Ducati Corse telah mengonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia, setelah delapan musim yang telah menyaksikan kombinasi ini mendominasi Kejuaraan Dunia MotoGP sebanyak dua kali.
Kemitraan kedua belah pihak membawa gelar juara pembalap musim 2022 kembali ke Borgo Panigale setelah penantian 15 tahun, yang kali terakhir direngkuh Casey Stoner pada 2007 silam. Bagnaia mengoleksi 31 kemenangan – terbanyak dari semua pembalap bersama Ducati - 62 podium, dan 28 pole position dengan tim pabrikan.
Claudio Domenicali, CEO Ducati Motor Holding: "Pecco telah menulis bagian fundamental dari sejarah olahraga Ducati. Ia tumbuh bersama kami, percaya pada proyek ini dan, bersama Tim, memberikan kontribusi penting untuk membawa Desmosedici GP kembali ke puncak MotoGP, merebut kembali gelar Juara Pembalap untuk Borgo Panigale yang telah hilang selama 15 tahun. Pecco adalah seorang Juara baik di dalam maupun di luar lintasan.
"Selain talentanya yang luar biasa, rasa hormatnya terhadap kerja Tim, ketersediaannya terhadap orang-orang yang berkolaborasi dengannya, dan profesionalisme yang selalu ia tunjukkan dalam mewakili Ducati menempatkannya di antara protagonis terpenting dalam sejarah kami. Kami yakin bahwa ia akan terus memberikan yang terbaik hingga hari terakhirnya mengenakan seragam merah. Bagnaia menunjukkan bahwa ia menjalani musim ini dengan tekad dan semangat yang sama yang membuatnya menjadi Juara yang dicintai oleh kami dan oleh penggemar Ducati di seluruh dunia."
Luigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse: "Pecco adalah salah satu pembalap yang percikannya langsung menyala. Kami mencarinya dan menginginkannya sejak usia sangat muda untuk membangun proyek di sekitarnya. Dia cepat, dan yang terpenting, cerdas. Tujuannya adalah untuk membawa Desmosedici GP ke potensi penuh. Kami berhasil mencapainya. Berkat kerja seluruh Tim dan teknologi, tetapi yang terpenting berkat bakat Pecco, yang, 15 tahun kemudian, telah membawa Ducati kembali ke puncak.
"Selama musim-musim yang kami lalui bersama, kami telah membangun hubungan yang matang dan solid, yang didasarkan pada rasa syukur, kepercayaan, dan rasa hormat. Hubungan yang sama inilah yang memungkinkan kami untuk mengatasi masa-masa sulit, selalu bersatu. Pecco akan selamanya menjadi Juara dalam sejarah Borgo Panigale dan juga dalam sejarah pribadi saya. Bersama Ducati, ia mewujudkan mimpi masa kecilnya, dan kami pun meraih mimpi kami bersamanya. Dalam sebuah hubungan, tidak selalu mudah untuk mengenali dan memahami kapan sebuah siklus telah berakhir dan perubahan diperlukan. Ikatan kasih sayang timbal balik yang mendalam yang menyatukan kami tidak akan berubah dan akan menjadi kunci untuk mengelola semua balapan hingga akhir musim dan untuk menutup perjalanan ini dengan catatan yang baik."