Tekad Tak Tergoyahkan Jorge Martin

Martinator tidak hanya mendapatkan kembali kekuatan yang ditunjukkannya pada 2024 saat menjadi Juara Dunia MotoGP™, tetapi juga kepercayaan diri dan konsistensinya usai memenangi Sprint Le Mans.

Jorge Martin (Aprilia Racing) mengemas kemenangan Tissot Sprint kedua musim ini, ketiga berturut-turut di Le Mans, serta ke-18 secara keseluruhan sejak format balapan Sprint diperkenalkan pada 2023. Raihan medali emas itu pun membuat selisih poin dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) terpangkas jadi hanya enam poin.

Start dari posisi kedelapan, Martin langsung naik ke posisi keempat di tikungan pertama, dan kemudian merebut pimpinan lomba di Dunlop chicane. Menduduki urutan terdepan, ia segera memperpanjang keunggulannya. Dari 0,5 detik pada lap pertama, lalu menjadi 1,4 detik pada lap kesembilan.

"Ini membutuhkan tekad yang teguh. Strategi start cukup jelas, tetapi start dari posisi kedelapan di grid, mustahil untuk memprediksi pergerakan pembalap lain. Ada tujuh pembalap di depan saya, dan mereka bisa melakukan hal-hal yang tak terduga," tuturnya.

"Tetapi secara bertahap saya mampu menemukan posisi saya. Saya memiliki visi yang jelas tentang ke mana saya harus pergi. Ini membutuhkan kemampuan beradaptasi, namun saya mampu melakukan start dan lap yang bagus, yang berujung pada kemenangan."

Menyalip dari Luar Chicane

Martin melakukan manuver overtake yang luar biasa saat merebut posisi pertama pada Lap 1. Ia melancarkan serangan dengan menyalip tiga rival dari sisi luar Tikungan 3 dan Tikungan 4.

"Saya tidak akan mengungkapkan semua rahasianya, tetapi hal-hal penting adalah tekad, ketegasan, dan konsentrasi. Penting untuk menggabungkan berbagai elemen dengan baik. Bukan seperti, 'Mari kita coba saja dan lihat apa yang terjadi," ucapnya.

"Ini menunjukkan bahwa saya secara bertahap mulai memahami performa Aprilia, seberapa jauh saya bisa mendorongnya, seberapa jauh saya tidak bisa mendorongnya, dan di mana batasnya. Hari ini saya sedikit mengubah set-up tanpa mencobanya terlebih dahulu. Ini juga karena saya masih belajar bagaimana mengendalikan Aprilia."

Memimpin Balapan

 Tampil tanpa cela, bahkan sangat dominan pada Sprint Le Mans, Martin rupanya sempat tidak menyangka bahwa dirinya bisa unggul atas dua rival terdekatnya, yakni Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dan Bezzecchi.

"Saya sedikit terkejut, terutama dalam lima atau enam lap terakhir. Saya berkata pada diri sendiri, 'Saya harus menyelesaikan balapan apa pun yang terjadi. Bahkan jika Pecco menyusul, tetap tenang dan jangan mengubah apa pun. 'Tapi saya berada dalam kondisi yang sangat lancar, dan saya hanya mengemudi tanpa berpikir. Begitu saya mulai berpikir sedikit, saya membuat kesalahan pada tiga atau empat lap tersisa," terangnya.

"Saya tahu bahwa ketika saya berada dalam kondisi itu, saya dapat berkendara dengan baik. Ini semua tentang kecepatan. Ini lebih baik daripada kualifikasi. Saya masih kesulitan saat kualifikasi. Saya harus terus bekerja. Saya mampu melakukan sesuatu yang istimewa hari ini, tetapi besok semua orang akan menemukan triknya, dan akan lebih sulit di trek lain."

Ekspektasi di GP Prancis

Berkat kemenangan Sprint Le Mans, Martin tentu dalam momentum untuk melanjutkan torehan apiknya dalam balapan Grand Prix pada Minggu (10/5). Ia juga memiliki catatan kemenangan di GP Prancis musim 2023, ketika mengalahkan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) dan Bagnaia.

"Yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu. Saya ingin mempersiapkan diri agar saya bisa 100% siap. Saya hanya akan mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca apa pun. Saya pikir semua orang berada dalam situasi yang sama, tetapi ini akan menjadi hari yang sulit," tukas Martin.

Dapatkan Diskon 15% MotoGP™ VideoPass

Mungkin ini bukan untukmu. Anda yakin? Buktikan kalau kami salah.

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.