Game On! Marc Marquez Bangkit dari Defisit Poin Terbesar dalam Sejarah

Selisih 102 poin pada tujuh Grand Prix lalu, kini telah berubah menjadi posisi memimpin klasemen. Simak kebangkitan #93 dalam perebutan gelar juara, sementara Aprilia bersiap untuk memberikan perlawanan balik.

Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kembali mengukir namanya dalam buku sejarah di Misano. Kemenangan terbaru sang Juara Dunia bertahan membawanya samai perolehan poin Jorge Martin (Aprilia Racing) di puncak klasemen MotoGP 2026, dengan #93 unggul dalam jumlah kemenangan dari Martinator.

Padahal, baru tujuh Grand Prix yang lalu, Marc Marquez tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Kendati demikian, Martin dan rekan setimnya di Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, tentu akan berupaya untuk bangkit dan membalas.

Jika Marc Marquez berhasil menjadi Juara Dunia musim ini, maka itu akan menjadi aksi kejar-kejaran poin terbesar dalam sejarah MotoGP. Ia akan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Juara Dunia MotoGP 2022 sekaligus rekan setimnya saat ini, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team).

Pembalap yang akrab disapa Pecco itu berhasil mengejar ketertinggalan 91 poin dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP). Adapun, contoh kebangkitan lainnya mencakup Joan Mir pada 2020 (48 poin) dan Marc Marquez sendiri pada musim 2017 (37 poin).

Marc Marquez From P8 to P1
Marc Marquez From P8 to P1

DEFISIT 102 POIN

Kisah kebangkitan #93 bermula di Le Mans, saat kecelakaan di Tikungan 13 memaksanya harus menepi lantaran cedera patah tulang metatarsal kelima. Setelah menonton GP Catalunya dari rumah, Marc Marquez comeback di GP Italia dan finis ketujuh.

Kemudian di Balaton Park, ia mulai kembali ke performa terbaiknya dengan mengalahkan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dalam pertarungan sengit, sekaligus mengamankan 37 poin penuh dan mengemas kemenangan Grand Prix pertamanya musim ini.

Empat kemenangan tambahan menyusul di Brno, Sachsenring, Aragon, dan Misano, dengan total perolehan 102 poin dalam tujuh putaran terakhir. Dengan Martin finis kelima di GP San Marino, Marc Marquez pun mengantongi jumlah poin yang sama, namun unggul dalam perhitungan jumlah kemenangan.

Kini, dengan hanya tersisa delapan Grand Prix, apakah pembalap bernomor #93 itu menjadi favorit baru untuk meraih gelar juara MotoGP 2026?

Menanggapi hasil di GP San Marino dan ambisinya merengkuh titel Kejuaraan Dunia, Marc Marquez berkata, "Awalnya tidak ada peluang, namun kini peluang itu ada. Memang akhir pekan itu berjalan sangat baik. Saya menjalaninya dengan perasaan bebas dan santai. Mentalitas dan pikiran saya mengalir lancar, dan saya sangat yakin dengan apa yang diperlukan untuk bisa tampil cepat."

Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, turut berkomentar. "Menurut saya, di Misano ini, Marc telah menunjukkan jati dirinya. Namun di sisi lain, kita tahu bahwa masih ada delapan balapan tersisa. Masih banyak poin yang bisa diperebutkan dan kami sangat mengenal para pesaing kami. Jadi kami harus tetap fokus menjalani balapan demi balapan serta berusaha mengumpulkan lebih banyak poin jika memungkinkan.

"Kami memiliki pengalaman (dalam perebutan gelar juara), namun saya rasa Marc memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan kami. Oleh karena itu, kami menaruh kepercayaan penuh kepada Marc dalam situasi apa pun."

Gelar MotoGP kedelapan masih belum pasti… Bergabunglah bersama kami dengan kecepatan penuh untuk menyaksikan bagian terakhir musim 2026!

TAK PERLU HEADLINE

VideoPass diskon 70%. Itulah berita sesungguhnya.

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.