Pembalap Pro Honda LCR, Diogo Moreira, menghadapi akhir pekan balap pertamanya pada kelas premier dengan bermodalkan tes pramusim yang solid. Ia mengklaim posisi start ke-15 dalam kualifikasi dan kemudian berada di urutan ke-13 pada balapan Tissot Sprint.
Dalam sesi kualifikasi resmi pertama, ia mencatatkan waktu tercepat kelima yaitu 1 menit 49,489 detik, mengalahkan waktu tercepat ke-19 dalam uji coba tersebut (1 menit 29,920 detik) dengan selisih 0,431 detik. Tissot Sprint berada di posisi ke-13, 11,970 detik di belakang pemenang dan 7,046 detik di belakang hasil terbaik Honda.
"Saya menikmati Sprint tersebut dan banyak belajar selama prosesnya. Secara keseluruhan, itu adalah pengalaman yang positif. Semua orang sangat cepat, dan tidak mudah untuk mengimbangi kecepatan mereka. Awalnya saya gugup, tetapi secara bertahap saya mendapatkan kepercayaan diri, dan secara keseluruhan saya rasa saya berhasil mengatasinya dengan baik," kata Moreira.
Sedangkan dalam debut balapan Grand Prix, sang rookie Brasil mencetak tiga poin berkat keberhasilan finis posisi ke-13. Ia berjarak 5,585 detik di belakang rekan setimnya, Johann Zarco, yang menempati posisi ke-11.
Meski membawa pulang poin, Moreira mengaku petik banyak pelajaran. Tidak mudah baginya untuk mempertahankan posisi, sambil melakukan manajemen ban. Pun demikian, hal itu justru memantik semangatnya demi peningkatan performa yang lebih baik lagi.
"Balapan yang bagus. Saya sangat senang. Menyenangkan bisa bertarung dengan Enea Bastianini. Ban cepat aus dan saya kesulitan, tetapi secara keseluruhan berjalan sangat baik. Mulai sekitar Lap 12, ban mulai cepat aus dan saya harus berjuang sendirian untuk sementara waktu, tetapi ini balapan yang positif bagi saya. Saya memulai musim dengan motivasi tinggi. Ini adalah proses pembelajaran. Sangat menyenangkan!", tukasnya.
"Ini debut yang positif. Lima tahun terakhir ini berlalu begitu cepat. Menjadi juara dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang saya ingin melanjutkan kesuksesan saya di MotoGP. Saya akan pulang. Grand Prix Brasil adalah acara yang sangat istimewa. Ini akan menjadi akhir pekan yang fantastis. Saya ingin melihat apa yang bisa saya lakukan di sana.
"Di Thailand, saya membuat langkah besar dari tes ke balapan. Masih banyak yang harus saya pelajari. Ini dunia yang benar-benar berbeda. Saya banyak belajar dengan mengikuti pembalap seperti Marc Marquez dan Alex Marquez. Saya perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk berlatih. Itu akan membuat perbedaan besar."
Pinjam Sarung Tangan #93
Bicara tentang kehidupan di luar lintasan, Moreira beberapa kali terlihat menghabiskan waktu dengan berlatih bersama Marc dan Alex Marquez. Lalu, yang menarik adalah sarung tangan yang digunakannya saat debut MotoGP dalam balapan GP Thailand. Ia terlihat memakai sarung tangan milik #93.
"Berlatih bersama mereka sangat menyenangkan. Selalu menjadi impian saya untuk berlatih bersama mereka. Saya mencoba belajar sebanyak mungkin, dan mereka selalu siap membantu saya. Saya sangat bersyukur," ujarnya.
Moreira’s gloves… do you know who they belong to? 👀
— LCR Team (@lcr_team) February 28, 2026
Hint: the initials are MM#ThaiGP @MotoGP pic.twitter.com/eMRZoL6nke
"Saya menggunakan sarung tangan Marc Marquez. Mari kita lihat apakah saya bisa melaju sekitar dua detik lebih cepat (tertawa).
"Sebenarnya, sarung tangan saya sendiri tidak pas, jadi saya memintanya. Saya akan bisa menggunakan sarung tangan saya sendiri di Brasil."
Diogo Moreira akan kembali beraksi menghadapi balapan kandang pertamanya di Grand Prix Brasil pada 20-22 Maret mendatang. Nantikan aksinya!