Apa yang Menghambat Marc Marquez Jadi Penantang Gelar?

#93 bersama Crew Chief-nya, Frankie Carcheci, menjelaskan kelemahan besar yang saat ini menghalanginya.

Marc Marquez tampak seperti pembalap yang terlahir kembali pada 2024. Juara Dunia delapan kali itu baru saja mengamankan podium ketiga beruntunnya akhir pekan lalu. Ia telah mengemas empat finis tiga besar Tissot Sprint dan bertengger di peringkat ketiga klasemen Kejuaraan Dunia, tertinggal 41 poin dari Jorge Martin (Prima Pramarc Racing ). Dalam balapan MotoGP™ Prancis dan Catalunya, pembalap Gresini Racing itu comeback dari start baris kelima dengan penampilan yang sangat mengesankan.

MotoGP™, Race, Gran Premi Monster Energy de Catalunya
MotoGP™, Race, Gran Premi Monster Energy de Catalunya

Kendati belum mencapai puncak performa dalam perburuan titel, musim ini menandai pertama kalinya sejak cedera parah yang dialaminya pada 2020. Kita melihat Marquez kompetitif di setiap putaran. Namun, hasil dan peringkat yang bagus dalam klasemen justru membuat The Ant of Cervera  merasa dirinya bukanlah penantang Kejuaraan Dunia. Mengapa?

“Kualifikasi!,” serunya.

Baik Marquez maupun Crew Chief, Frankie Carchedi, menyebut kinerjanya sebelum balapan sebagai kelemahan utama #93 musim ini. Sejak bergabung dengan Ducati, Marquez menempati P6, P8, P3, P1, P13, dan P14 di grid. Setelah mengklaim pole position di Jerez, ia gagal mencapai Q2 pada dua putaran berikutnya.

Melalui akun media sosialnya, Carchedi menuturkan penurunan mendadak dalam hal performa, sembari menyatakan bahwa mencoba menyeimbangkan simulasi balapan saat sesi Practice, dan serangan waktu (time attack) yang kuat dengan kurangnya data bukanlah tugas yang mudah.

Adapun bagi Marquez, ia menyebut ban baru terbukti bermasalah, menggagalkan upayanya dalam kualifikasi. Sementara itu, perbedaan antara Honda dan Ducati saat memasuki tikungan juga berperan. “Salah satu kelebihan saya adalah masuk (tikungan). Saat saya memakai ban baru, dan masuk (tikungan), saya tidak bisa melakukannya karena bagian belakang lebih mendorong ke depan. Jadi kita perlu memahami setup yang kita gunakan,” ucapnya.

“Kami perlu memahami semua hal ini untuk memanfaatkan ban. Bersama Honda, saya sudah terbiasa berkendara seperti ini selama 10 tahun, terutama pada lap cepat. Masuk (tikungan) lalu kamu akan keluar. Tapi dengan motor ini, semuanya sedikit berbeda.”

“Di Le Mans dan Catalunya, ketika ada ban baru, saya kesulitan. Saya sudah berjuang selama pramusim. Sepertinya saya mampu mengimbanginya pada beberapa balapan pertama, tetapi sekarang sepertinya saya kesulitan lagi dengan ban ini. Kami perlu bekerja sangat mendalam dalam hal ini. Jika kami start dari dua atau tiga baris pertama, itu adalah balapan lain. Tetapi ketika Anda start dari posisi ke-14, Anda dihukum dengan strategi. Saat ini, kami dapat menyelamatkan banyak hal, namun risikonya terlalu besar.”

Memang benar. Walau memulai balapan dari grid P14, Marquez nyatanya masih dapat merebut podium ganda di Catalunya. Kendati demikian, hal itu tidak berkelanjutan jika dirinya ingin bertarung demi gelar juara.

“Jika saya ingin mengejar titel, saya start dari dua baris pertama. Ini salah satu targetnya, tapi memang benar mereka (Martin dan Bagnaia) punya sesuatu yang lebih. Saya memiliki sesuatu di beberapa trek, namun mereka cepat di setiap trek. Jadi kita perlu memahami hal ini,” kata #93.

“Kami tidak bisa kesulitan pada Jumat. Kami tidak bisa kesulitan dalam Q1. Seperti yang saya katakan, untuk hanya tertinggal 40 dan 41 poin, di belakang pembalap teratas setelah enam balapan, jika Anda mengatakan ini kepada saya sebelum awal musim, saya akan berkata, 'Di mana saya harus menandatangani kontrak? Saya akan menandatanganinya. Saya akan menandatangani kontrak untuk finis tiga besar di akhir Kejuaraan’, karena, bagi saya, ini akan menjadi musim yang luar biasa.”

Sang pengoleksi delapan titel itu mungkin meremehkan ekspektasi saat ini, tetapi peringkatnya di klasemen tidak berbohong. Ia peringkat ketiga, di belakang Martin dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dari enam putaran yang sudah terlewati. Sedangkan di lintasan, Marquez dia telah terbukti menjadi duri bagi keduanya.

Mari Bermain MotoGP™ Fantasy dengan LCR Honda Team League

'LCR Honda Team League' akan berlangsung dari GP Spanyol hingga GP Italia, dengan 3 pencetak poin terbanyak berpeluang menangi hadiah unik LCR Honda Team. Tak masalah jika Anda belum mendaftar di MotoGP™ Fantasy, karena MotoGP™ LCR Honda Team League akan dimulai dari 0 sehingga setiap orang memiliki peluang sama untuk menang! Apakah Anda siap?

Bergabunglah sekarang!

Mantan pembalap MotoGP™ dan Reporter Pit Lane kami, Simon Crafar, menyatakan Marquez bakal menjadi masalah besar untuk Martin-Bagnaia, jika meningkatkan kualifikasinya. Marquez sendiri mengakui itulah yang harus dilakukannya jika dirinya ingin menjaga peluang dalam perebutan gelar juara.

“Tentu saja kami adalah penantang? Kenapa? Karena kami berada di peringkat ketiga klasemen setelah enam balapan, namun kami berada dalam tiga besar dan itu adalah posisi kami yang sebenarnya karena ada dua pembalap yang sedikit lebih cepat. Jika kami ingin bertarung dengan mereka, kami perlu meningkatkan latihan kualifikasi,” tegasnya.

Dan kini, Marquez bersama pembalap MotoGP™ lainnya dalam perjalanan ke perbukitan hijau Mugello untuk Grand Prix Brembo Italia. Jangan lewatkan akhir pekan balapnya pada 31 Mei - 2 Juni!