Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) mencatatkan rekor lap sepanjang masa dalam GP Qatar. Itu merupakan pole position kelimanya musim ini. Dalam balapan Tissot Sprint, setelah sempat dihentikan karena kibaran bendera merah, Bezzecchi memutuskan untuk tetap menggunakan pilihan ban belakang medium yang dipakainya sejak awal.
Ia menempati posisi kedua saat start dan tengah mengejar pemimpin balapan, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), keduanya bersenggolan di Tikungan 1 pada Lap 4. Insiden tersebut menyebabkan Bezzecchi terjatuh, sementara #93 dapat melanjutkan balapan dan keluar sebagai pemenang.
"Tidak ada lagi yang perlu dikatakan selain apa yang sudah Anda lihat di televisi. Saya berada di jalur dalam, dan dalam sekejap, saya sudah terjatuh. Menurut saya, tidak adil jika mengaitkannya dengan kejadian di Lombok (Mandalika 2025); itu adalah insiden yang berbeda," tuturnya.
"Hal seperti ini bisa saja terjadi. Tidak ada gunanya marah—kejadian itu di luar kendali saya, dan marah hanya akan membuang-buang energi. Bukan wewenang saya untuk menentukan penalti. Saya memilih untuk fokus pada balapan besok (GP Qatar)..
"Penting untuk tetap melihat sisi positif hari ini dan bersiap menghadapi balapan besok. Akan ada peluang untuk melakukan overtake, dan tingkat keausan ban akan menjadi faktor kunci."
Bezzecchi membidik kemenangan Grand Prix keenamnya musim ini, seraya berupaya membalikkan keadaan dalam perburuan titel Kejuaraan Dunia MotoGP 2026.