Duduk Perkara Insiden Buriram: Pedro Acosta dan Marc Marquez

Kutipan dari kedua belah pihak dan semua sudut pandang dari insiden kontroversial – atau penalti – pada Sprint MotoGP.

Apakah ada kontak? "Ada kontak." Apakah Anda akan melakukan hal yang sama? "Tentu saja."

Jawaban singkat Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing), yang masih menceritakan banyak hal setelah duelnya yang begitu sengit dengan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) di Buriram.

Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, awalnya menyatakan bahwa manuver tersebut bukanlah kontak, tetapi kemudian dikonfirmasi oleh kedua pembalap bahwa memang ada sedikit kontak. Atau beberapa? Penaltinya sendiri menyatakan "menyebabkan kontak dengan pembalap lain saat menyalip dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil melalui hal itu, yang mengakibatkan perubahan posisi", dalam laporan akhir hari dari FIM MotoGP Stewards.

Berikut ini cuplikan dari setiap sudut pandang jika Anda melewatkannya – dan ingat, ini terjadi pada dua lap terakhir.

Dari sisi Acosta, pembalap bernomor #37 itu memulai penjelasannya sejak saat-saat setelah insiden Buriram, yang memberinya satu lap tersisa untuk mencoba mengejar ketertinggalan waktu dari Marquez.

"Setelah kontak kami jelang lap terakhir, saya benar-benar tidak percaya. Saya berusaha karena saya cukup cepat di Tikungan 3 dan 4 dan saya mengejar ketertinggalan waktu di Tikungan 1 dan 2. Marc mengerem sangat terlambat di tikungan terakhir dan Tikungan 1, dan cukup sulit untuk melakukan manuver, tetapi bagaimanapun, kami harus senang. Bahkan tanpa penaltinya, kami harus senang dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dan untuk pertarungan yang mampu kami lakukan," ucapnya.

Acosta juga mengatakan, "ingin memenangi balapan dengan berjuang untuk itu, tetapi bagaimanapun, Anda harus berada di sana untuk mendapatkan hal-hal ini..."

Dari sisi Marquez, pembalap bernomor 93 ini mempertanyakan soal waktu dijatuhkannya penalti terhadap dirinya.

"Terjadi kontak. Kontak kecil. Tapi motor saya sudah setengah motor di depan, bahkan sejak memasuki tikungan. Jadi para Steward memutuskan untuk memberi saya penalti. Oke. Menurut saya, penalti itu, pesannya, datang terlambat. Karena baru sampai di tikungan terakhir. Jika mereka ingin menerapkan sistem ini, jika mereka ingin lebih ketat, mereka perlu mengirimkan penalti di keluar Tikungan 3. Jangan menunggu sampai tikungan terakhir. Tapi, oke, hari ini saya sudah membayarnya, jadi yang terpenting saya finis di posisi kedua, itu bagus," tukasnya.

Ia juga menyampaikan beberapa kata yang akan dinikmati oleh para penggemar yang merasa penalti tersebut tidak adil. "Saya rasa hari ini para penggemar MotoGP sudah mengerti bahwa semangat membara di dalam diri saya masih ada," imbuhnya.

Jadi, akan lebih banyak lagi yang bisa diharapkan dalam balapan GP Thailand pada Minggu (1/3). Dan bagi mereka yang masih ragu atau pendukung Tim Pedro, Acosta akan mencoba mengulang balapan untuk melihat bagaimana hasilnya pada percobaan kedua – setelah sebelumnya mengatakan bahwa ia merasa kakinya lebih kuat pada hari Minggu untuk jarak balapan yang lebih panjang.

"Kami akan mencoba mengalahkannya (Marc Marquez) besok dan jika tidak memungkinkan, ya sudahlah. Tapi saya sangat senang dengan pertarungan yang berhasil kami lakukan hari ini," tuturnya.

Intip pula percakapan keduanya, serta peraih posisi ketiga, Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) dalam Unheard eksklusif kami. Dan jangan lewatkan GP Thailand mulai pukul 15.00 WIB. Besar kemungkina duel kembali terulang, dengan tambahan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) sebagai pembalap tercepat sejauh ini di Buriram.

Ini Bukan untuk Semua Orang

Perangkat apa pun, kapan pun, di mana pun. Saksikan musim 2026 dengan MotoGP™VideoPass!

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.