Masalah Teknis Paksa Joan Mir DNF di Buriram

Pembalap Honda HRC Castrol ini mendadak kehilangan kecepatan saat sedang menempati posisi kelima di GP Thailand akhir pekan lalu.

Joan Mir (Honda HRC Castrol) membuka musim baru MotoGP 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Mengamankan grid start ke-10, ia meraih finis ketujuh dalam balapan Tissot Sprint. Kemudian pada perlombaan Grand Prix, sang pembalap berhasil menyalip Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP), Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing team).

Setelah kegagalan finis Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), Mir pun naik ke urutan kelima. Namun, segera setelah itu, pada Lap 22, ia kehilangan kecepatan dan masuk pit lane, lalu mundur diri dari balapan.

"Saya rasa kami hampir menjalani akhir pekan yang solid. Itu balapan yang bagus. Saya berkendara dengan baik dan melakukan beberapa manuver menyalip, tetapi masalah di luar kendali kami menyebabkan kami harus mundur. Sangat disayangkan kami tidak mendapatkan poin. Saya menikmati mengendarai motor di trek ini dan merasa sangat kompetitif," ucapnya.

"Saya membuat kemajuan yang stabil dalam sesi pemanasan dan mampu memacu motor dengan sangat keras selama balapan. Dengan empat lap tersisa, saya mulai merasakan getaran yang sangat kuat dan harus segera berhenti, tetapi sampai saat itu saya telah menghemat ban dengan cukup baik."

Penyebab DNF

Perihal kendala teknis yang dialaminya, Mir mengungkapkan, bahwa dirinya mulai kehilangan kendali di gigi enam. Sistem elektronik pada motor disebutnya tidak berfungsi dengan baik, membuat kinerja motor menurun.

"Sesuatu terjadi. Kami perlu mencari tahu apa yang terjadi. Kami melakukan pekerjaan yang hebat sepanjang akhir pekan, tidak membuat kesalahan, dan mampu memanfaatkan 100% performa motor, yang sangat penting bagi saya. Kemudian, pada bagian terpenting, ketika saya sudah berada di lima besar dan berusaha untuk finis, masalah itu terjadi. Sungguh sial," tuturnya.

"Itu dipicu oleh masalah teknis. Bagian tengah ban aus secara signifikan, dan motor berhenti berfungsi dengan baik, jadi kami harus berhenti. Penyebabnya adalah masalah dengan pemasok eksternal. Itulah hasilnya, dan kami harus menyelidiki mengapa itu terjadi. Itu terjadi pada waktu tertentu dengan pemasok eksternal, jadi kami perlu menyelidikinya. Ini mengecewakan karena saya pikir kami memiliki akhir pekan yang sangat bagus dan solid. Secara pribadi, saya merasa baik, tetapi mengingat betapa sulitnya untuk menang di sini, sangat sulit untuk mundur dengan empat lap tersisa.

"Semua pembalap mengalami keausan yang signifikan. Ternyata jauh lebih buruk dari biasanya, terutama dengan empat lap tersisa. Ketika ban aus secara signifikan, kemungkinan besar bukan di bagian 'penggerak', yang berada pada sudut kemiringan maksimum, tetapi kali ini bagian tengahnya sedikit aus."

Tantangan untuk Balapan Berikutnya dan Musim Ini

MotoGP bakal bertolak menuju Goiania untuk putaran kedua GP Brasil pada 20-22 Maret mendatang. Trek baru kerap menghadirkan tantangan tersendiri. Dan kali terakhir menghadapi sirkuit anyar, Mir mencatatkan hasil finis kelima. Yakni saat berlomba di GP India pada 2023 lalu.

"Di trek-trek di mana saya belum mampu naik podium musim ini, saya harus melakukan apa yang telah saya lakukan di sini. Saya akan berjuang sampai akhir, meraih bendera finis, dan melakukan yang terbaik untuk mengembalikan motor ke garasi. Saya telah melakukan yang terbaik untuk mencapai itu," paparnya.

"Anda tidak bisa terlalu terpaku pada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan. Anda harus belajar, memahami, dan terus maju. Saya ingin fokus pada hal-hal positif dari akhir pekan ini dan membawanya ke Brasil. Saya kuat di trek baru. Saya cepat beradaptasi, dan saya ingin menggunakan itu untuk keuntungan saya."

Kegilaan dimulai sekarang

Ikuti musim 2026 secara LIVE dan OnDemand dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!

 

Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.