Hanya terpaut dua poin. Ronde 16 menyajikan akhir pekan yang dramatis saat rangkaian Tur Asia dimulai dan selisih poin Kejuaraan kembali terpangkas. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengemas 37 poin penuh yang tersedia sepanjang akhir pekan di Motegi. Jorge Martin (Aprilia Racing), finis di belakangnya, tak mampu memberikan perlawanan balik. Sementara rekan setimnya, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), melengkapi podium.
"Targetnya adalah 37 Poin"
Perolehan poin yang sempurna. Ia mungkin tak berpartisipasi dalam balapan go-kart pada Minggu pagi, namun Marc Marquez tak terkalahkan di GP Jepang. Rider #93 mendominasi Sprint dan melanjutkan performa apiknya dengan kemenangan Grand Prix. Sang Juara Dunia bertahan memangkas selisih menjadi hanya dua poin. Ini adalah akhir pekan yang krusial dalam perebutan gelar juera, di mana Marc Marquez mulai bisa bersantai sebelum menghadapi GP Indonesia yang padat agenda.
Marc Marquez: "Sangat senang karena target akhir pekan ini adalah 37 poin dan kami berhasil mencapainya. Balapan berlangsung sengit, terutama pada lap-lap awal saat saya berada di belakang Jorge. Kemudian, setelah memimpin balapan, saya berusaha mengontrol ritme balapan. Saat Jorge mulai mendekat, saya memacu motor lebih keras, lalu saya kembali sedikit bersantai.
"Sejak Aragon, feeling saya terhadap motor sangat bagus. Memang benar kami sempat mengalami masalah rem di Austria, tetapi kami mampu kembali kompetitif akhir pekan ini dan bersaing dengan para pembalap papan atas.
"Setiap balapan itu penting. Mari kita coba tampil maksimal di Indonesia, namun bersantai juga penting, dan nanti kita akan punya waktu untuk membahas soal Indonesia pada hari Kamis."
"Senang dengan Performa Saya"
Mempertahankan keunggulan dalam perebutan gelar dan kembali naik podium—hasil yang solid bagi Martin. Dengan total raihan 27 poin di GP Jepang, Martinator menutup akhir pekannya dengan finis kedua pada balapan Grand Prix. Dan meskipun selisih poinnya kini terpangkas, persaingan masih jauh dari kata usai. Pembalap Aprilia itu pun bertekad untuk melangkah lebih jauh lagi menjelang balapan di Mandalika.
Martin: "Saya sangat senang dengan performa saya. Menurut saya, saya membalap dengan baik, dan di setiap lap bersama Aprilia, saya merasa semakin nyaman. Namun, bahkan dalam kondisi seperti ini, saya tidak bisa mengalahkan Marc. Jadi, selamat untuknya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi ada sesuatu yang masih kurang, jadi kuncinya adalah terus bekerja keras, dan saya yakin kemenangan itu akan datang.
"Perasaan saya sangat baik. Menurut saya, sebuah kehormatan bisa berada di tahap ini dan bersaing dengan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah olahraga ini. Saya merasa sangat bersyukur atas pencapaian kami sepanjang musim ini. Saya merasa sangat kompetitif; saya yakin saya ikut dalam persaingan gelar juara. Tentu saja, ada balapan-balapan di mana saya sempat kesulitan, tetapi kecepatan saya sudah kembali: dua pole position beruntun dan naik podium. Saya merasa kami mampu bersaing untuk memperebutkan gelar juara ini."
"Kecepatannya Sungguh Luar Biasa"
Akhir pekan di Motegi ini bukanlah hasil yang diharapkan oleh pembalap tuan rumah, Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team). Ia menempati posisi kelima dalam Sprint dan kemudian finis keenam di GP Jepang—dengan selisih waktu 15,210 detik di belakang Marc Marquez. Meski tambahan 15 poin terdengar bagus di atas kertas, bagi Ogura—yang menargetkan hasil lebih baik di balapang kandang—itu belum cukup.
Ogura: "Saya mengincar posisi yang lebih baik hari ini. Lap pertama saya berjalan baik dan saya sempat berpikir bisa bersaing dengan para pembalap di barisan depan. Namun, kecepatannya sungguh luar biasa. Raul membalap dengan sangat baik menjelang akhir balapan, tepatnya pada empat atau lima lap terakhir. Saya menikmati balapannya, tetapi posisi finis ini bukanlah yang kami harapkan."
"Enea Tampil Garang Hari ini"
Peraih podium, pencetak poin, dan penantang gelar juara. Marco Bezzecchi menutup akhir pekan dengan catatan positif. Ia memperbaiki hasil posisi keenam di Sprint menjadi podium ketiga pada GP Jepang sore berkat kecepatan yang solid di pertengahan balapan. Bez mendapat tekanan pada lap-lap terakhir saat harus berduel sengit melawan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3).
Bezzecchi: "Enea tampil luar biasa hari ini. Saya senang dengan hasilnya karena balapan ini tidaklah mudah. Awal balapan terasa sulit. Saya memang percaya diri, namun tidak cukup percaya diri untuk terus menempel Marc dan Jorge. Kemudian, di pertengahan balapan, saya mulai merasa lebih nyaman, kepercayaan diri saya meningkat, dan pengereman saya menjadi lebih kuat.
"Terutama pada dua lap terakhir, saya mulai mendengar suara (motor Bastianini), dan posisinya sudah tepat di belakang saya pada lap terakhir. Di bagian akhir lintasan, saya harus menerapkan strategi bertahan karena tidak ingin kehilangan posisi ketiga. Melawan Bastianini selalu berat, karena saat performanya sedang bagus, dia sangat cepat dan tangguh dalam duel."
"Dia Mengerem dengan Sangat Agresif"
Salah satu pertarungan sengit akhir pekan itu melibatkan Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team), Ogura, dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Ketiganya bertarung hingga garis finis demi finis kelima, dengan selisih waktu hanya 2,113 detik di antara mereka saat balapan berakhir. Strategi dan manuver kreatif menjadi sorotan dari aksi ketiganya, membuat kita menantikan pertarungan serupa di balapan berikutnya.
Fernandez: "Sulit rasanya bertarung melawan para pembalap ini, terutama Pedro dan Ai. Pedro mengerem dengan sangat agresif, sementara Ai sangat piawai menjaga kondisi ban untuk fase akhir balapan. Saya benar-benar fokus pada diri sendiri; saya berusaha menjaga konsentrasi dan tidak terlalu memikirkan pembalap di belakang, jadi mungkin itulah kuncinya. Selain itu, di pertengahan balapan, saya harus menghemat bahan bakar, jadi situasinya cukup sulit, namun itu adalah bagian dari olahraga ini. Saya sangat menikmatinya."
Ogura: "Menurut saya itu pertarungan yang seru. Saya sempat mengira punya peluang untuk menyalip Raul di akhir, tetapi dia bertahan dengan sangat baik dan membalap tanpa melakukan kesalahan. Tidak ada celah bagi saya untuk menyerang, tapi bagaimanapun, itu pertarungan yang menarik dan saya menikmatinya."
Acosta: "Saya sudah berusaha, tetapi saya sangat kesulitan dengan akselerasi dan tidak benar-benar mendapatkan kesempatan bagus untuk menyalip. Dua kali saya mencoba menyalip Ogura dari sisi luar, namun saya kesulitan melakukannya. Pada satu titik, saya memutuskan bahwa lebih penting untuk menyelesaikan balapan dan meraih poin—setelah menjalani GP yang sulit—daripada memaksakan diri demi posisi kelima atau keenam."