Siapa yang ingin menyaksikan dua balapan akbar Eropa lagi sebelum rangkaian flyaway races dimulai? Kami tentu saja sangat antusias, dan untungnya, itulah yang telah disiapkan MotoGP untuk dua pekan ke depan. Pegunungan Styria yang memukau di Austria—lokasi Red Bull Ring—sudah menanti tak lama lagi.
Namun sebelumnya, kita akan bersiap untuk aksi balap di pesisir Adriatik yang berkilau, saat Misano World Circuit Marco Simoncelli menjadi tuan rumah Ronde 14 bertajuk Red Bull Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera.
Perburuan titel MotoGP 2026 yang kian memanas kembali mengalami kejutan pada balapan terakhir di Aragon. Hasilnya, saat tiba di Misano, selisih antara tiga pembalap teratas klasemen Kejuaraan Dunia hanya terpaut 24 poin—termasuk salah satu pahlawan tuan rumah akhir pekan ini, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing).
MM93 PANGKAS KEUNGGULAN MARTINATOR
Menyusul raupan 37 poin di sirkuit yang merupakan teritorinya, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kini tiba di 'wilayah musuh' dengan ambisi memangkas lebih jauh selisih 19 poin dari pemimpin klasemen Kejuaraan Dunia, Jorge Martin (Aprilia Racing). Atau bahkan, jika memungkinkan, merebut posisi puncak klasemen—sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi.
Sebagian besar pihak memperkirakan sang Juara Dunia bertahan akan mendulang poin maksimal di Aragon, dan pembalap bernomor #93 itu pun membuktikannya. Sekarang, meski Misano tak selalu dianggap sebagai sirkuit yang sepenuhnya dikuasainya, Marc Marquez memiliki rekor impresif dengan enam kemenangan MotoGP di sana—termasuk dua kemenangan dalam dua tahun terakhir. Jika menengok kembali ke GP San Marino, kita tentu ingat pertarungan sengit antara Marc Marquez dan Bezzecchi. Tentu akan sangat menarik jika duel serupa kembali tersaji akhir pekan ini.
Martin, Marc Marquez, dan Bezzecchi dipisahkan jarak 24 poin. Apakah pertarungan gelar juara hanya akan melibatkan ketiganya? Atau mungkinkah ada pembalap lain yang mampu kembali meramaikan persaingan?
APRILIA BERTEKAD BANGKIT DI KANDANG
Walau sempat kehilangan sedikit posisi, tetapi akhir pekan di Aragon bukanlah hasil yang buruk bagi Aprilia. Mengingat kondisi fisik Bezzecchi yang terus membaik menuju kebugaran penuh, podium ganda yang diraih #72 menjadi momen yang sangat positifmenjelang Grand Prix kandang. Pasalnya, ia berhasil memangkas selisih poin kejuaraan dengan rekan setimnya, Martin.
Sedangkan bagi Martin, Aragon adalah akhir pekan di mana ia tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing memperebutkan podium. Alih-alih memaksakan diri, Martinator memilih untuk meraih hasil maksimal yang realistis. Dan itulah yang dilakukannya dengan dua kali finis kelima.
Martin menunjukkan sikap yang tenang, terkendali, dan penuh pengalaman pada musim 2026 ini. Ia paham betul dari pengalaman memenangi gelar juara MotoGP 2024, bahwa konsistensi adalah kuncinya. Namun, konsistensi saja tidaklah cukup. Pertanyaannya, mampukah #89 kembali bersaing memperebutkan kemenangan di GP San Marino demi mempertahankan, atau bahkan memperlebar jarak keunggulannya di klasemen?
PARA PENGEJAR
Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) harus melalui salah satu akhir pekan terberat musim ini dan kehilangan poin-poin berharga dalam perebutan gelar juara. Diggia tentunya sangat mengharapkan podium di Misano. Tetapi, ia membutuhkan hasil-hasil gemilang dalam waktu dekat jika ingin kembali bersaing secara serius dalam perburuan titel.
Selisih poin antara Martin dan Di Giannantonio kini mencapai 48 poin, sementara Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) tertinggal 53 poin setelah cedera tangan membuat bintang Jepang itu harus absen di Aragon.
Lalu, ada Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Ia tampil luar biasa di Aragon dengan bertarung sengit melawan calon rekan setimnya di sebagian besar jalannya balapan Grand Prix. Acosta membuktikan kualitas aslinya. Kendati peluang meraih gelar juara tampaknya terlalu sulit dijangkau, rider #37 diprediksi akan memainkan peran kunci dalam penentuan gelar juara musim 2026.
Di sisi lain, setelah penampilan yang tak terlupakan di Silverstone, balapan di Aragon justru menjadi pengalaman sebaliknya bagi Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team). Akibat masalah teknis, selisih poinnya dengan pemuncak klasemen sekarang melebar menjadi 70 poin. Fernandez pastinya bertekad untuk segera bangkit di Misano.
NASIB YANG BERBEDA
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) berhasil mengemas medali perak Sprint dan finis keempat di GP Aragon, melanjutkan performa kembalinya yang sangat solid. Sementara itu, dua kali posisi keenam yang dicatatkan Fermin Aldeguer menjadi cara apik untuk bangkit kembali usai absen akibat cedera. Duo Spaniard ini tentu percaya diri untuk bersaing di barisan depan saat beraksi di GP San Marino.
Sebaliknya, bagi Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team), akhir pekan di Aragon adalah momen yang ingin segera dilupakan, mengingat ia kini telah mencatatkan tiga kali gagal finis dari empat balapan Grand Prix terakhirnya. Pecco pasti berupaya keras untuk secepatnya menemukan momentum positif di hadapan para penggemar setianya di Misano. Hal serupa juga berlaku bagi Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team), yang bertekad kembali menembus 10 besar untuk pertama kalinya sejak GP Catalunya.
Pahlawan tuan rumah yang lain, Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3), tiba di Misano—sirkuit di mana Bestia mencetak kemenangan pada 2024 dan mencatatkan podium MotoGP perdananya pada 2021—berbekal hasil finis kedelapan di Aragon.
Sedangkan posisi kesepuluh yang diraih Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) di GP Aragon lalu tidak sepenuhnya mencerminkan performanya, mengingat ia sempat melorot ke posisi ke-20, sebelum akhirnya melesat naik kembali ke posisi depan.
Terakhir, setelah Pol Espargaro tampil menggantikan Maverick Vinales yang sedang cedera dalam dua Grand Prix sebelumnya, pembalap bernomor #44 ini masih akan membalap bersama Red Bull KTM Tech3 di Misano seiring berlanjutnya masa pemulihan Top Gun.
BANGUN MOMENTUM
Sungguh menyenangkan melihat Johann Zarco (Castrol Honda LCR) comeback. Dan sungguh sebuah kembalinya performa yang mengesankan. Setelah absen dalam enam Grand Prix, Zarco melaju mulus ke Q2, melanjutkannya dengan finis kesembilan pada Sprint, dan kemudian mengamankan satu poin setelah menjalani Double Long Lap Penalty di GP Aragon.
Rekan setimnya, Diogo Moreira (Pro Honda LCR), juga tampil menawan. Posisi ketujuh dalam Sprint dan finis kesembilan saat balapan Grand Prix membuat sang rookie mengantongi poin ganda untuk kedua kalinya musim ini. Moreira sekarang telah mencatatkan lima kali finis 10 besar sepanjang MotoGP 2026, dan ia juga menjadi pembalap HRC terbaik di Aragon. Kemajuan yang impresif.
Di sisi lain, meskipun kedua pembalap berhasil meraih poin di Aragon, akhir pekan ini terasa kurang menonjol bagi Joan Mir maupun rekan setimnya di Honda HRC Castrol, Luca Marini. Keduanya tentu berharap hasil lebih baik di Misano—terutama bagi Marini yang akan tampil dalam balapan kandangnya.
Aragon juga menjadi saksi kembalinya Yamaha ke jajaran Top 10, dengan Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) sebagai ujung tombak. Ini adalah kali keempat secara berturut-turut ia finis 12 besar. Rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, mengakhiri GP Aragon dengan insiden kecelakaan di Tikungan 12. Namun, El Turco sempat bersaing ketat memperebutkan sepuluh besar.
Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) berhasil mencetak poin dengan finis ke-13 pada balapan kandangnya. Sedangkan rekan setimnya, Fabio Quartararo, berupaya meraih poin Grand Prix pertamanya sejak kali terakhir melakukannya di GP Jerman berkat finis ketujuh. Misano merupakan sirkuit di mana El Diablo mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2021.
Dengan total 37 poin yang diperebutkan setiap akhir pekannya, setiap GP menjadi momen krusial seiring terus berubahnya peta persaingan. Jangan lewatkan Red Bull Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera 2026!