Kesialan di Mandalika: Marc Marquez Siap Ubah Jadi Keberuntungan

Meski hanya mengemas 11 poin dari empat kunjungan sebelumnya dan belum pernah menuntaskan balapan Grand Prix Indonesia, sang Juara Dunia bertahan bertekad membuka lembaran baru

Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) memiliki rekam jejak yang sulit di Mandalika sejak sirkuit ini masuk kalender MotoGP sebagai tuan rumah GP Indonesia. Ia belum pernah sekalipun menyentuh garis finis pada balapan Grand Prix. Namun, kecepatannya selalu kompetitif. Dengan performa impresif yang terus ditunjukkannya sejauh musim 2026, mungkinkah tahun ini menjadi momen di mana ia akhirnya membuang nasib sial di Mandalika, sembari mengejar puncak klasemen Kejuaraan Dunia?

AWAL SULIT DI MANDALIKA

Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika masuk dalam kalender balap pada 2022, menghadirkan tantangan baru, latar belakang yang memukau, serta lokasi yang benar-benar anyar bagi MotoGP. Kendati merupakan venue yang luar biasa, kunjungan pertama Marquez berakhir dengan kekecewaan. Ia harus puas start ke-15 usai kualifikasi. Tetapi peristiwa yang paling menyita perhatian justru terjadi pada sesi Warm Up. Marquez mengalami kecelakaan highside hebat di Tikungan 7. Insiden tersebut langsung mengakhiri kiprahnya dan memaksanya absen pada GP Indonesia serta putaran berikutnya di GP Argentina.

Setahun kemudian, Marquez kembali beraksi—sebuah momen yang disambut hangat—namun sayangnya, hasil yang ia raih tidak seindah itu. Akibat kecelakaan pada Sabtu maupun Minggu, ia mengakhiri akhir pekannya tanpa mengumpulkan satu poin pun. Peruntungan berubah pada 2024. Pembalap kelahiran Cervera ini berhasil meraih medali perunggu dalam Sprint dan mengumpulkan tujuh poin, sebelum akhirnya masalah teknis memaksanya keluar dari persaingan saat balapan Grand Prix.

KILAS BALIK PENAMPILAN MUSIM LALU

Melompat ke 2025. Tampil dengan kondisi bugar dan penuh energi, serta berstatus sebagai Juara Dunia MotoGP yang baru saja dinobatkan. Memulai balapan dari baris ketiga, Marquez mengamankan posisi keenam pada Sprint—setelah menjalani Long Lap Penalty—dengan kecepatan balap yang menjanjikan hasil positif untuk GP Indonesia.

Akan tetapi, insiden pada lap pertama yang melibatkan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) mengakhiri akhir pekan Marquez—dan pada akhirnya musimnya—dengan hasil yang sangat disayangkan.

Kini, dengan enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir, Marquez menyongsong GP Indonesia dalam performa luar biasa, bertekad mengubah peruntungan nasibnya di Mandalika. Ia datang ke akhir pekan ini sembari mengejar gelar Juara Dunia MotoGP kedelapan dan rekor-rekor baru, dalam upaya memangkas selisih poin terbesar sepanjang sejarah Kejuaraan. Ada banyak alasan untuk merasa antusias, dengan berbagai tanda yang mengarah pada akhir pekan yang positif seiring berlanjutnya rangkaian Tur Asia musim ini.

Walau antusias menyambut GP Indonesia akhir pekan ini, Marquez tetap bersikap realistis. "Tentu saja, saya belum pernah menuntaskan balapan di sana. Saya memang agak kurang beruntung," tuturnya.

"Tahun lalu di Sprint, saya merasa cukup oke meski sempat terkena Long Lap Penalty, jadi kita lihat saja nanti. Kami perlu memahami apa yang bisa kami lakukan, namun perlahan kondisi saya membaik, dan sejak Aragon, feeling saya saat mengendarai motor terasa sangat bagus."

Akankah 2026 menjadi momen di mana Marquez akhirnya meraih kemenangan di Mandalika? Saksikan aksi #93 yang berupaya menorehkan kisah baru pada GP Indonesia!

Masuki Era VideoPass

Tonton setiap sesi secara LIVE atau OnDemand dengan MotoGP VideoPass. Kini diskon 75%!

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.