November 2025 lalu, Maverick Vinales (Red Bull KTm Tech3) mengumumkan kolaborasi dengan Juara Dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo. Detail pekerjaan yang akan dilakukan oleh Lorenzo secara berkelanjutan meliputi tiga area utama, yakni persiapan fisik dan atletik, pembinaan strategis, hingga pengembangan teknik-olahraga.
Sepanjang libur musim dingin, Vinales menghabiskan dengan berlatih di bawah pengawasan ketat Lorenzo. Melalui foto-foto yang diunggah pada akunnya di Instagram, Top Gun latihan fisik di gym, motocross, mengendarai motor di Sirkuit Albaida, hingga meditasi.
"Kehadirannya sebagai pelatih teknis saya benar-benar mengubah pendekatan saya terhadap musim ini. Saya berharap dapat meningkatkan keterampilan teknis saya. Mengubah gaya berkendara saya sulit karena itu sesuatu yang datang secara alami. Meningkatkan keterampilan itu sulit karena melibatkan banyak faktor berbeda, seperti akselerasi dan pengereman. Pengalaman balapnya akan menjadi kunci besar bagi saya," tuturnya.
"Saya telah berlatih dengan cara yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Jika saya ingin mencapai sesuatu, saya harus melakukan sesuatu yang berbeda. Musim dingin ini dia telah melakukannya. Saya telah mengendarai banyak motor, bahkan dalam kondisi yang tidak familier, dan saya telah meningkat dalam kondisi sulit. Saya tidak hanya berputar-putar. Saya telah bekerja sangat keras dengan tujuan tertentu dalam pikiran saya.
"Saya telah mengasah semua aspek teknis berkendara. Saya bertujuan untuk menjadi halus, agresif, dan sangat presisi, baik di trek besar maupun trek kecil. Ini sangat penting untuk motor kami. Saya perlu agresif dan presisi pada saat yang bersamaan. Ini kombinasi yang sangat sulit, karena begitu Anda terlalu agresif, Anda kehilangan presisi."
Salah satu pertanyaan tentang kolaborasi antara Vinales dan Lorenzo adalah bagaimana keduanya akhirnya memutuskan untuk bekerja sama. Raihan kemenangan bersejarah #12 di Grand Prix Amerika pada 2024 lalu, rupanya menjadi titik awal dari kesepakatan yang menjadikan Lorenzo sebagai pelatih performa Vinales.
"Itu adalah kejadian yang umum. Setelah menang di Austin, saya menyadari ada hal-hal yang tidak bisa saya lakukan, dan setelah cedera saya, saya menyadari sekaranglah saatnya untuk melakukannya. Kami tetap berhubungan dan bekerja keras sejak awal," ucapnya.
"Tim sama sekali tidak menghambat saya. Kehadirannya (Lorenzo) merupakan nilai tambah bagi tim. Dia memiliki keterampilan yang ingin saya terapkan. Saya harap dia akan hadir di lintasan untuk semua balapan, terutama balapan-balapan awal. Saya yakin dia akan bersemangat dan ingin datang ke setiap balapan."
BACA JUGA:
Maverick Vinales Tunjuk Jorge Lorenzo Jadi Pelatih Performanya
Perihal metode latihan yang diterapkan oleh Lorenzo, Vinales mengungkapkan bahwa anggota Hall of Fame MotoGP itu membiarkannya berkendara dalam berbagai kondisi. Pernah ada kejadian kondisi trek sangat basah. Vinales sempat berpikir untuk pulang, tetapi Lorenzo membiarkannya untuk tetap mengendarai motor.
"Saya pikir dia akan membawa intensitas yang saya butuhkan di luar MotoGP. Kami memiliki hubungan yang baik sebelumnya, namun saya terkejut melihat Jorge yang berbeda. Bahkan, kata-kata terakhir yang kami ucapkan tidak begitu baik. Saya memiliki ekspektasi yang berbeda, tetapi dia berada di tahap kehidupan yang berbeda sekarang dan dia bersenang-senang," ujarnya.
Saat berkarier di MotoGP, Lorenzo dikenal memiliki gaya berkendara yang halus. Sampai-sampai muncul istilah soal gaya balapnya, yaitu smooth like butter, rhytmic like a hammer. Menanggapi hal ini, Vinales berkata antara dirinya dengan sang pelatih performa memiliki perbedaan ketika melakukan pengereman.
"Kuncinya adalah memanfaatkan pengalamannya, tidak bertele-tele, dan menyelesaikan sesuatu dengan cepat. Ketika saya mengendarai Yamaha, itu adalah motornya, dan saya memiliki perasaan yang hebat tentangnya," paparnya.
"Dia memiliki ide-ide hebat untuk membawa kemampuan berkendara saya ke level berikutnya. Ada beberapa kesamaan dengan gaya berkendaranya, seperti menikung, tetapi saya lebih agresif dalam pengereman."