Marc Marquez: Bezzecchi Satu-satunya yang Berpotensi Kalahkan Saya

Juara Dunia bertahan, Marc Marquez, mengevaluasi kinerjanya di GP Amerika Serikat, serta menyoroti performa gemilang Marco Bezzecchi.

Kendati tak keluar sebagai pemenang balapan di Circuit of The Americas (COTA), Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), akhirnya menyelesaikan jarak balapan secara penuh sejak GP Jepang 2025 – saat ia merengkuh gelar juara MotoGP ketujuhnya.

Start dari posisi keenam, Marc Marquez diganjar Long Lap Penalty lantaran menyebabkan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) terjatuh dalam Sprint COTA. Rider #93 itu menjalani hukuman pada Lap 4, lalu ia melorot turun dari posisi ketujuh ke urutan ke-11.

Walau begitu, Marc Marquez mampu bangkit untuk memulihkan posisinya. Ia menyalip Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team), Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Bahkan sempat terlibat pertarungan ketat dengan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, dan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3), sebelum akhirnya mengemas finis kelima dalam balapan GP Amerika Serikat.

"Keluar dari krisis berarti menghindari masalah dan melepaskan diri darinya, tetapi kemarin saya mendatangkan masalah pada diri saya sendiri, dan hari ini saya membayar mahal untuk itu. Di MotoGP™, untuk melepaskan diri dari rombongan, Anda harus sabar, terutama di beberapa lap pertama," tutur pembalap kelahiran Cervera itu.

"Saya dapat mengidentifikasi beberapa area yang perlu ditingkatkan dalam balapan. Itu jelas beberapa lap pertama. Saya tidak dapat menemukan ritme saya, dan saya hampir melakukan kesalahan yang sama di Tikungan 1 lagi hari ini. Itu kelemahan saya. Itu bukan kesalahan yang disengaja, jadi saya perlu berupaya untuk memperbaikinya.

"Seiring berjalannya balapan dan ban aus, pengendalian motor membaik, dan saya tidak perlu menggunakan banyak tenaga. Ini membuat motor lebih nyaman dikendarai, dan saya mampu melakukan comeback."

Kegilaan dimulai sekarang

Ikuti musim 2026 secara LIVE dan OnDemand dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!

Keterbatasan fisik masih menghalangi Marc Marquez untuk berperforma lebih dalam tiga Grand Prix pertama musim ini, yang mana pemulihan pascacedera bahu membutuhkan waktu. Faktor lain disebutkannya turut memainkan peran, yakni kinerja motor Desmosedici GP26.

"Kondisi fisik saya? Itu kombinasi dari berbagai faktor. Perilaku motor juga menjadi faktor, tetapi beberapa putaran pertama jelas memengaruhi kemampuan berkendara saya. Ban baru adalah ujian ketahanan. Anda harus menggunakan seluruh kekuatan Anda. Saya perlu terus meningkatkan kemampuan di area itu. Kecelakaan pada hari Jumat tentu berdampak. Saya terpengaruh olehnya sepanjang akhir pekan, tetapi bahkan tanpa kecelakaan itu, hasilnya mungkin tidak akan jauh berbeda," paparnya.

Menyinggung performa Ducati, dalam hal ini peningkatan kinerja Desmosedici GP26, Marc Marquez mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatatkan progres. Akan tetapi, ia tak menampik bagaimana Aprilia dapat mencapai kemajuan lebih dibandingkan pabrikan Borgo Panigale.

"Masalahnya berasal dari pabrikan lain. Kami jelas telah membuat kemajuan dibandingkan tahun lalu. Saya rasa begitu. Kami lebih cepat di hampir setiap trek yang kami kunjungi sejauh ini, baik dalam hal catatan waktu tercepat maupun kecepatan balapan (race pace), namun Aprilia telah melangkah lebih jauh. Itulah mengapa kami perlu terus bekerja, bersatu lebih dari sebelumnya, dan terus maju selangkah demi selangkah," terangnya.

"Saya pikir bahkan perubahan kecil pun dapat meningkatkan kepercayaan diri para pembalap, membebaskan mereka di atas motor, dan meningkatkan catatan waktu mereka. Mari kita lihat apakah kami dapat melangkah maju di Jerez dan secara bertahap memperbaiki situasi. Dalam hal kecepatan murni, kami tidak terlalu buruk, tetapi kami kurang konsisten."

Marc Marquez saat ini menempati peringkat kelima klasemen MotoGP dengan perolehan 45 poin. Ia terpaut 36 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), yang merebut puncak klasemen dari Jorge Martin, berkat kemenangan #72 di GP Amerika Serikat.

"Kejuaraan? Baru tiga balapan yang digelar. Jika Anda mengecualikan saya dari awal, itu masalah besar. Saya harus terus berjuang. Masih banyak poin yang bisa diraih, dan masih banyak balapan tersisa," ucap pembalap Ducati itu.

"Seperti yang kita lihat kemarin, saya melakukan kesalahan, dan Marco Bezzecchi juga melakukan kesalahan di balapan yang sama. Saya yakin saya akan melakukan lebih banyak kesalahan. Jika saya melakukan kesalahan, Bezzecchi juga akan melakukan kesalahan.

"Masalahnya adalah orang yang memimpin memiliki keuntungan dan kesalahannya dimaafkan. Saya memimpin setiap lap dalam setiap balapan pada hari Minggu. Saya dalam performa terbaik. Dia satu-satunya yang berpotensi mengalahkan saya saat ini. Kami hanya bisa menang."

Dengan ditundanya GP Qatar, yang semula dijadwalkan akan diadakan di Sirkuit Internasional Lusail dalam dua pekan mendatang, fokus pun akan beralih pada peningkatan kondisi fisik Marc Marquez untuk GP Spanyol pada 24 – 26 April mendatang.

Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.