Menempati peringkat ketiga klasemen akhir Kejuaraan Dunia GP 125cc musim 2002, Dani Pedrosa lalu merengkuh titel pada 2003. Pembalap Spanyol itu kemudian naik ke kelas 250cc, dan sukses Juara Dunia dalam tahun debutnya sebagai rookie. Semusim berikutnya, gelar berhasil dipertahankannya, meski menderita cedera. Pada 2006, Pedrosa promosi ke MotoGP™. Ia hanya butuh empat balapan untuk mencetak kemenangan perdana. Konsisten di barisan depan, bahkan jadi penantang juara, Pedrosa mengoleksi jumlah kemenangan terbanyak di MotoGP™ musim 2012. Kendati karier balapnya diganggu beberapa cedera, pembalap kelahiran Sabadell itu setidaknya memenangi satu balapan dalam setiap musim Grand Prix sejak 2002.
Pada 2014, Pedrosa dilanda cedera arm pump. Alhasil, ia harus jalani operasi demi selamatkan kariernya saat awal 2015. Musim itu, Pedrosa menutup Kejuaraan Dunia MotoGP™ dengan menduduki peringkat keempat. ‘The Little Samurai’ raih kemenangan lagi di Misano 2016. Namun, cedera kembali menghampirinya. Kali ini tulang selangka. Setelah pulih sepenuhnya pada 2017, Pedrosa terus menjaga catatan kemenangan setiap musim dalam kariernya, yang mana ia klaim podium tertinggi di Jerez dan Valencia.
Tahun 2018 menandai musim terakhir Pedrosa sebagai pembalap MotoGP™. Menyusul kegagalan cetak kemenangan atau naik podium, ‘The Little Samurai’ memutuskan pensiun. Segera setelah akhiri hubungan dari Honda, Pedrosa menandatangani kontrak dengan KTM untuk ambil peran sebagai pembalap penguji. Kehadirannya terbukti berperan penting dalam kebangkitan pabrikan Austria itu menuju kemenangan dan podium di kelas premier. Sang pembalap Spanyol melakukan penampilan wildcard pertamanya dengan kendarai RC16 di GP Styria 2021. Dan dia sekali lagi akan berbaris di grid bersama KTM di GP Spanyol 2023, di sirkuit favoritnya, Jerez.