Poin Pembicaraan MotoGP™ Catalunya

Apa saja Poin Pembicaraan yang muncul dari akhir pekan di Circuit de Barcelona-Catalunya? Simak selengkapnya di sini.

Francesco Bagnaia mengakhiri kutukannya. Pembalap Ducati Lenovo Team itu bangkit kembali dari kekecewaan dalam Tissot Sprint untuk memenangi balapan Grand Prix, sekaligus mengklaim podium pertamanya di Circuit de Barcelona-Catalunya. Lalu, ada pula kegembiraan pada Sabtu bagi Aleix Espargaro (Aprilia Racing). Capitano berhasil pole position dan memenangi Sprint.

Mari kita lihat Poin Pembicaraan dari MotoGP™ Catalunya

"Penting bagi Saya untuk Melakukan Sesuatu di Tikungan 5"

Setelah terjatuh pada lap terakhir Sprint, Pecco Bagnaia berupaya membuat penebusan dalam balapan Grand Prix demi memulihkan defisit sebesar 44 poin. Juara Dunia bertahan itu melakukan manuver overtaking kemenangan di Tikungan 5, tikungan yang sama di mana ia terjatuh sehari sebelumnya.

"Saya sangat senang karena pada hari Sabtu saya sangat marah dan kecewa. Penting bagi saya untuk melakukan sesuatu di Tikungan 5 hari ini karena penting untuk memaafkan apa yang terjadi pada hari Sabtu. Menyalip di sana adalah tempat terbaik karena saya sangat kuat di Tikungan 4. Saya mendapatkan banyak waktu di entry corner dan corner speed. Jadi, saya memutuskan untuk masuk ke sana. Saya hanya berdoa agar saya tidak kehilangan (grip) bagian depan, tapi itu berhasil!," tuturnya.

"Saya Tidak Sadar Sedang Berjuang untuk P3 pada Lap Terakhir"

Masih ada lagi kegembiraan podium bagi Marc Marquez (Gresini Racing MotoGP™). Juara Dunia delapan kali itu naik dari P14 ke P2 dan P2 saat Sprint dan Grand Prix. Sang pembalap bahkan tak menyadari dirinya tengah memperebutkan posisi tiga besar dengan Aleix Espargaro pada hari Minggu.

"Awalnya sulit karena beberapa pembalap, seperti (Franco) Morbidelli, banyak menggunakan ban belakang dan saya tidak bisa menyalip mereka. Lalu, selangkah demi selangkah, saya melihat P5. Namun, saya tidak sadar bahwa saya sedang berjuang untuk P3 pada lap terakhir! Saya hanya berkonsentrasi pada perbedaan dan para pembalap. Saya sangat senang berada di P3 di sini di Montmelo setelah start dari posisi ke-14. Tetapi jika kami ingin bertarung dengan Bagnaia dan (Jorge) Martin, kami perlu meningkatkan latihan dan kualifikasi," terang Marquez.

"Saya Bisa Saja Membuat Kekacauan Besar"

Aleix Espargaro berada di sisi yang salah dalam pertarungannya dengan Marquez, walu ia terlihat cukup dekat untuk melakukan manuver di tikungan terakhir. Namun, Capitano memilih untuk menahannya dan menutup akhir pekannya yang luar biasa baginya dengan raihan P4.

"Saya mencoba segalanya karena Marc tidak punya grip di tikungan kanan. Saya berkata pada diri sendiri, ’Oke, jika Anda sudah dekat di Tikungan 13 atau 14, mungkin saya bisa masuk ke dalam’.” Tapi dia melindungi bagian dalam dan pada saat-saat terakhir saya memutuskan untuk tidak melakukannya. Saya bisa saja membuat kekacauan besar dengan Marc, di Catalunya, pada akhir pekan yang spesial bagi saya. Saya tidak menginginkan hal itu. Tempat keempat sudah cukup bagus," kata Espargaro.

"Saya Mengabaikan Dashboard"

Enea Bastianini (Ducati Lenovo Team) membuat geram Steward atas aksinya di Catalunya. Pembalap Italia itu dikenai Long Lap Penalty setelah kontak dengan Alex Marquez (Gresini Racing MotoGP™), tetapi Bastianini sengaja mengabaikannya. Itu membuatnya menerima lebih banyak penalti, yang juga diabaikannya. Bestia melewati garis finis di urutan ke-10, namun diturunkan ke P18 pasca-balapan. Ia bahkan mendatangi Steward setelah bendera kotak-kotak dikibarkan.

"(Pesan dalam) dashboard sangat jelas! Tapi yah, saya mengabaikannya. Karena saya menyalip Alex di lurusan dan ketika kami menginjak rem, saya mengerem sangat, sangat terlambat dan dia mengerem lebih lambat dari saya dan mendorong saya keluar ke kerb," ucap Bastianini.

"Saya menunggu (penalti) turun posisi untuk Alex selama dua atau tiga lap, tapi kemudian Long Lap Penalty justru datang untuk saya! Saya tidak setuju dan memutuskan untuk terus balapan tanpa melakukan long lap."

"Aprilia Bisa Jadi Opsi Bagus bagi Saya"

Bastianini juga menjadi berita utama karena berbagai alasan, seiring keinginannya mengamankan kursi MotoGP™ pada 2025. Saat ini, ia sedang bertarung dengan Jorge Martin dan Marc Marquez untuk kursi pabrikan Ducati musim depan.

Bestia sendiri dihubungkan dengan Aprilia. Pabrikan Noale telah menyatakan keinginan mereka untuk memiliki pembalap Italia yang mengendarai RS-GP. Dan tampaknya Bastianini mungkin memenuhi kebutuhan tersebut.

"Aprilia bisa menjadi opsi bagus bagi saya. Tapi kami juga punya tawaran lain dan kami harus mengevaluasi tawaran lainnya. Pikiran saya sekarang hanya pergi ke Mugello dan mencoba menang. Tapi kita lihat saja nanti," ujar Bestia.