Kemenangan ke-100, drama perebutan gelar, hingga saling sikut demi meraih podium tertinggi. Grand Prix Hungaria menghadirkan aksi seru MotoGP. Setelah menunggu selama 266 hari, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mencatatkan kemenangan GP ke-100 dalam kariernya, yang juga menandai tonggak sejarah bagi Ducati.
Namun, kemenangan itu jauh dari mudah. Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) berusaha keras untuk mencetak kemenangan perdana dalam balapan Grand Prix, walau akhirnya harus puas posisi kedua. Dan podium dilengkapi Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team).
"Comeback Ini Belum Selesai"
Menambah kisah kebangkitannya adalah Marc Marquez, yang kembali petik kemenangan sejak GP San Marino 2025. Bahkan pembalap bernomor #93 itu pun tak menyangka kemenangan akan diraihnya di GP Hungaria. Tetapi sekali lagi, ia melakukan hal yang tak terduga. Juara Dunia MotoGP 2025 itu mengemas kemenangan ganda, menambah kepercayaan dirinya, dan meninggalkan Balaton Park dengan tambahan 37 poin.
Marc Marquez: "Ada banyak pasang surut dalam karier saya, terutama sejak 2020, tetapi 100 kemenangan adalah angka yang besar. Jika Anda melihat jumlah pole position, jumlah Kejuaraan, saya berada di antara, dekat, di depan, di belakang beberapa nama besar dan legenda. Saya telah melakukan lebih dari yang saya harapkan dalam karier saya, dan itu membutuhkan banyak kerja keras mental. Karena alasan itu, saya mengatakan bahwa saya selalu mendorong diri sendiri, namun sekarang saatnya untuk memiliki lebih banyak semangat, dan di Mugello, kami finis ketujuh, jadi kami merayakan posisi ketujuh.
"Ketika seorang petarung bertemu petarung lain, pertarungan pun terjadi. Kita tahu bahwa Pedro sangat agresif dan keras dalam pengereman; itu batasnya, kami bersentuhan dua atau tiga kali, tetapi selalu dengan jarak yang tepat.
"Kembali lagi, comeback ini belum selesai karena kami menang, namun sebagian besar berkat tikungan kiri, hanya ada tiga tikungan kanan dengan titik pengereman keras, yang membantu saya bernapas lega. Tetapi memang benar kami berhasil melakukan comeback lagi dan menang lagi, serta meraih 37 poin."
"Kami Akan Coba Lagi di Brno!"
Pedro Acosta gagal mengonversi performa kuatnya menjadi kemenangan kelas utama pertamanya pada hari Minggu. Pencarian kemenangannya mungkin akan berlanjut, tetapi bintang KTM memberikan hiburan kepada fans. Bertarung sengit melawan Marc Marquez dalam pertarungan terbesar sejauh musim ini.. Keduanya beradu langsung, saling bergesekan, dan membuktikan bahwa Acosta tetap haus kemenangan saat ia mencatatkan 13 podium MotoGP tanpa kemenangan.
Acosta: "Cukup senang, hari ini kami jauh lebih kompetitif dibandingkan kemarin. Saya senang dengan performa (kami). Memang benar kami sedikit kesulitan untuk mempertahankan kecepatan Marc, tetapi juga benar bahwa strategi ban benar-benar berlawanan. Bagaimanapun, kami harus senang karena kami memberikan pertunjukan yang bagus untuk para penggemar dengan beberapa manuver menyalip yang bagus, dan saya pikir semua orang dapat melihat bahwa saya tidak pernah menyerah. Kami akan mencoba lagi di Brno!
"Ketika dia menyalip saya, dia langsung melaju, namun ada beberapa manuver bagus dan beberapa comeback yang bagus, dan itu hanya pengalaman bagi saya."
"Dia Meminta Maaf kepada Semua Orang"
Terjadi drama setelah lampu start padam. Insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Jorge Martin (Aprilia Racing), Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team), Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team), dan Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) menjadi berita utama. Martin lalu diganjar Double Long Lap Penalty untuk Grand Prix berikut yang diikutinya.
Massimo Rivola: "Saya berbicara dengan Jorge dengan sangat cepat. Saya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Dia meminta maaf kepada semua orang. Sulit untuk menerimanya. Saya pikir seorang Juara Dunia tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu, tetapi sudah terjadi. Saya pikir ini sangat berbeda dengan kesalahannya di Jepang, karena di Jepang, dia terlalu optimis, dan di sini dia tidak berperilaku dengan benar dengan rem depan di bagian lintasan yang salah.
"Mengenai penalti, jika kita berbicara tentang tingkat keparahannya, saya tidak akan keberatan jika penaltinya lebih berat dan lebih keras dari itu, karena tikungan pertama bisa berbahaya dan para pembalap ini sudah mengambil risiko, dan risiko tambahan apa pun tidak perlu."
"Saya Perlu Belajar dari Marc"
Podium ketiga beruntun bagi Francesco Bagnaia di Balaton Park, menunjukkan tanda-tanda kemajuan lebih lanjut pada 2026. Pecco mengaku tidak dapat mengimbangi kecepatan Marquez dan Acosta. Alhasil, ia hanya meraih poin yang solid. Namun, masih banyak yang perlu dipelajari Bagnaia karena ia menantikan bimbingan dari rekan setimnya guna peningkatan selanjutnya.
Bagnaia: "Sebelum balapan, saya tahu bahwa saya mungkin akan kesulitan di sini, karena saya tahu saya harus meningkatkan kemampuan di tikungan-tikungan sempit ini, karena itu adalah titik lemah saya. Saya mencoba untuk meningkatkan kemampuan, dan saya pikir kami telah membuat langkah maju dibandingkan tahun lalu, karena saya lebih merasakan motornya, tetapi itu masih belum cukup. Saya perlu belajar dari Marc dan dari para pembalap yang benar-benar kuat di tikungan-tikungan sempit."
"Akhir Pekan Positif bagi Kami"
Secara keseluruhan, HRC mencetak hasil kuat di GP Hungaria. Luca Marini (Honda HRC Castrol) dan Diogo Moreira (Pro Honda LCR) tampil menonjol untuk pabrikan Jepang tersebut. Marini finis kelima, sementara Moreira mengamankan posisi keenam. Keduanya meninggalkan Balaton Park dengan hasil positif lebih lanjut menjelang perjalanan ke Brno.
Marini: "Kecepatannya bagus, saya berkendara dengan baik dan mengelola ban soft karena tidak mungkin bagi saya untuk memilih ban belakang medium, karena saya tidak memiliki cengkeraman. Jadi saya lebih memilih ban soft dan kemudian mengelolanya selama balapan. Mari kita pertahankan hal-hal positif akhir pekan ini dan manfaatkan peluang lain di masa depan karena saat ini ada pembalap lain yang lebih cepat dari kami dan kami perlu fokus pada pekerjaan kami, dan menemukan setiap pintu yang dapat terbuka."
Moreira: "Akhir pekan ini sangat bagus bagi kami, terutama dalam Sprint, dan hari ini saya mampu mempertahankan kecepatan. Bagi saya, saya membuat keputusan yang salah dengan (pemilihan) ban, tetapi ini normal karena saya seorang rookie. Kami menyelesaikan balapan, yang menurut saya sangat penting di sini. Balapan ini sangat panjang, namun saya mampu menikmatinya dan mempertahankan kecepatan hingga akhir. Jadi, ini adalah akhir pekan yang positif bagi kami, dan kami hanya perlu mempertahankannya seperti ini."