Jorge Martin (Aprilia Racing) berhasil finis ketiga dalam balapan Tissot Sprint di Goiania. Sementara saat menghadapi Grand Prix Brasil, ia meraih posisi kedua usai melewati Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) dan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team).
Podium kedua di GP Brasil adalah yang pertama bagi Martin bersama Aprilia, juga yang pertama sejak GP Solidaritas 2024. Berkat hasil gemilang tersebut, Martinator naik ke peringkat kedua klasemen dengan perolehan 45 poin, terpaut 11 poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
"Saya tidak terlalu fokus pada keinginan untuk menang, atau ingin finis kedua, atau kelima. Saya fokus pada perasaan saya sendiri. Saya memiliki perasaan tertentu kemarin. Hari ini saya mencoba untuk membuatnya lebih baik lagi. Saya sedikit lebih baik dalam Warm Up daripada kemarin, tetapi kondisinya sangat sulit. Cuaca sudah mulai panas setelah balapan Moto2™, jadi beberapa lap pertama benar-benar sulit, tetapi saya mencoba untuk berkendara dengan sangat hati-hati dan tenang," papar Martin.
"Ketika Pedro Acosta menyalip saya, saya berkata pada diri sendiri, 'Jorge, bangun! Kalau tidak, kamu akan kehilangan kesempatanmu,' dan setelah saya menyalipnya, Marc Marquez dan Fabio di Giannantonio keluar dari jalur balap (racing line), jadi saya memanfaatkan celah kecil itu.
"Sejak saat itu, saya bahkan tidak melihat pit board, saya hanya fokus pada berkendara secara konsisten. Saya mulai berpikir tentang kemenangan, tentang mengejar Marco Bezzecchi, dan berkata pada diri sendiri, 'Saya dalam kondisi bagus, ayo!'. Namun, ada insiden nyaris celaka di Tikungan 10, jadi saya mengalihkan fokus untuk menyelesaikan balapan dan meraih poin.
"Tidak ada waktu untuk beristirahat sampai akhir, dan selisihnya menyempit pada dua lap terakhir, jadi saya harus berusaha keras. Rasanya luar biasa bisa naik podium. Ini cara yang sangat bagus untuk mengakhiri akhir pekan, dan yang terpenting, kami membuat kemajuan besar dengan Aprilia di Sektor 3, yang selama ini kami alami kesulitan dari kemarin hingga hari ini."
Alkitab dan Berpikir Positif
Selama 490 hari, Martin harus menyaksikan balapan dari pinggir lintasan. Badai cedera yang bermula dari saat tes pramusim di Sepang benar-benar menguji mentalnya. Di tengah kondisi dan situasi yang begitu menantang, Juara Dunia MotoGP 2024 itu menemukan ketenangan dengan rutin membawa Alkitab.
"Saya banyak membaca Alkitab akhir-akhir ini. Saya tidak tahu apakah itu alasan kesuksesan saya, tetapi saya pikir Anda harus selalu percaya pada sesuatu yang transenden. Setelah Valencia, saya menjalani dua operasi dan menghabiskan sekitar empat hingga lima bulan dalam isolasi," tuturnya.
"Saya telah bekerja keras pada diet, latihan, dan pelatihan mental saya setiap hari. Dan pada akhirnya, semua itu membuahkan hasil. Kerja keras selalu membuahkan hasil, dan kami berada di tempat yang seharusnya.
"Ini adalah hasil dari kerja keras 24 jam sehari, hanya fokus pada satu tujuan, yaitu untuk mengembalikan performa saya. Kami telah mencapainya. Tentu saja, kita harus menikmati momen ini, tetapi besok adalah hari lain. Itu berlaku untuk olahraga apa pun. Kita harus mengubah pola pikir kita dan terus bekerja keras. Saya berniat untuk melakukan itu mulai besok. Saya harus bangun pagi besok, tetapi saya akan punya waktu untuk menikmati hari ini.
"Saya ingin berterima kasih kepada Aprilia. Mereka mendukung saya. Masih ada beberapa area yang perlu saya tingkatkan. Saya belum banyak menggunakan motor ini, dan hal-hal tak terduga dapat terjadi selama balapan, jadi saya perlu terus menyesuaikan jalur saya. Terkadang saya merasa percaya diri selama balapan, dan terkadang tidak. Set-up kecepatan, terutama menjelang akhir, adalah sesuatu yang perlu saya latih."