Pembalap Prancis, Fabio Quartararo, memulai karier balap motornya pada usia 4 tahun. Ia lalu pindah ke Spanyol untuk mengembangkan karier dan berhasil juara nasional di kategori 70cc, 80cc, dan 125cc. Pada 2013, Quartararo menjuarai FIM CEV Repsol Moto3™, yang diulanginya lagi musim 2014. Seiring pencabutan regulasi batasan umur di Kejuaraan Dunia Moto3™ hingga usia 16 tahun, ia bergabung dengan rekan setim Jorge Navarro di tim Estrella Galicia 0,0 Honda. Kinerja impresif segera diperlihatkan Quartararo. Podium dalam balapan keduanya di Moto3™. Performa apik itu kemudian berlanjut dengan pole position di Assen dan Jerez. Namun, cedera pergelangan kaki di akhir musim halangi progresnya.
Pada 2016, Quartararo pindah ke Leopard Racing dan mengendarai KTM. Setahun berikutnya, ‘El Diablo’ naik kelas ke Moto2™ bersama Paginas Amarillas HP40. Menyusul penampilan bagusnya, ia hijrah ke Speed Up pada 2018. Musim keduanya dalam kelas intermedia itu ditandai dengan pole position dan kemenangan perdana di Circuit de Barcelona-Catalunya. Kepindahannya ke kelas premier pada 2019 sempat mengundang pertanyaan. Akan tetapi, Quartararo menjawabnya lewat pencapaian mengesankan. Tujuh podium, peringkat kelima klasemen akhir serta gelar Rookie of The Year dengan torehan 192 poin. Setahun berikutnya, ‘El Diablo’ jadi penantang gelar MotoGP™ 2020. Membuka musim dengan dua kemenangan beruntun dan podium tertinggi di Catalunya. Namun, performanya menurun tajam sepanjang paruh kedua. Ia kehilangan peluang dalam perebutan titel setelah menghuni peringkat kedelapan dalam klasemen akhir.
Musim 2021, pabrikan Yamaha rekrut Quartararo untuk gantikan Valentino Rossi. Tanggung jawab besar itu pun dijawab dengan hasil mengesankan. ‘El Diablo’ membuka kejuaraan dengan kemenangan di GP Doha. Ia kemudian menambah podium tertingginya menjadi tiga, setelah memenangi balapan di Portimao, Mugello, Assen dan Silverstone. Raihan ini melengkapi 10 podium yang dicetaknya, juga lima pole position. Berbekal status juara dunia bertahan, Quartararo menghadapi MotoGP™ 2022 dengan kepercayaan diri. Paruh pertama musim berjalan mulus. Bahkan, ia unggul jauh 91 poin atas Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Namun, performa tak konsisten memupus harapan Quartararo untuk juara dunia lagi.
Sayangnya, kesempatan untuk merebut kembali gelar juara tak kunjung datang pada 2023. Quartararo tak pernah menang bersama Yamaha, yang performanya sedang buruk dan hanya meraih tiga podium dalam balapan Grand Prix, membuatnya menghuni peringkat ke-10 klasemen akhir. El Diablo juga sulit untuk kembali ke barisan terdepan pada 2024. Tetapi kemajuan dengan motornya terjadi dalam paruh kedua musim, yang mana ia meraih dua posisi enam besar di GP Malaysia. Musim 2025 mencatatkan sejumlah tanda positif bagi sang pembalap Prancis. Empat kali pole position, finis kedua di Jerez, serta kecepatan luar biasa di Silverstone. Sayangnya, masalah teknis pupuskan harapan kemenangan dalam GP Inggris. MotoGP 2026 menandai era baru bagi Quartararo dan Yamaha seiring dengan pabrikan garpu tala yang beralih ke konfigurasi mesin V4.