Hanya tersisa 150 poin yang bisa diperebutkan usai Motegi, dan bagi Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team), hal itu hanya berarti satu hal. Peluang mengunci gelar juara Moto3 2026. Pembalap sensasional asal Spanyol tersebut tiba di Jepang dengan keunggulan 131 poin atas para pesaingnya, memberinya kesempatan pertama untuk dinobatkan sebagai Juara Dunia akhir pekan ini.
Apa yang Harus Dilakukan Quiles?
Sederhananya, jika Quiles meninggalkan Motegi dengan keunggulan setidaknya 150 poin, maka ia akan dinobatkan sebagai Juara Dunia Moto3 2026. Secara matematis, masih ada empat pembalap yang bersaing memperebutkan gelar, yakni Quiles, Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), dan rookie Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) semuanya menghadapi akhir pekan krusial di Motegi.
Jika Quiles memenangi Moto3 GP Jepang dan meraih poin maksimal 25 angka, ia membutuhkan Carpe finis ke-10 atau lebih rendah, sementara Almansa dan Uriarte harus finis kesembilan atau lebih rendah.
Quilesi juga bisa mengunci gelar dengan finis kedua. Dalam skenario tersebut, Carpe harus finis ke-15 atau lebih rendah, sedangkan Almansa dan Uriarte finis ke-14 atau lebih rendah.
Finis ketiga atau lebih rendah tidak akan cukup bagi Quiles untuk menjadi Juara Dunia, yang berarti pertarungan gelar Moto3 akan berlanjut setidaknya hingga putaran Grand Prix Indonesia.
Musim ini sungguh luar biasa bagi Quiles, yang telah mencatatkan sembilan kemenangan balapan dan 13 kali naik podium dari 15 Grand Prix pertama musim ini. Ia bahkan telah mengumpulkan 32 poin lebih banyak dibandingkan total perolehan poinnya sepanjang musim 2025, sebuah bukti betapa impresifnya performa yang ditunjukkannya tahun ini.
Jangan lewatkan Motul Grand Prix Jepang untuk menyaksikan potensi penentuan gelar juara di Motegi. Balapan Moto3 akan diselenggarakan pada Minggu (3/10) mulai pukul 10.00 pagi WIB!