Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, terpaksa mundur dari Tissot Sprint di Jerez. Saat balapan memasuki lap kedua, ia mengalami masalah prosedural yang berkaitan kesalahan pada set-up rem depan. Martinator lalu meraih finis keempat di GP Spanyol meski sebelumnya harus start dari posisi ke-10 lantaran dikenai penalti tiga grid – melambat dan mengganggu Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) saat sesi Practice.
Tambahan 13 poin memastikan Juara Dunia MotoGP 2024 itu menempati peringkat kedua klasemen Kejuaraan. Akan tetapi, selisih poin dengan pemuncak klasemen, yang sekaligus merupakan rekan setimnya, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), melebar dari empat poin menjadi 11 poin.
"Tanpa ragu, Marco Bezzecchi berada dalam performa terbaik dalam kariernya. Sungguh luar biasa dia mampu membalikkan keadaan pada hari Minggu. Saya sudah melakukan yang terbaik. Tidak banyak lagi yang bisa saya lakukan. Keadaannya bisa jauh lebih buruk dengan pembalap Aprilia lainnya yang mendekat dari belakang. Itulah balapan," ucap Martin.
"Saya gembira dengan kemajuan kami. Saya mencoba manajemen ban, tetapi feeling terhadap ban belakang tidak terlalu bagus sejak awal. Saya merasakan kurangnya cengkeraman baik saat pengereman maupun akselerasi, jadi kami perlu mencari tahu penyebabnya."
Keesokan harinya usai GP Spanyol, Martin berpartisipasi dalam Tes Jerez. Setelah melewatkan tes resmi pramusim di Sirkuit Internasional Petronas Sepang pada Februari lalu, ia mengerjakan rangkaian program pengujian komponen yang belum pernah diujinya, di antaranya knalpot, serta ergonomi.
Martin menuntaskan Tes Jerez dengan menempuh sebanyak 64 lap, yang mana itu setara jarak 2,56 balapan. Ia berada di posisi ke-11 dan berjarak 0,739 detik dari Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) yang memuncaki pengujian.
"Hari ini, saya ingin menegaskan kembali perasaan saya kemarin mengenai ban belakang. Begitu saya mulai berkendara, rasanya jauh lebih baik daripada kemarin. Itu berarti ban belakang tidak dalam kondisi yang sangat baik," terang #89.
"Kemudian, untuk menebus waktu yang hilang pada bulan Februari, saya mulai melakukan uji coba dan mencoba beberapa hal, termasuk komponen yang digunakan oleh pembalap lain dan beberapa yang belum ada di motor saya. Setiap kali saya memasang komponen baru, bahkan ban bekas, performanya meningkat."
BACA JUGA:
REKOR APRILIA: Statistik yang Berbicara
Aprilia telah menjelma sebagai kekuatan baru pada awal musim MotoGP 2026. Bezzecchi memenangi GP Thailand, GP Brasil, serta GP Amerika Serikat. Di sisi lain, Martin mengoleksi satu kemenangan di Sprint COTA.
Dan tak hanya Bezzecchi-Martin menguasai dua besar klasemen Pembalap, pabrikan Noale juga memimpin klasemen Konstruktor, dengan Aprilia Racing memuncaki klasemen Tim. Ya, Aprilia benar-benar sedang dalam momentum tinggi, didukung performa RS-GP26 yang sangat kompetitif.
"Paketnya jelas telah meningkat secara signifikan. Pengereman dan menikung terasa lebih baik, dan cengkeraman saat akselerasi juga sedikit meningkat. Secara keseluruhan, semuanya bagus. Jelas bahwa semua orang yang berpartisipasi membuat kemajuan, tetapi kami telah melangkah maju," tutur Martin.
"Saya percaya selalu ada ruang untuk perbaikan. Tidak ada puncak dalam olahraga ini, dan selalu ada ruang untuk perbaikan di beberapa area, dan Aprilia melakukan hal itu. Bahkan, mereka mengerahkan upaya terbaik mereka, tanpa kompromi, dan sangat fokus pada peningkatan motor.
"Mereka tidak mengatakan, 'Ini sudah cukup baik,' tetapi lebih tepatnya, mereka mencoba mencari tahu di mana kami bisa meningkatkan performa. Saya pikir baik Marco maupun saya telah melangkah maju dalam uji coba ini. Hasilnya akan terlihat jelas dalam balapan mendatang."
Berbekal pemahaman yang kuat tentang potensinya, Jorge Martin akan menghadapi putaran kelima MotoGP di GP Prancis pada 8 – 10 Mei mendatang.