Poin Pembicaraan MotoGP™ Italia

Simak semua topik pembicaraan terbaru dari akhir pekan balap yang intens di Mugello.

GP Italia tidak sepenuhnya tenang, bukan? Ada banyak hal yang terjadi dan banyak hal untuk didiskusikan, dengan rumor-rumor konyol tentang musim ini yang terus beredar. Mari kita lihat beberapa topik pembicaraan yang muncul di Mugello.

"Kami Belum Memiliki Konfirmasi Tertulis"

Berbincang di pit lane pada Sabtu akhir pekan lalu, Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grassilli, menyampaikan pendapatnya tentang situasi Prima Pramac Racing dan masa depan mereka dengan Ducati. Rumor yang beredar, skuad bergabung ke Yamaha.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami bekerja keras untuk mempertahankan Pramac selama dua tahun ke depan, jadi tentu saja kami sangat senang dengan apa yang dikatakan Gino (Borsoi, Team Manager) kemarin. Kami belum memiliki konfirmasi tertulis, tetapi kami berharap untuk mendapatkannya sesegera mungkin," ucapnya.

"Marc Tidak Tersedia"

Topik hangat akhir pekan ini adalah keputusan seputar kursi pabrikan Ducati dan apa artinya bagi pabrikan lain. Berbicara kepada TNT Sports, Francesco Guidotti selaku Team Manager Red Bull KTM Factory Racing, menjelaskan tentang apakah pabrikan Austria bakal mengontrak Marc Marquez jika #93 tersedia.

"Karena dia tidak tersedia, maksud saya dia tidak tersedia. Marc tidak tersedia, sejauh yang saya tahu, sejauh yang dia nyatakan, dia ingin tetap di tempatnya. Aneh bahwa dia akan pindah. Kami harus realistis. Kami harus berbicara tentang apa adanya, bukan tentang apa yang mungkin terjadi atau apa yang dia lakukan atau apa yang akan dia lakukan," kata Guidotti.

"Pedro Berada di Level yang Berbeda"

Terkait KTM, pabrikan Austria itu telah mengonfirmasi Pedro Acosta bakal beralih dari warna merah Red Bull GASGAS Tech3 ke warna oranye Red Bull KTM Factory Racing pada 2025. Berikut pernyataan Brad Binder menanggapi pengumuman tersebut:

"Sangat menyenangkan memiliki rekan setim yang cepat dan Pedro berada di level yang berbeda. Cara dia mengendarai motor sangat istimewa. Saya harus banyak belajar darinya. Dia memiliki sikap yang baik. Saya pikir dia akan cocok dengan tim kami. Dia orang yang menyenangkan," ujarnya.

"Meski kami memiliki warna yang berbeda, kami adalah satu tim, kami semua memiliki misi yang sama. Saya tidak berpikir itu akan mengubah apa pun dari sisi saya. Ini akan menjadi hal yang bagus."

"Saya Tidak Ingin Memikirkan Masa Depan"

Pembicaraan seputar bursa pembalap berlanjut di Mugello. Masih belum ada konfirmasi perihal rencana Enea Bastianini untuk musim depan. Namun, setelah hasil yang kuat saat balapan Minggu, menunjukkan kecepatan luar biasa, Bestia menegaskan dirinya berfokus pada masa kini dan bukan masa depan.

"Masa depan, masa depan, masa depan. Saya ingin memikirkan masa kini karena kami banyak memikirkan masa depan, tetapi saya ingin menikmati hari ini, karena hari ini sangat sulit. Karena saya telah membuat beberapa kesalahan dan tim juga telah membuat beberapa kesalahan dan itu terkadang terjadi," tuturnya.

"Hari ini adalah hari yang luar biasa. Biasanya, saya tidak senang dengan posisi kedua, tetapi hari ini saya sangat senang dan saya tidak ingin memikirkan masa depan."

"Penting untuk Konsisten"

Selain start posisi kedua dan mendapat penalti tiga grid, GP Italia adalah akhir pekan yang sempurna bagi Francesco Bagnaia. Kini menatap Assen, Pecco menjelaskan apa yang perlu dilakukannya untuk mempertahankan momentumnya dari Mugello.

"Jangan sampai terjatuh lagi, tentu saja. Penting untuk konsisten dan memiliki konsistensi yang sama dalam hal kerja keras dan hasil. Assen selalu bagus bagi saya, tetapi saya ingat betul bahwa Jorge (Martin) tahun lalu melaju 0,3 atau 0,4 detik lebih cepat setiap lap dalam enam lap terakhir balapan. Jadi, itu akan sulit. Namun, saya kira motor kami tahun ini dapat sedikit membantu kami di Assen," paparnya.

"Saya akan mencoba mempertahankan momentum ini karena ini penting untuk kejuaraan, juga untuk diri saya dan tim. Saya tahu potensi kami dan saya tahu seberapa bagus kami."

"Saya Masih Tidak Tahu Kenapa Saya Terjatuh"

Mugello merupakan akhir pekan yang campur aduk bagi Martin. Setelah pole position dan mencatatkan rekor lap 1:44,504, Martinator turun ke posisi ketiga dalam Tissot Sprint, lalu terjatuh pada empat lap tersisa. Bereaksi dengan baik dan finis ketiga di GP Italia, Martin mengingat kembali kecelakaannya, serta perubahan yang dilakukan pada malam hari.

"Saya masih tidak tahu mengapa saya terjatuh, tetapi terkadang hal-hal seperti ini terjadi. Ini bukan pertama kalinya hal itu terjadi pada saya seperti di Jerez dan terjadi pada Pecco di Montmelo saat Sprint. Kami harus menyelesaikan masalah ini, karena terjatuh tanpa mengetahui penyebabnya tidak baik untuk kepercayaan diri kami," tuturnya.

"Biasanya strategi saya adalah tidak menyentuh motor, membiarkan semuanya apa adanya, dan memahami cara untuk melaju kencang. Tetapi dari kemarin hingga hari ini (Minggu), saya harus melakukan perubahan besar dan itu sepadan."

"Tidak Ada Ekspektasi"

Marc Marquez (Gresini Racing MotoGP™) telah mengemas tiga podium dari balapan Minggu sejauh ini, dan hampir meraihnya lagi di Mugello. Namun, ia belum meraih kemenangan perdana yang didambakan itu bersama Ducati. Jelang sirkuit yang akan ditujunya - Sachsenring - yang sudah di depan mata pada awal Juli, ekspektasinya tentu akan tinggi. Akan tetapi, Juara Dunia delapan kali ini menegaskan tidak ada ekspektasi untuk putaran mendatang.

"Satu hal yang saya pelajari adalah bahwa saya tidak bisa pergi ke lintasan balap dengan ekspektasi besar atau ekspektasi rendah. Saya perlu memahami pada hari Jumat di mana saya berada karena di sini, saya berharap akan sangat kesulitan, dan saya berada di depan," kata Marquez.

"Jadi, mari kita lihat, mungkin kami tiba di Sachsenring dan saya tidak mampu berjuang untuk meraih kemenangan. Jadi, tidak ada ekspektasi. Tahun lalu saya tiba di Sachsenring dan keluar dengan ambulans!"

- PEDRO ACOSTA DAN KTM: PERJALANAN FANTASTIS DALAM MOTOGP™

"Kami Kehilangan Dua Peluang Bagus"

Usai tersingkir di GP Prancis dan GP Catalunya, Pedro Acosta (Red Bull GASGAS Tech3) finis kelima di GP Italia. Sang debutan mengantongi sejumlah poin solid, menambah dua podium setelah GP Portugal dan Amerika. Namun, Acosta tidak berlomba untuk posisi lima besar. Menjelang liburan musim semi yang singkat, ia merefleksikan performa pada awal musim.

"Bukan bencana, tetapi sejujurnya, hasilnya bisa jauh lebih baik, tetapi juga bisa jauh lebih buruk. Memang benar bahwa kami kehilangan dua peluang bagus di Le Mans dan Barcelona, ​​tetapi itu bagian dari proses pembelajaran," ucapnya.

"Juga benar bahwa setelah tujuh balapan ini, semuanya menjadi lebih jelas bagi kami dan kami memiliki banyak hal untuk dicoba dan dipikirkan dalam balapan berikutnya."

"Ini Bukan Arm Pump"

Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP™ Team) mengalami akhir pekan yang berat di Mugello. Start dari grid P15 dan melewati finis posisi ke-18 saat balapan Minggu. Pembalap Prancis itu berjuang melawan rasa sakit di lengannya dan masih harus bekerja keras untuk menemukan solusinya.

"Sejak pertengahan balapan, saya mengalami masalah dengan lengan saya, jadi saya tidak bisa benar-benar berkendara. Kami harus memperbaiki area ini karena ini bukan arm pump, hanya saja lengan saya jelas sudah mencapai batasnya di trek seperti ini. Jadi kami harus menemukan solusinya," terang El Diablo.

Rombongan paddock bakal istirahat selama tiga pekan sebelum perjalanan ke The Cathedral of Speed untuk Motul TT Assen pada 28-30 Juni mendatang.