Podium Joan Mir di Sepang Bukti Nyata Progres Honda

Joan Mir gembira dapat menunjukkan dan memaksimalkan kinerja RC213V dengan raihan finis ketiga akhir pekan lalu.

Setelah terjatuh saat balapan Tissot Sprint, Joan Mir (Honda HRC Castrol) bangkit untuk membayarnya dalam Grand Prix Malaysia. Upayanya membuahkan hasil. Memanfaatkan tersingkirnya Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) yang dihantam problem ban bocor, pembalap #36 itu berhasil mengamankan posisi ketiga. Ini menjadi podium keduanya bersama Honda usai raihan serupa di GP Jepang.

"Saya sangat senang bisa menyelesaikan balapan seperti ini dan menunjukkan kemampuan kami. Kami memaksimalkan kemampuan kami. Ini bukti bahwa kami telah melakukan pekerjaan yang hebat sebagai tim, dan jika Anda percaya diri, Anda bisa melakukannya," ucapnya.

"Saya merasa kami bisa melakukan sesuatu hari ini, jadi saya mengerahkan segenap kemampuan. Situasinya sangat sulit antara melaju kencang dan jatuh. Saya sangat berhati-hati di Tikungan 9 (saat saya jatuh pada Sprint)."

Honda terus berjuang melakukan peningkatan performa RC213V. Serangkaian tes privat gencar digelar pabrikan Jepang – salah satu privilese yang dimiliki lantaran berada dalam konsesi peringkat D. Kendati butuh proses panjang, progresnya mulai terlihat. Luca Marini konsisten mendulang poin. Dan meski Mir cenderung inkonsisten, dua podium Grand Prix telah digenggamnya.

"Kemajuan yang dicapai Honda selama 12 bulan terakhir sungguh luar biasa. Saya memperpanjang kontrak karena saya tahu apa yang bisa kami lakukan dengan proyek ini. Saya ingin berterima kasih kepada tim dan semua teknisi Honda," kata Mir.

"Itu sangat sulit. Luar biasa sulit. Saya berjuang keras, tetapi itu sangat menyenangkan. Satu-satunya cara untuk tetap berada di belakang pembalap di depan adalah dengan mengambil lebih banyak risiko, tetapi saya tidak ingin jatuh lagi seperti yang saya lakukan kemarin (saat balapan Sprint)."

Bicara soal area yang perlu ditingkatkan untuk masa depan, Mir menyoroti daya cengkeram di bagian belakang motor. "Dengan motor ini, saya harus mengerem lebih lambat, memasuki tikungan tajam, dan menginjak gas lebih awal. Itu berarti saya harus mengambil risiko lebih besar daripada yang saya inginkan," tuturnya.

"Yang perlu kami tingkatkan untuk balapan berikutnya dan untuk masa depan adalah bagaimana melakukan pengereman motor di belakang dan meningkatkan cengkeraman. Dengan begitu, saya akan memiliki sedikit lebih banyak keleluasaan."

Joan Mir saat ini menempati peringkat ke-15 klasemen Kejuaraan dan mengemas perolehan 93 poin. Sedangkan rekan setimnya, Luca Marini, menduduki peringkat ke-13 serta mengumpulkan 128 poin.

Duo pembalap Honda HRC Castrol bakal kembali beraksi dalam Ronde 21 yang bakal dihelat di GP Portugal pada 7-9 November 2025 mendatang.

Seberapa Paham Anda tentang Dampak Keberlanjutan MotoGP?

Ikuti kuis kami dan dapatkan kesempatan memenangi hadiah MotoGP yang luar biasa, termasuk video game MotoGP™25, headphone Audio-Technica, langganan MotoGP VideoPass, dan banyak lagi!

Ikuti Kuisnya!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.