Melesat ke kancah balap Italia sebagai runner-up CIV Moto3™ 2014, Marco Bezzechi berhasil merebut gelar 2015 usai membukukan tujuh kemenangan yang luar biasa. Setelah dua kali tampil di Kejuaraan Dunia Moto3™ bersama San Carlo Team Italia pada 2015, Bezzechi lalu menjalani dua balapan musim 2016 sebagai pembalap Mahindra Racing. Pada tahun yang sama itu pula, ia berkompetisi di FIM CEV Moto3™ Junior World Championship. Bezzecchi jadi pembalap CIP secara penuh waktu dalam Kejuaraan Dunia Moto3™, yang mana ia tandem dengan rekan senegara dan mantan rivalnya di CIV Italia, Manuel Pagliani. Meski gagal klaim titel Rookie of The Year, sang pembalap mampu raih podium pertamanya. Ia kemudian pindah ke Redox PruestelGP untuk 2018. Sembilan podium, termasuk tiga kemenangan, menempatkan Bezzecchi sebagai penantang titel, melawan Jorge Martin yang akhirnya keluar sebagai kampiun.
Terlepas dari kegagalan merebut gelar juara, Bezzecchi mengamankan kursi balap Moto2™ 2019, usai digaet Red Bull KTM Tech3. Dua kali finis sepuluh besar di Assen dan Buriram menjadi hasil terbaiknya, sebelum lalu hijrah ke Sky Racing Team VR46 untuk 2020. Bersama skuad Italia ini, ia mengemas tujuh podium, mencakup dua kemenangan di GP Styria serta GP Valencia. Konsistensinya itu memungkinkan Bezzecchi untuk terus berjuang memperebutkan titel. Namun, dua kali terjatuh dalam lima balapan terakhir membuatnya terdegradasi ke peringkat keempat klasemen akhir. Pada tahun 2021, Bezznaik podium sebanyak tujuh kali. Juga cetak kemenangan di Red Bull Ring, untuk mengamankan peringkat ketiga dalam Kejuaraan. Ia pun mendapatkan promosi ke MotoGP™ 2022 bersama skuad Mooney VR46 Racing Team.
Pembalap berambut keriting itu langsung tampil impresif, diwarnai keberhasilannya dinobatkan sebagai Rookie of The Year. Momen mengesankan lainnya adalah di TT Circuit Assen. Bezzecchi sukses podium MotoGP™, yang pertama dalam karier balapnya. Pada 2023, Bezzecchi memulai musim secara luar biasa. Ia memenangi dua dari lima balapan pertama. Pembala Italia itu jalani tahun fantastis dan menang untuk ketiga kalinya di GP India. Tetapi cedera patah tulang selangka yang disebabkan kecelakaan saat latihan membuat Bez kehilangan kesempatan untuk benar-benar menantang Francesco Bagnaia dan Jorge Martin dalam perebutan gelar. Setelah menolak tawaran pabrikan Ducati di Prima Pramac Racing, pembalap #72 ini menuju 2024 dengan berbekal Desmosedici GP23 yang telah terbukti sukses menjadi motor pemenang Kejuaraan. Podium satu-satunya Bezzecchi diraih di Jerez. Namun, menyadari bakat dan potensinya, Aprilia merekrutnya untuk 2025. Babak baru dalam karier balapnya ditandai dengan memimpin tim pabrikan Noale. Hal ini menyusul cedera yang membekap Jorge Martin. Bezzecchi menjalani musim Kejuaraan yang luar biasa. Ia memenangi tiga Grand Prix, dan bahkan beberapa kali berhadapan langsung dengan Marc Marquez. Pembalap Italia itu bertengger di peringkat ketiga klasemen akhir, serta berharap dapat melanjutkan momentumnya bersama Aprilia pada 2026.