Dilema Ducati dalam Putuskan Tandem Pecco Bagnaia

Memilih di antara tiga pembalap tercepat di dunia bukanlah keputusan mudah. Hal ini diungkapkan oleh CEO Ducati Corse, Claudio Domenicali.

Pembicaraan tentang rekan setim Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) telah mendominasi berita utama MotoGP™ dalam beberapa minggu terakhir. Tak mengherankan lantaran kursi pabrikan Ducati adalah yang paling didambakan. Desmosedici GP juga terbukti mampu mengantarkan Pecco ke tangga Juara Dunia sebanyak dua kali pada 2022 dan 2023. Bahkan, kini sang Italiano berpeluang untuk merengkuh hat-trick titel.

Seperti yang diketahui bersama, bahwa Ducati sudah resmi memperbarui kontrak Bagnaia untuk 2025 dan 2026. Akan tetapi, masih belum diketahui siapa yang akan menjadi tandemnya musim depan. Jelas ini bukan keputusan yang mudah.

Di antara tiga kandidat, ada petahana Enea Bastianini, pemenang balapan kelas utama, Juara Dunia Moto2™, serta pilihan utama Bagnaia. Lalu, ada Jorge Martin (Prima Pramac Racing), pemimpin klasemen saat ini dan rival utama Bagnaia selama sekitar 18 bulan terakhir. Terakhir, sosok Marc Marquez, Juara Dunia delapan kali yang kembali kencang bersama Gresini Racing.

Claudio Domenicali, Ducati Lenovo
Claudio Domenicali, Ducati Lenovo

"Kami punya banyak pemikiran. Ini bukan pilihan yang mudah, karena ketiga kandidat tersebut memiliki level tinggi dan mungkin memiliki performa yang belum pernah ada sebelumnya. Enea di Prancis finis dua detik di belakang pemenang, meski mendapat Long Lap Penalty, yang membuatnya kehilangan tiga detik. Mungkin dia dianggap keluar dari persaingan, tapi dia tampil sangat baik. Jorge mungkin sedang berada dalam momen terbaik dalam kariernya. Marc adalah Marc," tutur Domenicali kepada Sky Italia.

"Ini adalah pilihan yang rumit. Kami mencoba mempertimbangkan semua detail kecilnya. Di sisi lain, di masa lalu, saya mengalami momen di mana sulitnya menemukan pembalap cepat yang mau membalap untuk kami!

"Ini rumit, tapi saya yakin kami akan menemukan keseimbangan yang baik."

Mari Bermain MotoGP™ Fantasy dengan LCR Honda Team League

'LCR Honda Team League' akan berlangsung dari GP Spanyol hingga GP Italia, dengan 3 pencetak poin terbanyak berpeluang menangi hadiah unik LCR Honda Team. Tak masalah jika Anda belum mendaftar di MotoGP™ Fantasy, karena MotoGP™ LCR Honda Team League akan dimulai dari 0 sehingga setiap orang memiliki peluang sama untuk menang! Apakah Anda siap?

Bergabunglah sekarang!

Perihal tentang keputusan Ducati ini telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara para fans dan pakar di paddock. Banyak orang yang sampai menghubungi Domenicali guna memberikan pendapat mereka perihal calon pembalap pabrikan Borgo Panigale musim depan.

"Olahraga terkadang memecah belah. Beberapa penggemar mendukung satu sisi, yang lain mendukung sisi lain," ucapnya.

"Saya menerima pesan dari orang-orang yang mengatakan bahwa satu pilihan jelas lebih baik daripada pilihan lainnya, dan pesan lain dari orang lain yang mengatakan bahwa jelas pilihan terbaik adalah pilihan lain. Itu adalah sesuatu yang membuat olahraga menjadi indah, melibatkan para penggemarnya.

"Pada akhirnya, kami di sini karena kami menikmatinya, kami menyukai balapan, kami di sini untuk para penggemar kami. Kami di sini untuk menampilkan pertunjukan yang bagus. Kami akan mencoba membuat pilihan yang bijaksana, dengan mempertimbangkan segala hal yang perlu dipertimbangkan."