyebabnya sendiri belum dapat dipastikan saat ini. Mengingat gejala tersebut terus berlanjut dan cukup parah, Mir telah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Universitas Dexeus guna mendapatkan diagnosis yang pasti.
"Berdasarkan gejala tersebut, saran medis yang diberikan adalah menjalani istirahat total dan berbagai perawatan selama 15 hari ke depan. Akibatnya, saya menyarankan agar ia tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Jepang dan Indonesia. Kondisinya akan terus dipantau secara ketat oleh tim saya."