Balapan penuh kejutan, duel sengit pada lap terakhir, dan berbagai drama. MotoGP™ telah tiba di Phillip Island. Antusiasme terus meningkat, dan jika berkaca pada musim lalu, akhir pekan ini akan menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan. Selama bertahun-tahun, telah tercipta begitu banyak momen ikonik—mulai dari penalti yang mengejutkan, hingga penentuan pemenang di tikungan terakhir. Dan kini, Anda bisa menyaksikan kembali beberapa momen tersebut secara GRATIS!
2003 – Penalti 10 Detik Rossi
Valentino Rossi memulai balapan dari pole position dalam sebuah hari yang akan dikenang karena berbagai alasan. Marco Melandri sempat memimpin di awal balapan sebelum terlibat insiden dengan Troy Bayliss. Rossi kemudian mengambil alih posisi terdepan, namun jalannya balapan berubah drastis ketika pembalap bernomor #46 itu dijatuhi penalti 10 detik karena melakukan manuver menyalip saat bendera kuning dikibarkan.
Rossi pun langsung tancap gas, menampilkan salah satu performa paling mengesankan yang pernah kita saksikan. Saat melintasi garis finis, The Doctor berhasil mencatatkan selisih waktu 15,212 detik, yang setelah penalti diperhitungkan, membuatnya menang dengan keunggulan 5,212 detik atas Loris Capirossi dan Nicky Hayden.
2004 – Rossi Rengkuh Titel dan Taklukkan Gibernau
Kunjungan ke Phillip Island yang menghadirkan babak baru dalam persaingan antara Valentino Rossi dan Sete Gibernau. Drama langsung tersaji sejak lampu start dipadamkan. Setelah mengawali balapan dengan berani, Gibernau dan Rossi melesat jauh meninggalkan pembalap lainnya. Keduanya terus bertarung sengit hingga lap terakhir, dengan penentuan pemenang terjadi tepat saat menuju garis finis.
Rossi berhasil merebut kemenangan dari Gibernau dengan selisih waktu hanya 0,097 detik. Hasil ini pun memastikan The Doctor menjadi Juara Dunia MotoGP 2004, sekaligus melengkapi babak pertama dari langkah kepindahannya ke Yamaha—sebuah keputusan yang kelak menjadi momen luar biasa.
2013 – Lorenzo Menang, Marquez Drama Bendera Hitam
Drama. Hanya kata itulah yang tepat untuk menggambarkan jalannya balapan. Dengan adanya kewajiban untuk mengganti motor demi alasan keselamatan, Jorge Lorenzo langsung memimpin pada lap-lap awal setelah start dari pole position.
Momen krusial terjadi saat para pembalap mulai masuk ke pit, sementara Marc Marquez tetap berada di lintasan hingga akhir Lap 11. Tindakan ini dilakukan di luar batas waktu yang ditentukan, sehingga rider #93 mendapatkan bendera hitam yang berujung pada diskualifikasi. Lorenzo melesat meraih kemenangan, mengungguli Dani Pedrosa dan Valentino Rossi, meskipun sorotan utama justru tertuju pada Marc Marquez.
2015 – Klasik Sepanjang Masa
Aksi saling salip, drama berkecepatan tinggi, dan manuver yang luar biasa. GP Australia 2015 menyuguhkan segalanya, dengan berbagai pabrikan bersaing demi meraih kejayaan. Marc Marquez memulai balapan dari pole position, sedangkan Andrea Iannone sempat memimpin pada awal balapan dengan motor Ducati miliknya.
Jorge Lorenzo dan Marc Marquez lalu bergantian menempati posisi terdepan, dengan Valentino Rossi turut meramaikan persaingan. Lorenzo memimpin saat memasuki lap erakhir, namun Marquez melakukan manuver spektakuler di tikungan Lukey Heights untuk merebut kemenangan. Lorenzo akhirnya finis di kedua, diikuti oleh Iannone pada posisi ketiga.
2022 – Rins Curi Perhatian
Ketegangan memuncak karena hanya selisih beberapa poin yang memisahkan Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo dalam klasemen Kejuaraan Dunia. Jorge Martin memimpin pada lap-lap awal, sebelum kemudian Quartararo terjatuh pada Lap 11.
Sementara itu, Alex Rins, Bagnaia, dan Marc Marquez bertarung sengit demi kemenangan—sebuah duel yang benar-benar mencerminkan ciri khas Phillip Island. Rins tampil tangguh dan berhasil meraih kemenangan di depan Marquez serta Bagnaia. Sungguh sebuah drama yang luar biasa.
Suka dengan apa yang Anda lihat? Jangan khawatir, kami siap menemanimu saat MotoGP bertolak ke Phillip Island akhir pekan ini, dengan selisih hanya dua poin antara Jorge Martin dan Marc Marquez. Sampai jumpa di Red Bull Grand Prix Australia 2026!