Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP Team) terjatuh saat memimpin Tissot Sprint. Namun, dalam balapan Grand Prix Spanyol, ia menyalip Juara Dunia bertahan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) di Tikungan 6 pada lap kedua untuk merebut posisi terdepan.
Rider #73 itu lalu memegang kendali penuh atas jalannya perlombaan – mempertahankan race pace pada kisaran 1 menit 37 detik – dan akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang. Ini menandai kemenangan pertamanya sejak GP Malaysia 2025. Juga merupakan kemenangan back-to-back di GP Spanyol.
"Ini fantastis. Benar-benar fantastis! Saya bukan Raja Jerez, tetapi sungguh luar biasa nama saya terukir di sana. Kemenangan di sini sangat istimewa. Dan ini kali kedua saya. Terutama kali ini, mengingat performa saya sejak awal musim, saya tidak menyangka akan menang, jadi ini lebih istimewa lagi. Ini sangat menyenangkan. Saya sangat gembira," tukasnya.
Kemenangan yang dicetak Alex Marquez tak lepas dari strategi yang berjalan sesuai rencananya, terutama bagaimana menghadapi dua rival yang dianggapnya tangguh, yakni Marc Marquez dan pemuncak klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia Racing).
"Rencana saya jelas, dan saya menjalankannya dengan sempurna. Saya start dengan baik dan mampu menyerang. Saya melewati lap pertama di posisi kedua dan berpikir, 'Oke, ini berjalan dengan baik.' Persis seperti yang direncanakan. Saya berada di posisi yang saya bayangkan. Saya melihat peluang untuk menyalip di tikungan enam, jadi saya menyerang dan melaju dengan kecepatan saya sendiri dari sana," tuturnya.
"Saya ingin mempertahankan kecepatan saya sendiri. Bahkan jika saya balapan bersama Marc Marquez atau Marco Bezzecchi hingga akhir, saya ingin tetap membuka opsi untuk memanfaatkan peluang. Pada akhirnya, saya mampu melepaskan diri."
BACA JUGA:
Poin Pembicaraan: Magis Alex Marquez di Jerez
Awal musim 2026 berjalan sulit bagi Alex Marquez. Gagal finis di GP Thailand, kemudian tidak podium di GP Brasil dan GP Amerika Serikat. Jeda tiga pekan sebelum GP Spanyol pun dimanfaatkan betul olehnya untuk bekerja keras demi peningkatan performa.
"Seperti yang Anda lihat, sayap belakang dan sayap samping. Kami juga telah melakukan beberapa perubahan lain, tetapi semuanya kecil, dan kami bermaksud untuk terus menggunakannya. Perubahan tersebut mungkin memberi kami sedikit keuntungan, tetapi bukan perubahan besar. Fokusnya adalah pada penyempurnaan setiap bagian sedikit demi sedikit," terangnya.
"Pada akhirnya, itulah inti dari olahraga. Tidak peduli apa hasil Anda musim lalu, bahkan jika Anda finis kedua secara keseluruhan di Kejuaraan Dunia, jika Anda mengalami tiga balapan buruk berturut-turut, gagal mencapai podium, dan bahkan tidak pernah mendekati persaingan, itu normal.
"Dalam dunia olahraga, ingatan itu pendek, jadi Anda harus terus bekerja keras setiap hari. Penting untuk berkonsentrasi tanpa mengkhawatirkan pendapat baik atau buruk dari orang-orang di sekitar Anda. Sejujurnya, saya tidak sering membaca artikel. Saya mencoba untuk fokus pada pekerjaan saya dan terus bekerja keras. Pada akhirnya, kerja keras akan membuahkan hasil."
Ronde 5 dari Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 bakal dihelat dalam GP Prancis di Le Mans pada 8 – 10 Mei mendatang.