Sungguh akhir pekan yang luar biasa. MotoGP, cuaca cerah, pertarungan sengit, sejarah yang tercipta, dan balapan epik. Semuanya terjadi di pesisir Adriatik. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) menempati puncak klasemen Kejuaraan Dunia dengan perolehan poin yang sama dengan Jorge Martin (Aprilia Racing), yang harus puas finis kelima.
Simak topik-topik pembicaraan terhangat dari Ronde 14:
"Saya Tetap Tenang dan Mengelola Risiko"
Marc Marquez sedang dalam performa terbaiknya, bukan? Rider #93 melesat meraih kemenangan Grand Prix dan memangkas defisit poin terbesar dalam sejarah. Ia mengawali akhir pekan dengan kuat. Posisi kedua dalam Practice, dilanjutkan dengan mengamankan grid start kedua usai kualifikasi. Kemenangan pada Tissot Sprint menjadi pembuka GP San Marino yang memikat, di mana bintang Ducati itu meraih podium tertinggi.
Marc Marquez: "Sempurna. Tentu saja, ini adalah akhir pekan yang sangat bagus karena saya tampil cepat, namun saya juga mampu mengatur waktu dan tenaga dengan cara yang tepat. Hal itu sangat krusial untuk hari ini. Memang benar kesalahan Marco sangat membantu, dan jalannya balapan menjadi berbeda karena menurut saya dia membalap dengan sangat baik. Pada lap pertama saja, dia sudah melesat kencang. Kami hanya berusaha memberikan yang terbaik. Memang serangan dari Jorge sempat mengejutkan karena saya tidak menduganya. Tetapi, saya tetap tenang dan mengelola risiko."
"Kami Tidak Bisa Memutar Kembali Waktu"
Ini bukanlah akhir pekan yang diharapkan oleh Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) maupun pabrikan Noale. Ia gagal meraih poin pada balapan Grand Prix akibat kecelakaan di Tikungan 13. Padahal, Bez menjalani akhir pekan yang menjanjikan. Ia start dari pole position dan finis kedua saat Sprint. Menyusul kegagalan finis yang dialaminya, Bezzecchi sekarang mengevaluasi kembali strateginya dan berupaya memulihkan fokus sebelum menghadapi GP Austria.
Bezzecchi: "Sayangnya, segalanya berjalan lancar, namun saya melakukan kesalahan di Tikungan 13 dan kehilangan kendali pada bagian depan motor.
"Saat tangki bahan bakar penuh, kami harus sedikit mengatur cara pengereman. Motor sempat terasa agak goyang di bagian lintasan yang cepat, jadi saat mengerem, saya tidak bisa mengambil jalur tikungan dengan sempurna, dan sayangnya, bagian depan motor kehilangan cengkeraman.
"Situasi ini memang berat. Namun pada akhirnya, kami tidak bisa memutar kembali waktu. Jadi, kami akan bekerja keras. Untungnya, Austria akan segera tiba. Jadi kami akan pulang, mencoba memulihkan fokus, berlatih di*gym, lalu berangkat ke Spielberg."
"Saya Benar-benar Kehilangan Kendali"
Jorge Martin datang ke GP San Marino berbekal keunggulan 19 poin atas Marc Marquez. Tetapi, Martinator meninggalkan Misano dengan perolehan poin sama seperti rivalnya tersebut. Saat membahas balapannya, sang Juara Dunia MotoGP 2024 mengakui bahwa ia mengalami masalah arm pump dan menyebut hasil finis kelima sebagai sesuatu yang disayangkan.
Martin: "Saya mengalami masalah besar dengan arm pump. Sayang sekali. Menurut saya, kami kehilangan peluang besar hari ini. Feeling saya sangat bagus. Saya start dengan sangat baik. Saya sempat mengira Marc akan menjauh, tetapi kemudian saya berhasil mengejarnya lagi dan bahkan memimpin balapan. Setelah itu, saya justru bisa memperlebar jarak. Saya merasa nyaman. Saya tidak memacu motor secara ekstrem, namun tetap bisa menjauh dari lawan. Tetapi, kemudian saya mulai mengalami masalah saat mengerem dan membuka gas, dan kondisinya makin memburuk di setiap lap. Pada akhirnya, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya benar-benar kehilangan kendali atas motor saya."
"Podium yang Tak Terduga bagi Kami"
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) berhasil finis kelima pada Sprint dan melanjutkannya dengan raihan podium kedua setelah start dari posisi kesembilan. Ia mengakhiri akhir pekan di Misano dengan total perolehan 25 poin. Tampil berbalut livery spesial sebagai penghormatan kepada mendiang Marco Simoncelli, podium yang diraih #73 menambah nuansa emosional.
Alex Marquez: "Merupakan suatu kehormatan besar bisa naik podium—terutama karena mengenakan warna-warna ini, dan khususnya bisa naik podium demi Simoncelli. Ini akan menjadi GP terakhir saya bersama Gresini di Italia, jadi ada sisi emosional tersendiri juga. Saya hanya berusaha memberikan kemampuan terbaik saya sepenuhnya.
"Saya berusaha untuk tampil sangat konsisten. Saya mencoba mengelola balapan dengan cara terbaik. Saya sangat senang. Ini adalah podium yang tak terduga bagi kami, terutama posisi kedua ini."
"Kami Bertarung Melawan Ducati dan Aprilia"
Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) tampil gemilang. Untuk kedua kalinya secara beruntun dalam balapan Grand Prix, ia mengamankan posisi ketiga. El Tiburon bahkan juga tak ragu untuk tampil agresif. Sempat berduel dengan Alex Marquez pada lap-lap awal, sebelum akhirnya melakukan manuver penentu untuk merebut podium dari Martin. Meski kembali meraih podium, Acosta dan KTM harus bekerja keras untuk menemukan setup motor yang nyaman di Misano.
Acosta: "Tidak biasanya saya mengalami kesulitan sebesar ini. Akhir pekan ini saya kesulitan saat melakukan pengereman. Namun, kami berhasil membalikkan keadaan. Kami melakukan pekerjaan yang bagus tadi malam. Untuk itu, kami harus merasa senang. Pada akhirnya, kami bertarung melawan Ducati dan Aprilia. Untuk itu, kami harus merasa senang."
"Kami Harus Memaksimalkan Apa yang Kami Miliki"
Akhir pekan di Misano menjadi momen yang ingin dilupakan oleh Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team), karena ia pulang tanpa meraih satu pun poin. Tersingkir di Q1 memaksanya start dari posisi ke-14. Setelah finis ke-13 pada Sprint, situasinya justru memburuk saat Pecco mengalami kecelakaan dalam GP San Marino.
Bagnaia: "Saya sudah berusaha. Start saya lebih baik dibandingkan hari Sabtu, dan saya mencoba membuntuti Diggia setelah Franky (Morbidelli) harus menjalani Long Lap Penalty. Saya berusaha mengikutinya, namun begitu saya mencoba menambah sedikit kecepatan di Tikungan 2, ban depan saya kembali kehilangan cengkeraman. Sayangnya, terjadi lagi kecelakaan dan akhir pekan yang buruk, tetapi situasinya memang seperti ini, dan kami harus memaksimalkan apa yang kami miliki."