Johann Zarco (Castrol Honda LCR) comeback! Ia mengaspal lagi dalam balapan MotoGP pada Ronde 13 di Michelin Grand Prix Aragon akhir pekan lalu. Pembalap veteran itu menunjukkan ketangguhan sejati, tekad kuat, dan yang terpenting kecepatan yang mumpuni. Zarco bahkan berhasil mendulang poin dalam, momen yang disebutnya sebagai sesuatu yang hebat, sembari mengalihkan fokus ke sembilan putaran tersisa musim ini.
Kisah kembalinya Zarco bermula setelah kecelakaan di Tikungan 1 di GP Catalunya pada Mei lalu. Ia mengalami patah tulang kecil di bagian bawah tulang fibula serta cedera ligamen. Setibanya di kampung halamannya di Prancis, Zarco memulai proses pemulihan, bekerja sama dengan spesialis lutut dan menetapkan September sebagai target untuk kembali balapan. Mengikuti saran medis, Zarco tidak menjalani operasi. Sebaliknya, ia melanjutkan pemulihan dan latihan sebelum kembali mengendarai motor. Targetnya pun maju menjadi Agustus. Aragon menjadi tujuan utamanya.
LAMPU HIJAU DI ARAGON
Zarco kembali ke paddock dan dinyatakan fit usai pemeriksaan medis. Pemeriksaan lanjutan diperlukan setelah FP1—sesi di mana ia menempati posisi ke-11—sebelum akhirnya diizinkan untuk berkompetisi dalam sisa akhir pekan GP Aragon. Kecepatannya pun bukan sekadar kebetulan. Ia mengakhiri sesi Practice pada posisi ke-10, mengamankan tiket Q2. Sampai-sampai membuat LCR sangat emosional.
"Sangat menyenangkan. Sejak lap-lap awal pagi ini, saya sangat senang melihat catatan waktu yang bagus mulai tercipta, dan saya sudah berada dalam posisi 10 besar. Rasanya melegakan karena saya tidak kaget dengan kecepatan motornya. Aragon adalah sirkuit yang cepat, dan saya rasa saya sempat mencapai kecepatan 340 km/jam pagi ini, namun semuanya terasa biasa saja," tuturnya.
"Sudah tiga bulan lebih 10 atau 12 hari sejak kecelakaan itu terjadi. Tidak perlu menjalani operasi merupakan keuntungan besar karena saya bisa terus berlatih tanpa kehilangan banyak waktu. Saya tidak memaksakan diri untuk kembali terlalu cepat, namun untungnya, performa saya sudah kompetitif. Saya bukan pemain sepak bola, jadi stabilitas lutut tidaklah sekritis bagi pemain sepak bola; hal inilah yang membantu saya bisa kembali secepat ini."
RAUP POIN SPRINT
Kecepatan yang ditunjukkan Zarco berlanjut pada Sabtu. Iaa kembali tampil mengesankan saat mengklaim posisi start di baris ketiga—terpaut 0,821 detik dari peraih pole position. Memulai balapan dari grid kesembilan, Zarco awalnya tampil hati-hati di Tikungan 1. Tetapi ia kemudian memanfaatkan kecepatan impresifnya saat Sprint. Bertarung dalam grup 10 besar sepanjang balapan, Zarco akhirnya finis kesembilan dan mengantongi satu poin. Ia juga tak ragu untuk tampil agresif dalam duel jarak dekat. Fiinis hanya terpaut 1,546 detik di belakang Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) yang menduduki posisi keenam. Sungguh pencapaian yang luar biasa dari rider #5.
"Balapan yang hebat. Saya bisa mengendalikan kecepatan, melakukan manuver menyalip, dan meraih poin—saya sangat senang dengan hasil ini. Saya tidak melakukan serangan di zona pengereman pertama, karena memulai balapan dari sisi kiri di Aragon tidak menguntungkan untuk urusan pengereman. Saya rasa saya tidak merasa takut akibat kecelakaan yang saya alami di Catalunya. Saya sangat senang bisa merasa nyaman dengan motor dan mengendalikan jalannya balapan Sprint saya," terang Zarco.
"Satu poin itu hasil yang bagus," imbuhnya singkat.
TANTANGAN 23 LAP
Balapan pada hari Minggu menghadirkan tantangan yang lebih berat. Balapan sepanjang 23 lap dengan Double Long Lap Penalty yang harus dijalani Zarco sebagai konsekuensi atas insiden di GP Catalunya. Tetapi, ia mampu tampil prima. Pembalap Castrol Honda LCR itu menunjukkan kecepatan dan tekad luar biasa untuk finis ke-15, dan sekali lagi mendulang satu poin—cara sempurna untuk menutup akhir pekannya di Aragon. Kata "heroik" rasanya belum cukup menggambarkan performa Zarco.
"Saya datang ke sini untuk menjalani penalti Long Lap ganda sekaligus merasakan kembali sensasi mengendarai motor. Itulah tujuannya. Saya berhasil meraih satu poin kemarin maupun hari ini, dan itu luar biasa! Saya sangat menikmati akhir pekan bersama tim. Saya sungguh merindukan mereka! Salah satu hal terpenting adalah saya mendapatkan sensasi menarik saat mengendarai motor dan mampu memberikan masukan yang konsisten serta solid kepada kru," tukasnya.
"Saya sangat senang bisa kembali dan menjalani akhir pekan yang begitu menyenangkan!"
Agenda berikutnya bagi Zarco adalah Misano. Ini menjadi kesempatan lain baginya untuk mengumpulkan lebih banyak data, terus berlatih, dan membangun momentum sebelum rangkaian flyaway races dimulai pada Oktober. Pantau terus sisa musim MotoGP 2026 dan jangan lewatkan Ronde 14 di GP San Marino.
Salut untukmu, Johann!