Lorenzo Savadori tiba di Kejuaraan Dunia GP 125cc dengan harapan besar, berkat resumenya yang padat di berbagai kompetisi balap motor 2-tak. Savadori lahir di Cesena, Italia pada 1993, dan tidak lama kemudian ia mulai mengayunkan kakinya di atas motor untuk pertama kalinya. Diperkenalkan ke dunia balap oleh ayahnya, anak muda ini ambil bagian dalam disiplin junior, sebelum lalu terpilih untuk edisi perdana Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2007. Ia langsung tampil mengesankan dengan motor standar KTM 125cc. Meraih kemenangan pada balapan pembuka di Jerez dan berhasil menjadi runner-up. Menyusul prestasinya itu, Savadori merebut gelar juara nasional kelas 125cc Italia pada 2008. Ia kemudian berkompetisi di European Championship di Albacete, dan memenangi balapan 125cc. Tahun 2008 juga menandai debutnya di Kejuaraan Dunia sebagai wildcard bersama Aprilia. Savadori tampil di Mugello, Misano serta Vinales. Setahun berikutnya, Fontana Racing merekrutnya untuk balapan semusim penuh di kelas 125cc. Meski hanya finis empat kali dari 13 perlombaan, ia membuat penampilan bagus saat finis kesembilan di Mugello 2009. Savadori lalu membalap dengan Matteoni C.P. Racing, sebelum pindah ke CIV STK Championship dan FIM STK1000 Cup pada 2011. Musim 2012, ia bertahan di STK1000. Raih kemenangan pertama di Monza, tempati peringkat kelima klasemen akhir, yang kemudian diulanginya pada 2013. Peningkatan diperlihatkannya pada 2014 saat menduduki peringkat kedua secara keseluruhan. Savadori lalu merebut gelar juara musim 2015, setelah empat kemenangan dan tujuh podium. Savadori kemudian hijrah WorldSBK pada 2016, dan secara reguler bersaing untuk finis sepuluh besar. Musim 2019, ia berpartisipasi dalam Kejuaraan MotoE™, yang mana pembalap Italia itu secara konsisten finis dekat sepuluh besar. Debutnya dalam MotoGP™ dimulai di GP Eropa 2020 bersama Aprilia dan menjadi pembalap penuh waktu pada 2021. Musim 2023, ia menggantikan Miguel Oliveira yang cedera di GP Prancis, dan lalu mencatatkan empat penampilan berikutnya. Pada 2024, ia kembali sebagai wildcard serta pembalap pengganti, berlomba sebanyak tujuh kali. Savadori melanjutkan perannya pada 2025, menggantikan Jorge Martin yang cedera di balapan pembuka musim.
Ia kemudian berkompetisi di European Championship di Albacete, dan memenangi balapan 125cc. Tahun 2008 juga menandai debutnya di Kejuaraan Dunia sebagai wildcard bersama Aprilia. Savadori tampil di Mugello, Misano serta Vinales. Setahun berikutnya, Fontana Racing merekrutnya untuk balapan semusim penuh di kelas 125cc. Meski hanya finis empat kali dari 13 perlombaan, ia membuat penampilan bagus saat finis kesembilan di Mugello 2009. Savadori lalu membalap dengan Matteoni C.P. Racing, sebelum pindah ke CIV STK Championship dan FIM STK1000 Cup pada 2011.
Musim 2012, ia bertahan di STK1000. Raih kemenangan pertama di Monza, tempati peringkat kelima klasemen akhir, yang kemudian diulanginya pada 2013. Peningkatan diperlihatkannya pada 2014 saat menduduki peringkat kedua secara keseluruhan. Savadori lalu merebut gelar juara musim 2015, setelah empat kemenangan dan tujuh podium.
Lorenzo Savadori tiba di Kejuaraan Dunia GP 125cc dengan harapan besar, berkat resumenya yang padat di berbagai kompetisi balap motor 2-tak. Savadori lahir di Cesena, Italia pada 1993, dan tidak lama kemudian ia mulai mengayunkan kakinya di atas motor untuk pertama kalinya. Diperkenalkan ke dunia balap oleh ayahnya, anak muda ini ambil bagian dalam disiplin junior, sebelum lalu terpilih untuk edisi perdana Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2007. Ia langsung tampil mengesankan dengan motor standar KTM 125cc. Meraih kemenangan pada balapan pembuka di Jerez dan berhasil menjadi runner-up. Menyusul prestasinya itu, Savadori merebut gelar juara nasional kelas 125cc Italia pada 2008. Ia kemudian berkompetisi di European Championship di Albacete, dan memenangi balapan 125cc. Tahun 2008 juga menandai debutnya di Kejuaraan Dunia sebagai wildcard bersama Aprilia. Savadori tampil di Mugello, Misano serta Vinales. Setahun berikutnya, Fontana Racing merekrutnya untuk balapan semusim penuh di kelas 125cc. Meski hanya finis empat kali dari 13 perlombaan, ia membuat penampilan bagus saat finis kesembilan di Mugello 2009. Savadori lalu membalap dengan Matteoni C.P. Racing, sebelum pindah ke CIV STK Championship dan FIM STK1000 Cup pada 2011. Musim 2012, ia bertahan di STK1000. Raih kemenangan pertama di Monza, tempati peringkat kelima klasemen akhir, yang kemudian diulanginya pada 2013. Peningkatan diperlihatkannya pada 2014 saat menduduki peringkat kedua secara keseluruhan. Savadori lalu merebut gelar juara musim 2015, setelah empat kemenangan dan tujuh podium. Savadori kemudian hijrah WorldSBK pada 2016, dan secara reguler bersaing untuk finis sepuluh besar. Musim 2019, ia berpartisipasi dalam Kejuaraan MotoE™, yang mana pembalap Italia itu secara konsisten finis dekat sepuluh besar. Debutnya dalam MotoGP™ dimulai di GP Eropa 2020 bersama Aprilia dan menjadi pembalap penuh waktu pada 2021. Musim 2023, ia menggantikan Miguel Oliveira yang cedera di GP Prancis, dan lalu mencatatkan empat penampilan berikutnya. Pada 2024, ia kembali sebagai wildcard serta pembalap pengganti, berlomba sebanyak tujuh kali. Savadori melanjutkan perannya pada 2025, menggantikan Jorge Martin yang cedera di balapan pembuka musim.