Jorge Martin kembali ke Balaton Park, sirkuit di mana ia meraih hasil terbaiknya dalam balapan Grand Prix pada musim pertamanya bersama Aprilia Racing. Martinator meraih posisi kedelapan usai kualifikasi, dan mengonversinya menjadi finis keenam di Tissot Sprint.
Namun, pada GP Hungaria, manuver pengereman Martin selepas start membuat bagian depan motornya terkunci. Ia kehilangan kendali atas motornya dan kontak dengan rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Bersamaan dengan itu, Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro Racing Team), Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team), dan Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) juga terkena imbas dari kontak antara Martin dengan Bezzecchi.
Martin kemudian dibawa ke medical centre. Ia menjalani pemeriksaan yang memastikan bahwa dirinya tak cedera patah tulang, tetapi menderita memar di punggung dan kaki kanannya. Usai balapan, Juara Dunia MotoGP 2024 itu menggunakan akunnya di media sosial untuk meminta maaf.
"Saya ingin meminta maaf kepada semua rekan saya yang terlibat dalam insiden hari ini pada lap pertama balapan," tulisnya.
"Saya kehilangan kendali atas motor, dan sayangnya, hal itu menyebabkan tabrakan beruntun yang tidak dapat saya hindari. Yang terpenting adalah, syukurlah, kami semua dalam keadaan baik-baik saja. Dalam situasi seperti ini, itulah satu-satunya hal yang benar-benar penting.
"Saya sangat menyesal atas konsekuensi yang mungkin ditimbulkan oleh kecelakaan ini bagi mereka, tim mereka, dan karier mereka. Tidak ada yang ingin terlibat dalam situasi seperti ini.
"Terima kasih atas semua pesan dukungan, pengertian, dan rasa hormat yang telah kalian tunjukkan kepada saya hari ini."
Menyusul insiden Balaton Park, FIM MotoGP Steward Panel telah menjatuhkan hukuman Double Long Lap Penalty untuk balapan Grand Prix berikutnya yang diikuti oleh Jorge Martin.