TALKING POINTS: Bezzecchi Tuntaskan Dahaga Kemenangan di Mandalika

Hasil bersejarah, aksi balap yang berani, dan perebutan gelar juara yang makin ketat menjadi sorotan utama di GP Indonesia, menyisakan banyak hal menarik untuk dibahas

Begitulah, satu lagi kunjungan dramatis ke Mandalika telah usai, dan hanya tersisa selisih dua poin antara dua pembalap teratas dalam perebutan gelar juara. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) melesat meraih kemenangan. Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) finis kedua, sementara pemimpin klasemen Jorge Martin (Aprilia Racing) melengkapi podium—yang seluruhnya diisi oleh pembalap Aprilia.

Simak topik-topik terhangat dari Pertamina Grand Prix of Indonesia!

"Ini adalah Masa yang Panjang dan Berat"

Marco Bezzecchi, sungguh penampilan yang luar biasa! Rider #72 tampil memukau. Ia bangkit dari kecelakaan saat Sprint untuk menginjakkan kakinya di podium tertinggi Grand Prix. Kemenangan ini menuntaskan dahaga sejak kali terakhir melakukannya di Mugello, dan yang pertama sejak pulih dari cedera. Tak pelak menjadikannya kemenangan yang istimewa dan penuh emosi. Kini tertinggal 46 poin dalam perburuan titel Kejuaraan, Bez menatap Phillip Island dengan satu tujuan: kemenangan.

Bezzecchi: "Saya merasa baik, saya merasa sangat senang. Ini adalah masa yang panjang dan berat setelah cedera. Pikiran pertama saya saat di rumah sakit adalah, 'Kapan saya bisa kembali menang?' Awalnya semua berjalan lancar, namun kemudian saya mengalami masa-masa sulit. Proses kembalinya saya tidak buruk, tetapi sulit untuk bersaing di posisi terdepan. Untungnya, hari ini kecepatan saya bagus karena kami bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan ini.

"Hal itu bisa membantu. Saya datang ke sini akhir pekan ini dengan keyakinan bahwa saya bisa tampil cepat dan jika bekerja dengan baik, saya bisa mendulang poin, namun kemarin terjadi insiden balapan. Tapi apa yang bisa dilakukan? Apakah Anda akan menangis dan tidak ikut balapan hari ini, atau Anda akan berusaha semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik yang Anda bisa?"

"Sangat Puas"

Memulai akhir pekan dengan keunggulan dua poin dan kini meninggalkan Indonesia dengan keunggulan dua poin pula. Jorge Martin menjalani akhir pekan yang solid. Ia menunjukkan potensi untuk memenangi Sprint, sebelum akhirnya finis keempat. Martinator mengamankan posisi ketiga di GP Indonesia, sehingga total mengumpulkan 22 poin sepanjang akhir pekan. Meski demikian, masih ada langkah peningkatan yang perlu dilakukan mengingat adanya balapan-balapan penting di depan mata.

Martin: "Sangat puas dengan performa saya. Ini bukan akhir pekan di mana saya tampil sangat kompetitif. Saya memang cepat, tetapi saya sempat kesulitan. Saya membalap dengan baik, namun tidak sebaik Raul (Fernandez) dan Marco. Hasil maksimal hari ini adalah posisi ketiga, tetapi saya merasa kecewa dengan hasil kemarin karena menurut saya kemenangan (Sprint) seharusnya menjadi milik saya.

"Konsistensi akan sangat krusial. Kecepatan dan kecerdasan dalam membalap juga akan sangat penting. Selalu ada sedikit kekurangan di setiap balapan, namun kami selalu mampu bersaing, konsisten meraih poin, dan hampir selalu naik podium. Saya sangat senang dengan performa saya, dan setelah absen di sini pada musim lalu, saya tidak bisa meminta hasil yang lebih baik lagi."

"Ini Sirkuitnya Aprilia"

Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) telah mulai menorehkan kisah baru di GP Indonesia, dengan meraih kemenangan Sprint, lalu finis keenam pada balapan Grand Prix. Akhirnya, #93 berhasil menyelesaikan balapan hari Minggu di Mandalika, dan ia mengakhiri akhir pekan dengan raihan 22 poin—sesuatu yang mengejutkan bagi kubu Marquez. Selisih poin dalam perebutan gelar juara tetap terjaga di angka dua poin, padahal ia sebelumnya memperkirakan akan kehilangan 15 poin atau lebih.

Marc Marquez: "Saya sangat senang. Tidak kehilangan poin dari Martin dan hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi di sini, di Mandalika, adalah hal yang luar biasa. Memang benar hari ini kami agak kesulitan dan tidak bisa tampil cepat, tetapi seperti yang kita lihat, ini adalah sirkuitnya Aprilia, dengan empat motor Aprilia berada di barisan depan.

"Saat datang ke sini, saya berpikir, 'Oke, mungkin kami akan kehilangan 15 poin,' karena jika Bezzecchi atau Martin meraih 37 poin dan Anda finis kelima, maka Anda kehilangan kurang lebih 20 poin. Pada akhirnya, kami mampu bersaing dan meninggalkan Mandalika dengan jumlah poin yang sama seperti sebelumnya."

"Jari yang Patah Itu adalah Jari yang Saya Gunakan untuk Mengerem"

Heroik. Raul Fernandez kembali podium, mengamankan posisi kedua setelah penampilan yang penuh keberanian. Ia bangkit dari insiden di Tikungan 1 saat Sprint. Dan meski mengalami patah pada dua jarinya, pembalap bernomor #25 ini berjuang keras hingga finis kedua. Hari itu menjadi tantangan berat bagi Fernandez, karena ia harus mengubah gaya membalap dan menahan rasa sakit demi meraih tambahan 20 poin.

Fernandez: "Saat bangun pagi ini, kondisi jari saya terasa sangat buruk. Masalah utamanya bukan sekadar rasa sakit itu sendiri, melainkan fakta bahwa jari yang patah adalah jari yang saya gunakan untuk mengerem.

"Hal tersulitnya adalah saya kehilangan semua acuan yang telah saya bangun akhir pekan ini. Saya harus memulai segalanya dari nol. Cara saya melakukan pengereman dan memasuki tikungan menjadi sangat berbeda, sehingga sulit untuk mengaturnya. Setelah melahap 13 atau 14 lap, kondisi fisik saya benar-benar terkuras. Saya menahan rasa sakit, sementara upaya untuk tetap fokus dan menghindari kesalahan menjadi hal yang sangat berat."

"Saya Kehilangan Banyak Waktu"

Setelah sempat mengalami kendala terkait tekanan ban, Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) akhirnya finis kelima.  Namun, El Tiburon merasa hasil yang lebih baik sebenarnya bisa diraih. Ia mengakui bahwa posisi keempat atau bahkan podium sempat berada dalam jangkauan. Kini fokus beralih ke Phillip Island, dengan Acosta tiba di GP Australia menempati peringkat kelima pada klasemen Kejuaraan.

Acosta: "Kami kesulitan dengan tekanan ban depan. Kami tidak bisa mengendalikannya dan sempat melakukan beberapa kesalahan. Saya kehilangan banyak waktu saat berusaha menjaga tekanan ban agar tetap sesuai regulasi, dan mungkin kami jadi kehilangan kesempatan untuk bertarung memperebutkan podium. Mungkin juga tidak, tapi untuk posisi keempat, ya, itu mungkin saja terjadi—tapi mari kita melangkah maju.

"Saya cukup senang akan pergi ke Phillip Island. Menurut saya kami sudah mengalami peningkatan, namun saya rasa Aprilia dan Ducati akan sangat cepat di sana. Balapan nanti akan kembali menjadi tantangan berat, tetapi kami akan berusaha!"

"Saya Merasa Kesakitan"

Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha MotoGP) menjalani akhir pekan yang berat. Ia mengalami kecelakaan pada sesi FP2 yang menyebabkan bahunya mengalami dislokasi. El Turco berusaha keras menahan rasa sakit dan tetap bertarung pada tahap awal balapan GP Indonesia. Tetapi, kondisi fisiknya ternyata tidak memungkinkan untuk melanjutkan balapan. Sang rookie kesulitan saat melakukan pengereman dan akhirnya memutuskan untuk mundur dari balapan.

Razgatlioglu: "Setelah kecelakaan hebat itu, bahu saya sempat lepas dari sendinya, lalu saya memasangnya kembali. Masalah terbesarnya adalah hilangnya kekuatan (pada bahu tersebut). Saya memang merasakan sakit, tetapi saya sudah meminum obat pereda nyeri dan berusaha mengatasinya. Kendala utamanya adalah masalah kekuatan saat balapan, terutama ketika saya melakukan pengereman dan saat melibas tikungan ke kanan."

Lima Ronde, Pertarungan Utama

Nikmati semua aksinya mulai dari hanya €29.99 ribuan dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.