Sebelum sukses Juara Dunia Moto3™ 2013, Maverick Vinales, adalah pemegang titel CEV 2010, serta European 125 Championship 2011. Debutnya di Kejuaraan Dunia GP 125cc dimulai pada 2011. Ia memenangi empat balapan dalam tahun debutnya, membawanya ke peringkat ketiga klasemen akhir dan gelar Rookie of The Year. Vinales lalu naik kelas ke Moto2™ pada 2014, dan ia kembali dinobatkan sebagai Rookie of the Year. Sepangjang musim itu, Vinales menangi empat balapan, membawanya promosi ke MotoGP™ 2015 bersama Team Suzuki Ecstar.
Dalam tahun debutnya di MotoGP™, Vinales berhasil persembahkan kemenangan pertama untuk Suzuki sejak 2007, saat ia menapaki podium tertinggi GP Inggris 2016. Itu juga merupakan kemenangan perdananya pada kelas premier. Setahun kemudian, Vinales pindah ke Movistar Yamaha MotoGP dan jadi rekan setim Valentino Rossi. Mendominasi tes pramusim, dilanjutkan dua kemenangan dalam dua balapan pertama, Vinales dilanda kesulitan dengan masalah grip Yamaha. Ia pun menduduki peringkat ketiga klasemen akhir. Lanjutkan perjuangan pada 2018, Vinales akhiri puasa kemenangan Yamaha, ketika menangi GP Australia.
Tahun 2019 dimulai dengan lambat untuk Vinales. Hanya raih satu podium dalam tujuh balapan pertama. Namun, kemenangan di Assen mengubah keadaan untuk paruh kedua musim yang fantastis. Lima podium, termasuk kemenangan di Sepang, bawa Vinales amankan P3 klasemen akhir. Pada 2020, ia buka bawa harapan gelar bagi Yamaha. Kendati finis kedua di GP Spanyol dan GP Andalusia, bahkan menang GP Emilia Romagna, Vinales terkendala problem setiap kualifikasi. Alhasil, ‘Top Gun’ tersingkir dari perburuan titel, dan menghuni peringkat keenam di Kejuaraan.
Vinales membuka tahun kelimanya di Yamaha pada 2021, dengan kemenangan di putaran pembuka. Tetapi, hubungan keduanya justru memburuk. Hanya berselang 24 jam podium di Assen, Vinales diumumkan akan tinggalkan Yamaha selepas akhir musim. Walau begitu, perpisahan keduanya terjadi lebih cepat. Usai insiden over-revving di Austra, Yamaha memecat sang pembalap Spanyol. Rumor lalu mulai berkembang, bahwa ia akan gabung dengan Aprilia. Tak lama, Vinales resmi jadi pembalap pabrikan Noale. Tim memberikan lima putaran terakhir untuk adaptasi dengan RS-GP dan bersiap hadapi 2022.
Paruh pertama musim yang penuh tantangan membuat banyak orang bertanya-tanya apakah peralihan ke Aprilia akan sukses. Tetapi, tiga podium dalam waktu tiga putaran (Assen, Silverstone dan Misano) mengubah narasi sepenuhnya. Dengan kontrak baru berdurasi dua tahun, Top Gun mengincar kemenangan pertama Aprilia pada 2023. Walau itu tidak terjadi, Vinales mengklaim tiga kali finis kedua pada balapan Grand Prix dan dua podium Sprint dalam perjalanannya ke P7 klasemen akhir. Musim 2024, Vinales akhirnya berhasil membubuhkan kemenangan perdana bersama Aprilia. Selain itu, kemenangan di GP Amerika mengantarkannya masuk catatan sejarah sebagai pembalap yang menang balapan dengan tiga pabrikan berbeda dalam kelas MotoGP™. Ia kemudian mengumumkan babak baru karier balapnya bersama Red Bull KTM Tech3 untuk musim 2025. Vinales dengan cepat beradaptasi dengan KTM, mencetak poin sejak awal balapan dan menembus lima besar di GP Spanyol. Tetapi, musimnya berubah di Sachsenring. Cedera bahu memaksa pembalap #12 untuk menonton tiga putaran berikutnya dari pinggir sirkuit. Akhir musim yang sulit, dengan GP Catalunya menandai akhir pekan terakhirnya untuk meraih poin, sementara fokusnya beralih ke pemulihan. Top Gun masih melanjutkan kariernya bersama Red Bull KTM Tech3. Pertanyaannya tetap sama pada 2026, bisakah ia menjadi pembalap pertama yang menang dengan empat pabrikan berbeda?