Ini adalah perhentian kedua terakhir sebelum rangkaian tur balapan luar Eropa (flyaway races) dimulai, menjadikam akhir pekan yang tak terlupakan di Red Bull Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera. Misano telah menjadi saksi berbagai momen ikonik. Banyak di antaranya turut membentuk sejarah MotoGP. Sebelum aksinya dimulai, luangkan waktu sejenak untuk menikmati kembali beberapa kenangan paling tak terlupakan dengan menonton balapan di bawah ini secara GRATIS!
2012: Kejutan dalam Perburuan Titel Pedrosa
Drama terjadi sebelum lampu padam ketika Dani Pedrosa terpaksa start dari grid paling belakang. Begitu aksi dimulai, harapan The Little Samuari pupus setelah ia terjatuh pada lap pembuka menyusul insiden dengan Hector Barbera.
Di garis finis, Jorge Lorenzo mengeklaim posisi pertama, menandai momen krusial dalam perebutan gelar juara dengan memperlebar keunggulannya menjadi 38 poin. Valentino Rossi finis kedua bersama Ducati, sementara Alvaro Bautista posisi ketiga. Pujian khusus untuk Jonathan Rea yang meraih urutan kedelapan pada penampilan perdananya di MotoGP saat ia tampil menggantikan Casey Stoner.
2015: Drama Flag-to-Flag
Jika Anda menganggap satu pergantian motor saja sudah dramatis, maka Anda perlu menyaksikan GP San Marino 2015. Jorge Lorenzo start dari pole position. Ia memimpin pada lap-lap pembuka saat hujan mulai turun. Mayoritas pembalap lalu memasuki pit pada Lap 7, beralih ke ban basah karena hujan makin deras.
Namun, tak lama kemudian hujan berhenti dan sirkuit mulai kering, memaksa pit kedua dalam balapan flag-to-flag yang sesungguhnya. Marc Marquez merangsek ke posisi terdepan untuk mengemas kemenangan, diikuti Bradley Smith yang mengklaim posisi kedua di depan rekan senegaranya, Scott Redding.
2016: Pedrosa Menang, Duo Yamaha Memanas
Aksi di trek dengan cepat berubah menjadi drama di luar lintasa. Dani Pedrosa keluar sebagai pemenang setelah start dari posisi kedelapan. Ia unggul 2,837 detik atas Valentino Rossi yang finis kedua. The Doctor mengalahkan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Namun, berita utama justru datang dari Konferensi Pers pascabalapan. Rossi dan Lorenzo terlibat perdebatan mengenai manuver overtake sebelumnya.
2017: Duel pada Cuaca Basah
Misano selalu mengejutkan, baik dari segi balapan maupun cuaca – dan 2017 pun tak berbeda. Maverick Vinales start dari pole position, tetapi kemudian Jorge Lorenzo mencuri posisi terdepan pada lap-lap awal. Seiring jalannya balapan, Danilo Petrucci berhasil menyalip, menciptakan duel seru dengan Marc Marquez.
Pada lap terakhir, Marc Marquez melewati Petrucci di Tikungan 1, sementara pembalap #93 itu bertahan dengan kokoh di garis finis. Kemenangan ini menandai kemenangan lain bagi Marc Marquez, yang finis di depan Petrucci. Sedangkan rivalnya, Andrea Dovizioso, harus puas finis ketiga.
2019: #93 Vs Rookie
Apa lagi yang bisa Anda harapkan selain pertarungan pada lap terakhir? Maverick Vinales sekali lagi memulai balapan ini dari pole positon. Namun, rookie Fabio Quartararo menyerang pada lap-lap pembuka. Marc Marquez segera menempatkan dirinya di posisi untuk menyerang #20. Para penggemar lalu disuguhi 10 lap terakhir yang menegangkan.
Marc Marquez melancarkan serangan tajam di Tikungan 1. Akan tetapi, Quartararo merespons di Tikungan 4, yang diikuti balasan dari #93 di Tikungan 8 – membuat penonton Misano berdiri. Marc Marquez memastikan kemenangan, mengalahkan Quartararo, sementara Vinales meraih posisi ketiga.
2022: Bagnaia Vs Bastianini
Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini saling berhadapan dalam pertarungan tim pabrikan versus satelit. Jack Miller start dari pole, memimpin pada lap pembuka saat Bastianini dan Bagnaia berebut podium. Harapan Miller segera pupus saat mengalami kecelakaan di Tikungan 4.
Tersingkirnya Miller mendorong Bastianini ke posisi terdepan, tetapi dibuntuti oleh Bagnaia. Dua lap terakhir berlangsung luar biasa, membuat penonton terkesima karena hanya terpaut 0,034 detik dari keduanya di garis finis. Bagnaia meraih kemenangan atas Bastianini, sedangkan tempat ketika diamankan Vinales yang menandai podium perdananya bersama Aprilia.
Dan itu belum semuanya. Kita tak boleh melupakan musim 2008, 2009, dan 2014, yang juga menghadirkan momen-momen Misano yang seru. Tahun lalu pun demikian, saat Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) saling memacu hingga batas kemampuan dalam sebuah pertunjukan yang luar biasa.
Kini, kami siap untuk aksi seru berikutnya di Misano 2026!