Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) merampungkan Tes Buriram dengan lap tercepat 1 menit 28,668 detik di Sirkuit Internasional Chang. Kendati bukan rekor lap resmi, performa Bez dengan paket RS-GP26 patut diperhitungkan. Lalu, ada Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) yang menduduki posisi kedua. Ia hanya terpaut 0,097 detik dari Bez. Tiga besar dilengkapi Juara Dunia bertahan, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), meski mengalami tiga kecelakaan selama dua hari Tes Buriram.
Dengan penampilan yang begitu kuat dari Aprilia dan banyak hal yang patut dibicarakan, kami tak sabar menunggu akhir pekan depan. Berikut rangkuman lengkap dari jalannya Tes Buriram.
Aprilia Racing dan Trackhouse MotoGP Team
Pramusim telah berakhir bagi Aprilia, dan mungkin ini adalah yang terbaik sejauh ini. Bezzecchi melakukan simulasi balapan (long run), memimpin sebagian besar sesi sore, kemudian mencetak rekor lap tidak resmi. Catatan waktunya 1 menit 26,668 detik adalah tolok ukur menjelang Grand Prix Thailand akhir pekan depan. Dan dengan waktu lap rata-rata 1 menit 30,454 detik setelah 20 lap, pembalap #72 jelas perlu diwaspadai.
Baik Bezzecchi maupun rekan setimnya, Jorge Martin, mencoba variasi aerodinamika belakang, mungkin untuk menggunakan keduanya di titik-titik tertentu sepanjang musim Kejuaraan. Martinator mengisi posisi kedelapan, seiring kembalinya sang Juara Dunia MotoGP 2024 ke kondisi fisik yang bugar sepenuhnya. Pernyataannya tentang bagaimana feeling terhadap motor RS-GP juga sangat positif.
Sementara itu, Ai Ogura dan Raul Fernandez, juga melakukan pengujian aerodinamika belakang Aprilia secara beruntun. Keduanya berada dalam sepuluh besar berdasarkan catatan waktu gabungan. Dalam hal serangan waktu (time attack), Ogura cukup mampu mengimbangi Bezzecchi. Adapun, Fernandez mengakhiri Tes Buriram di posisi ke-11 secara keseluruhan. Yang pasti, keempat penunggang Aprilia terlihat kompetitif.
Ducati Lenovo Team, BK8 Gresini Racing MotoGP, dan Pertamina Enduro VR46 Racing Team
Rasanya seperti perdebatan besar pramusim MotoGP 2026: aerodinamika 2024 versu aerodinamika 2025 di Ducati. Setelah berada di posisi kedua pada hari pertama, Marc Marquez memimpin sesi pagi dan terlihat menggunakan variasi aerodinamika versi yang lebih lama, bersama dengan rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Rider #93 memulai sesi sore dengan lambat karena sakit perut, dan ketika ia kembali turun, ia terjatuh di Tikungan 3. Untungnya, kondisinya baik-baik saja. Pecco dalam performa terbaiknya, memangkas 0,8 detik dari catatan waktunya pada hari pertama.
Jika ada penghargaan Tower of Champions untuk pengujian, penghargaan itu akan diberikan kepada Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Unggul jauh di Tes Sepang, ia menghadapi Tes Buriram dengan merebut posisi puncak pada hari pertama. Sedangkan hari kedua, ia menempati urutan kelima dalam hasil gabungan. Alex Marquez juga menggunakan paket aerodinamika 2024, karena mengikuti arahan tim pabrikan. Tetapi mungkin hasilnya tidak berakhir baik, yang mana ia terjatuh di Tikungan 9. Rekan setim sementaranya, Michele Pirro, memperbaiki waktu lap miliknya dan menghuni posisi ke-22.
Menjaga performa solid selama pramusim, duet Pertamina Enduro VR46 Racing Team: Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio, bekerja secara metodis pada hari terakhir pengujian. Terlambat keluar pada sesi sore, namun Franky berhasil mengklaim urutan ketujuh. Kecepatannya dalam satu lap kencang, sedangkan pada race pace tampak belum maksimal.
Di satu sisi, tak semuanya berjalan mulus untuk Diggia yang mengalami masalah teknis saat sesi pagi. Setengah jam terakhir pada sesi sore, ia berhasil mencetak lap selama melakukan serangan waktu. Berbeda dengan Morbidelli, Di Giannantonio memiliki kecepatan yang kuat, walau mengalami kesulitan dalam satu lap selama Tes Buriram.
Red Bull KTM Factory Racing and Red Bull KTM Tech3
Melengkapi enam besar dan menjadikan tiga pabrikan berada di barisan depan, Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) mengakhiri tes dengan posisi jauh lebih tinggi dibandingkan hari pertama. Yakin 0,8 detik lebih cepat. Ia juga berhasil menyelesaikan simulasi balapan Grand Prix. Kerja kerasnya dalam suhu tinggi membuahkan hasil positif. Sedangkan rekan setimnya, Brad Binder, kesulitan. Tetapi ia mampu mencetak lap cepat pada akhir sesi sore untuk naik ke P12. Ada peningkatan yang menggembirakan dalam kecepatan satu lap.
Setelah menjadi pembalap KTM terbaik pada hari pertama, Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) tidak meningkatkan kecepatan satu lap secara keseluruhan pada hari terakhir tes. Top Gun menempati posisi ke-15 secara keseluruhan. Ia tampaknya lebih menyukai paket 2025, sedangkan tiga RC-16 lainnya menggunakan spesifikasi terbaru. Rekan setimnya, Enea Bastianini, juga tidak melesat naik dalam daftar catatan waktu, meskipun berhasil memangkas sekira 0,1 detik dari hari pertama. Namun, kecepatan satu lap dan kecepatan balap adalah permainan yang jauh lebih kompleks. Jadi akan menarik untuk mengamati KTM saat balapan nanti.
Honda HRC Castrol, CASTROL Honda LCR, dan Pro Honda LCR
Hari kedua agak tenang bagi Honda, tetapi optimisme terus berlanjut dan pabrikan Jepang mengakhiri tes dalam sepuluh besar. Joan Mir (Honda HRC Castrol) melesat ke posisi ke-10, sementara Luca Marini, yang merupakan pembalap Honda tercepat sepanjang hari, akhirnya bertengger di urutan ke-13 pada hasil gabungan. Keduanya terpaut kurang dari 0,8 detik, tetapi Honda memasuki musim 2026 dalam posisi yang kuat.
Di tempat lain, Johann Zarco (CASTROL Honda LCR) mengalami beberapa lap yang kurang mulus bersama rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR). Masing-masing menghuni posisi ke-15 serta urutan ke-19. Zarco berupaya untuk secara konsisten mengendalikan motornya dari satu lap ke lap lainnya, sedangkan target Moreira adalah belajar dari para rivalnya. Dan empat terbaik untuk memulainya adalah dari rekan satu tim, bukan?
Monster Energy Yamaha MotoGP dan Prima Pramac Yamaha MotoGP
Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) melakukan simulasi balapan (long run) sebelum makan siang dan mencatatkan waktu lap rata-rata di kisaran 1 menit 32 detik. Ia lalu melakukan serangan waktu habis-habisan pada sepuluh menit terakhir. Thriller Miller membawa Yamaha ke kisaran 1 menit 29 detik dengan catatan waktu terbaik 1 menit 29,701 detik. Bersama dengan simulasi balapan Grand Prix. Adapun hari terakhir pengujian tidak dimulai dengan baik oleh Toprak Razgatlioglu. Sang rookie dilanda kendala teknis. El Turco bahkan hampir saja gagal masuk ke kisaran waktu lap 1 menit 30 detik.
Walau jauh dari awal yang ideal, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) adalah pembalap tercepat Yamaha pada hari kedua Tes Buriram. El Diablo mampu bergabung dengan Miller dalam kisaran waktu lap 1 menit 29 detik, dengan selisih hanya 0,029 detik di antara keduanya. Rekan setim Alex Rins juga mampu meningkatkan performanya dan menuntaskan pengujian dengan catatan waktu satu lap yang menempatkannya sekitar setengah detik di depan Miller. Yamaha YZR-M1 bertenaga V4 yang serba baru ini memang benar-benar baru, jadi pabrikan garpu tala akan berusaha untuk terus maju seiring mendekatnya akhir pekan balapan pertama musim ini.
Sekian laporan hari kedua Tes Buriram. Kini fokus beralih sepenuhnya kepada PT Grand Prix Thailand pada 27 Februari sampai 1 Maret akhir pekan depan. Nantikan dan jangan sampai ketinggalan!