Bangkitnya Aprilia, Pertanda Pergantian Dominator di MotoGP?

Ini masih awal musim 2026, tetapi Aprilia – ditambah sedikit sentuhan magis Pedro Acosta dan KTM – telah memulai kampanye baru dengan langkah yang mantap.

Mungkinkah ronde pertama di Buriram berjalan lebih baik bagi Aprilia Racing? Ya, tentu saja. Kecelakaan Marco Bezzecchi saat balapan Tissot Sprint masih terasa menyakitkan setelah kemenangan dominan di Grand Prix Thailand. Namun, jika akhir pekan itu disajikan kepada pabrikan Noale sebelum memulai balapan pada hari Jumat, rasanya mereka akan dengan senang hati menikmatinya tanpa berpikir dua kali.

Sebelum pembukaan musim 2026, pramusim sangat menjanjikan bagi Aprilia. Terutama ketika Jorge Martin kembali beraksi dan langsung menunjukkan kecepatannya sebagai Juara Dunia MotoGP 2024, meskipun menjalani dua operasi pada musim dingin dan absen Tes Sepang. Di sisi lain, Bezzecchi sangat kencang dalam satu lap, dan dalam kondisi balapan. Sementara di kubu Trackhouse MotoGP Team, Ai Ogura jadi yang terbaik saat simulasi Sprint. Berbeda dengan rekan setimnya, Raul Fernandez, yang sedikit kesulitan. Pun demikian, pemenang GP Australia 2025 itu jauh dari kata lambat.

Namun, seperti yang ditekankan Bezzecchi, tes hanyalah tes. Ya, tes memang hanya tes, tetapi secara serius, peringkat ketiga klasemen akhir 2025 itu benar dalam menyampaikan poin tersebut. Bahkan jika pembalap #72 ini ikut terbawa euforia Aprilia, Bez tetap teguh pada pendiriannya.

Dan itu pun beralasan. Ducati masih tampak sebagai pabrikan yang harus dikalahkan. Hanya sedikit. Anda tidak bisa begitu saja mengesampingkan pabrikan Bologna setelah lima hari tes pramusim, walau jarak keunggulan jelas menyempit ketika Bezzecchi dan Fernandez mulai meraih kemenangan musim lalu. Dan selama periode libur musim dingin, kerja keras Aprilia tampaknya telah membuahkan hasil yang luar biasa untuk mendekatkan mereka terhadap rivalnya.

Ducati telah menjadi kekuatan dominan MotoGP selama beberapa musim terakhir karena suatu alasan. Dan, yang terpenting, mereka memiliki Juara Dunia MotoGP tujuh kali di atas motor Desmosedici GP. Di sisi lain garasi merah, juga Juara Dunia MotoGP dua kali yang menunjukkan kemampuannya.

Meskipun demikian, Aprilia telah melakukan banyak hal untuk menunjukkan diri sebagai ancaman nyata bagi tahta di awal musim 2026. Kemenangan yang dicetak Bezzecchi di GP Thailand menjadikannya sebagai rider Aprilia pertama yang memenangi tiga balapan Grand Prix secara beruntun. Itu juga kali pertama Bez menang tiga balapan MotoGP berturut-turut, dan ini yang keempat kalinya bersama Aprilia. Ia pun melampaui Aleix Espargaro sebagai pembalap Aprilia paling sukses di MotoGP.

Finis ketiga yang diraih Fernandez merupakan podium beruntun untuk pertama kalinya bagi #25 di MotoGP, sementara posisi keempat Martin yang mengesankan adalah hasil terbaiknya bersama tim pabrikan. Ogura, yang kecewa dengan urutan kelima setelah paruh pertama GP Thailand yang sulit, menyamai hasil terbaiknya di MotoGP. Untuk kali pertama, empat pengendara Aprilia RS-GP finis lima besar dalam balapan Grand Prix MotoGP. Sebuah kemajuan.

Namun, bukan hanya pasukan Aprilia yang memimpin perebutan gelar juara di awal musim. Dengan baju balap berwarna oranye, Pedro Acosta juga memastikan Red Bull KTM Factory Racing benar-benar menikmati penampilan di GP Thailand. Sang pemenang Sprint Buriram dan peraih finis kedua pada Grand Prix ini menuju GP Brasil sebagai pemuncak klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP untuk pertama kalinya. Pembalap bernomor #37 itu unggul tipis tujuh poin atas Bezzecchi dan sembilan poin dari Fernandez yang berada di peringkat ketiga. Martin dan Ogura masing-masing peringkat keempat serta kelima. Sedangkan rekan setim Acosta, Brad Binder, di peringkat keenam.

Lalu, pembalap Ducati pertama dalam klasemen setelah Ronde 1? Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) pada peringkat ketujuh. Rentetan podium beruntun Ducati yang luar biasa dan memecahkan rekor sebanyak 88 kali berakhir pada Minggu (1/3) lalu. Dan dengan Diggia finis sebagai pembalap Ducati terbaik di posisi keenam, itu berarti tak ada pembalap Ducati yang melewati garis finis dalam lima besar sejak GP Eropa 2020 lalu.

Kinerja dominan Ducati memang akan berakhir suatu saat nanti, tetapi tidak banyak yang akan memprediksi hal itu akan terjadi di Buriram. Dan meskipun sang Juara Dunia bertahan meninggalkan GP Thailand dengan sedikit babak belur, Anda akan naif jika berpikir mereka tidak akan tampil agresif saat MotoGP tiba di Brasil untuk Ronde 1. Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan ke wilayah teritori Marc Marquez, yakni Circuit of The Americas (COTA), untuk Ronde 3.

Setelah dua putaran berikutnya, barulah kita dapat benar-benar mengevaluasi situasi pada 2026. Namun, pada saat yang sama, yang tak terbantahkan adalah Aprilia tampak siap untuk terlibat dalam pertarungan gelar juara sepanjang tahun dengan Ducati. Acosta dan KTM juga tampak siap menghadapi tantangan tersebut.

Masih ada perjalanan panjang musim ini, dengan 21 Grand Prix tersisa, yang pastinya bakal tak terduga, dalam kereta ekspres MotoGP yang menanti. Ducati jauh dari kata kalah, namun saat Goiania makin dekat, kereta Aprilia terdengar seperti yang paling menarik untuk saat ini, dengan skuad Borgo Panigale perlu segera merespons di GP Brasil.

Semoga, sebagai penggemar sejati, kita bisa menyaksikan lebih banyak lagi apa yang telah disajikan oleh Buriram. Para pembalap tercepat di dunia terlibat dalam duel menegangkan di atas dua roda dengan berbagai jenis motor. MotoGP dalam bentuk terbaiknya.

Kegilaan dimulai sekarang

Ikuti musim 2026 secara LIVE dan OnDemand dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.