Marc Marquez (Ducati Lenovo Team)memilih ban depan kompon medium dan ban belakang kompon soft untuk Sprint MotoGP Qatar. Setelah memulai balapan dari posisi kedua, bendera merah lalu dikibarkan menyusul kecelakaan yang melibatkan rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Pada balapan ulang yang berlangsung selama 10 lap, Marc Marquez berhasil memimpin sejak tikungan pertama. Pada lap keempat, ia bersenggolan dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang mencoba masuk dari sisi dalam Tikungan 1. Bez terjatuh, sementara #93 sempat melambat dan posisinya diambil alih oleh Jorge Martin (Aprilia Racing.
Namun, Marc Marquez segera bangkit untuk merebut kembali posisi terdepan, mencatatkan fastest lap pada lap kelima dan ketujuh, hingga akhirnya meraih kemenangan Sprint ke-10 musim ini. "Pertama-tama, saya berharap Pecco Bagnaia tidak mengalami cedera dan dalam kondisi baik-baik saja," ucapnya.
"Bendera merah membuat rencana semua orang berantakan. Beberapa pembalap bahkan mengganti ban mereka. Saya sudah mendapatkan feeling yang sangat baik pada balapan pertama, tetapi Marco Bezzecchi memacu motornya dengan sangat keras—ia memiliki kecepatan yang lebih baik daripada saya, jadi kemungkinan besar dialah yang akan menang saat itu.
"Pada balapan kedua, saya melakukan start yang bagus dan memimpin. Seperti di Australia, saya berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan posisi dan tetap berada di depan selama mungkin. Tambahan 12 poin ini sangatlah penting."
Mengenai insiden kontak dengan Bezzecchi, Marc Marquez berkata, "Sangat mengejutkan mendapati dia ada di sana. Saya tidak melakukan sesuatu yang aneh—saya hanya mengikuti racing line saya seperti biasa. Melakukan pengereman, melebar sedikit, lalu kembali ke line yang seharusnya.
"Menurut saya, dia punya kecepatan yang sedikit lebih baik. Kemungkinan besar dia akan membuktikannya di balapan besok. Saya sendiri hampir terjatuh. Setelah kontak itu, saya sempat melewati empat atau lima tikungan dengan airbag yang mengembang.
"Tepat saat saya berpikir, 'Oke, saatnya untuk kembali tenang,' Jorge Martin tiba-tiba melakukan manuver. Saya sama sekali tidak menduganya—itu benar-benar membuat saya lengah. Saya pun berpikir, 'Baiklah, sekarang saatnya untuk tancap gas!'
"Saya katakan pada diri sendiri, 'Apa pun yang terjadi, saya harus finis di depannya.' Jadi, saya meningkatkan kecepatan untuk memperlebar jarak dan mempertahankannya," papar Marc Marquez.
Berkaca pada performa rival saat sesi latihan, sang Juara Dunia bertahan menyakini Martin bakal menjadi pesaing kuat saat balapan GP Qatar. Meski tampak sedikit kesulitan saat melakukan time attack, tetapi kecepatan Martinator dinilai Marc Marquez sangat mirip dengannya.
"Marco Bezzecchi jelas selangkah lebih maju. Fabio Di Giannantonio juga sangat cepat, namun mengingat kesalahan yang dilakukan Bezzecchi, prioritas utama adalah finis di depan Martin—entah itu satu atau dua posisi di depannya, atau bahkan hanya unggul satu posisi saja—itulah tujuannya," tandasnya.
Dengan kemenangan di Sprint Lusail, Marc Marquez kini unggul 49 poin atas Martin. Yang dibutuhkan pembalap Ducati itu untuk mengunci gelar juara MotoGP 2026 adalah memenangi GP Qatar. Namun, ini jika Martinator tidak mencetak poin dalam balapan Grand Prix.
"Bukan untuk besok. Tentu saja, keinginan itu ada—saya ingin segera mengunci gelar juara lebih cepat dari siapa pun—tetapi 12 poin yang saya dapatkan hari ini terasa seperti sebuah anugerah. Saya fokus mengumpulkan poin dan menjalankan tugas saya, meski kecepatan saya sebenarnya belum maksimal," ujarnya.
"Saya harus realistis untuk balapan besok (Minggu). Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk mengejar 25 poin penuh. Kita lihat saja bagaimana jalannya balapan nanti. Saya akan menghadapi balapan dengan tetap membuka segala kemungkinan."