Penampilan kelas atas, peluang meraih gelar juara untuk pertama kalinya, dan semuanya disaksikan oleh jumlah penonton yang memecahkan rekor. Petronas Grand Prix of Malaysia menjadi akhir pekan yang sukses bagi Marc Marquez (Ducati Lenovo Team). Ia melesat menuju kemenangan, sementara Jorge Martin (Aprilia Racing) harus mengakhiri kiprahnya lebih awal meskipun telah berupaya keras untuk tetap membalap.
"Terkadang Hidup Memberikan Momen-momen Istimewa"
Kesempurnaan pada hari Minggu. Penampilan memukau kembali ditunjukkan oleh Marc Marquez, dengan #93 mencetak kemenangan Grand Prix ketujuhnya musim ini. Bintang Ducati itu pun semakin dekat dengan gelar Juara Dunia MotoGP kedelapannya, membuka peluang untuk mengunci titel di Qatar. Dengan keunggulan 44 poin, Sepang jadi akhir pekan yang sungguh luar biasa. Namun, seberapa istimewakah momen ini bagi Marc?
Marc Marquez: "Target saya adalah memimpin sejak awal, mengendalikan jalannya balapan dalam empat atau lima lap pertama, lalu menetapkan ritme saya sendiri sembari menjaga kondisi ban. Sejujurnya, cara saya membalap sangat baik. Saya menikmatinya. Balapan yang cukup panjang. Saya merasa sangat lelah. Sepertinya akhir pekan ini saya 'meminjam' kemampuan Alex Marquez di Malaysia, karena gaya balap saya persis seperti yang ia tunjukkan saat menang di sini tahun lalu."
"Terkadang hidup memberikan momen-momen istimewa, momen-momen yang unik. GP Malaysia ini memberi saya kesempatan untuk memperlebar keunggulan dalam klasemen Kejuaraan. Saat ada kesempatan, kami harus memanfaatkannya. Saya sangat fokus untuk meraih poin maksimal. Kami berhasil mengumpulkan 34 poin, yang sangat penting bagi perburuan gelar juara."
"Saya Akan Berjuang hingga Akhir"
Meski telah melakukan upaya luar biasa, Jorge Martin mengakhiri GP Malaysia tanpa satu poin pun. Martinator memutuskan untuk mundur setelah sesi FP2, dan kini mengalihkan fokusnya ke balapan berikutnya. Bintang Aprilia ini meninggalkan Sepang dengan selisih 44 poin dari Marc Marquez. Tetapi ia menegaskan kembali bahwa dirinya akan terus berjuang demi gelar juara sampai akhir.
Martin: "Saya sudah mencoba. Saya berusaha sebaik mungkin untuk membalap. Namun, proses pemulihan masih dalam tahap awal. Pemulihannya memang berlangsung sangat cepat, tetapi belum cukup untuk bisa tampil maksimal di atas motor. Saya merasa bisa membalap hampir tanpa rasa sakit selama mungkin satu lap saja. Setelah itu, rasa sakit yang hebat mulai muncul. Saya tidak bisa tampil konsisten. Setelah melihat catatan waktu dan performa saya, kami memutuskan untuk berhenti dan menunggu.
"Persaingan title Kejuaraan masih terbuka. Saya tidak perlu terlalu memikirkan soal Kejuaraan. Mungkin saja saya bisa memenanginya, namun bagi saya, peluang itu sudah hilang. Yang pasti, saya akan berjuang sampai akhir. Bukan hanya untuk diri saya sendiri—karena bagaimanapun, saya sudah pernah menjadi juara—tetapi demi tim saya dan orang-orang di sekitar saya, saya akan terus berjuang hingga akhir. Saya akan mencoba lagi di Qatar."
"Saya Akan Tetap Percaya"
Perjuangan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) terus berlanjut. Sekarang tertinggal 67 poin dari Marc Marquez setelah finis keenam di GP Malaysia. Bez bersaing ketat dengan Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP), sebelum sebuah kesalahan pada lap terakhir membuatnya kehilangan posisi kelima. Kini saatnya untuk mengatur ulang fokus menjelang GP Qatar; Bezzecchi tetap optimistis dan secara matematis masih dalam persaingan gelar juara.
Bezzecchi: "Saya berusaha semaksimal mungkin di awal untuk mengejar ketertinggalan, dan saya sempat berada dekat dengan Alex (Marquez) serta Pedro (Acosta). Saya mencoba melakukan serangan yang agak nekat terhadap Alex—bisa dibilang begitu—karena saya mulai merasa kesulitan dengan bagian depan motor dan suhunya. Ditambah lagi, tingkat keausan ban jauh lebih parah daripada yang saya perkirakan.
"Sejujurnya, saat itu Ai memang lebih cepat daripada saya. Saya rasa dia akan tetap berhasil menyalip saya beberapa tikungan kemudian, seperti yang akhirnya terjadi. Kontak di antara kami sebenarnya tidak perlu terjadi karena kami berdua berisiko mengalami kecelakaan.
"Secara realistis, situasinya memang sulit. Namun, selama hitungan matematis masih berpihak pada kami, saya akan terus percaya. Saya akan terus bekerja sekeras mungkin setiap harinya."
"Saya Akan Berusaha untuk Kembali di Portimao"
Mencetak pole position dan podium ke-20 pada balapan Grand Prix, Sepang menjadi akhir pekan yang cukup memuaskan bagi Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Meski demikian, tidak semua berjalan sesuai rencana bagi #73, setelah terjatuh saat memimpin Sprint. Fokusnya sekarang beralih pada pemulihan. Alex Marquez bersiap menjalani operasi dengan harapan bisa kembali beraksi di GP Portugal.
Alex Marquez: "Target utama saya adalah mencoba naik podium dan menyelesaikan balapan. Kemarin (Sabtu) saya melakukan kesalahan besar, jadi hari ini sangat penting untuk bisa finis dan meraih podium. Sejak awal, saya sudah merasa ragu sebelum balapan dimulai. Saya tahu Marc dan Pedro sedikit lebih cepat dari saya, terutama pada lap-lap terakhir.
"Sejak kembali setelah kecelakaan di Catalunya, bahu kanan saya terus bermasalah dan sangat mengganggu. Saya memutuskan untuk menjalani operasi besok di Madrid. Saya akan berusaha untuk kembali di Portimao. Saya sudah sempat berkonsultasi dengan dokter, dan hal itu mungkin saja dilakukan—terutama karena kondisi ini sangat menyulitkan saya dalam rangkaian balapan yang berlangsung berturut-turut."
"Berjuang demi Peringkat Ketiga di Kejuaraan"
Penampilan gemilang kembali ditunjukkan oleh Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). El Tiburon berhasil memenangi Sprint Sepang, lalu mengukuhkan performanya dengan finis kedua di GP Malaysia. Sebanyak 32 poin dikantonginya, yang memperkecil selisih poinnya untuk menempati peringkat ketiga dalam klasemen Kejuaraan Dunia—melanjutkan performa impresif Acosta dalam rangkaian balapan di luar Eropa.
Acosta: "Saat berlaga di luar Eropa, KTM biasanya tampil cukup kuat. Kami mampu menjalani balapan dengan baik tanpa melakukan kesalahan seperti yang terjadi di Jepang. Kami bekerja dengan sangat baik. Bahkan saat sedang kesulitan pun, kami tetap mampu bersaing dekat posisi podium. Kami menjalani akhir musim dengan positif. Itulah target saya setelah jeda musim panas, menutup musim ini bersama KTM dengan cara sebaik mungkin.
"Saat ini, level kami belum setara dengan Ducati maupun Aprilia. Bisa dibilang, Marco adalah rival terdekat saya dalam perebutan peringkat ketiga di Kejuaraan. Namun, sepertinya Qatar akan menjadi lintasan yang lebih menguntungkan bagi Aprilia."
"Sebuah Kesalahpahaman"
Ai Ogura kembali tampil impresif, mengumpulkan total 19 poin sepanjang akhir pekan GP Malaysia dan menunjukkan bahwa ia tidak ragu untuk bersikap agresif di lintasan. Ia mengamankan posisi keempat, menyelesaikan balapan Grand Prix dengan kondisi salah satu aero motornya hilang akibat bersenggolan dengan Bezzecchi.
Ogura: "Di Sepang ini, saya memang memperkirakan hasil seperti ini. Tahun lalu, sirkuit ini merupakan salah satu yang tersulit bagi kami, tetapi kali ini kami jauh lebih dekat dengan posisi terdepan.
"Saat memasuki Tikungan 1, saya rasa dia (Bezzecchi) tahu saya akan mencoba menyalipnya. Dia melakukan pengereman yang cukup dalam dan melebar sedikit. Saya pikir saya bisa menyalipnya di Tikungan 1. Namun, saya tidak menyangka dia akan mencoba kembali ke arah apex di Tikungan 1 tersebut—saya kira dia akan tetap berada di racing line-nya saat menuju Tikungan 2. Jadi, ya, ada kesalahpahaman dari pihak saya. Mengenai insiden senggolan itu, itu sepenuhnya kesalahan saya."